Minggu, 29 Desember 2013

Frozen, Animasi yang Menghangatkan Hati

WARNING : Tulisan ini banyak berisi spoiler untuk yang belum menonton

Akhirnya! Setelah sekian lama, Disney kembali dengan keklasikannya. Maksud saya, animasi kembali dibawa pada cerita yang kuat dan penuh makna, bukan sekedar karakter imut atau lucu yang membuat kita tertawa. Lalu lupa.

Begini, saya pecinta kartun dan animasi..tapi jujur animasi yang belakangan ada di layar bioskop tampak lupa bahwa ketika bicara kartun atau animasi, rata-rata sasaran utama penontonnya adalah anak-anak atau keluarga. Tapi kisah dan komedi yang mereka sajikan, kadang terlalu dewasa untuk dapat ditangkap para bocah. 

Kapan terakhir kali kalian menonton animasi lalu terbayang-bayang terus sampai rumah, mengunduh lagunya, bahkan mau menonton ulang untuk kesekian kali ? Mungkin itu zaman-zaman masih 2D seperti Lion King, Pocahontas, dan lainnya. Setelah itu ? Animasi yang ada , banyak diantaranya, hanya pamer teknologi yang semakin canggih dengan menyuguhkan monster-monster unyu dan menjadi lucu karena adegan slapstick saja. *maaf nyinyir*

Di Desember ini, banyak film lokal maupun luar yang berlomba menjadi jawara. Saya sudah menonton Hobbit The Desolation of Smaug (yang begitu mewahnya) dan melepas rindu pada Keanu Reeves dengan menonton 47 Ronin. Tapi dari semua film itu, saya harus mengakui saya jatuh hati pada Frozen yang berdurasi kurang dari dua jam.



Kesan klasik ini sangat kuat dan sengaja disampaikan oleh Disney (bahwa mereka masih jawara animasi dunia) dengan menghadirkan sekilas film pendek Mickey Mouse bertajuk Get A Horse!
Mickey yang ditampilkan adalah Mickey zaman baheula, berwarna hitam putih dan produk perdana Disney hingga mampu mendunia.

Ini cukup berhasil mengecoh penonton, setidaknya saya, untuk bertanya-tanya apa maksudnya ? Sebab durasinya lumayan lama, sekitar 10-15 menit. Ah, masa sudah duduk di bioskop mahal mesti lihat film kartun jadul hitam putih sih! Sementara mata ini sudah terbiasa dimanja gambar-gambar animasi 3D yang seakan nyata, terbaru bahkan ada 4Dx.

Tapi ini uniknya, toh karena kita sudah di dalam, mau tidak mau kita harus tonton dan akhirnya kita nikmati tanpa rasa terpaksa! Disney mengajak kita mengingat siapa mereka, bagaimana mereka lahir dan bagaimana mereka bisa sejaya ini (dan menegaskan bahwa mereka masih raja animasi). Adegan di animasi Mickey semula biasa, kisahnya khas kartun zaman dahulu yang ternyata masih mampu membuat kita terpingkal-pingkal. Asyik menikmati kisahnya, tiba-tiba Disney memberi kejutan dengan membuat gambar menjadi animasi 3D , Mickey zaman modern. Lalu animasi itu dicampur-campur, 2D-3D-2D-3D dalam satu adegan dengan dahsyatnya. Ya mereka menunjukkan, bahwa mereka masih ahlinya. Hingga akhirnya masuk ke cerita utama, Frozen.

Disney sempat ketularan produsen animasi lainnya yang berlomba-lomba dalam teknologi dan adegan komedi. Tapi di Frozen, Disney menegaskan bahwa teknologi hanya alat bantu untuk menguatkan kisah utama film ini.

Frozen berkisah tentang kakak-adik di sebuah negeri, Elsa dan Anna. Keduanya adalah putri dari sebuah kerajaan yang damai dan indah (klasik!). Sang kakak, Elsa, memiliki kekuatan super yang intinya bisa membuat salju (namun belum bisa mengendalikannya). Si adik, Anna, hanyalah gadis periang yang selalu ingin bermain dengan kakaknya. Sewaktu kecil, keduanya sangat akrab. Hingga pada suatu saat, Elsa yang hendak melindungi Anna agar tidak terjatuh ketika mereka bermain salju di istana, secara tak sengaja melukai adiknya dengan kekuatan yang ia miliki.

Raja, Ratu, Elsa dan Anna akhirnya menuju ke pemukiman troll untuk menyembuhkan Anna. Untungnya, luka Anna berada di kepala sehingga masih bisa disembuhkan. Tapi sebagai resikonya, Anna harus dihapus memorinya soal kecelakaan itu dan soal kekuatan yang dimiliki si kakak. Tapi segala kenangan indah mereka, yang normal dan tanpa ada sihir, tetap bertahan.

Melihat si adik terluka parah, Elsa ketakutan setengah mati pada kekuatannya dan semakin tak bisa ia kendalikan. Akhirnya, sepulang dari sana, Elsa memutuskan untuk mengurung dirinya agar tak ada yang bisa ia lukai. Ia memilih bersembunyi dan tenggelam dalam sepi.

Suatu ketika, Raja dan Ratu tewas. Anna hanya memiliki Elsa sebagai keluarga satu-satunya. Meski bersedih, Elsa tetap bersembunyi dan hubungannya dengan Anna pun semakin jauh.

Beranjak dewasa, Elsa resmi menjadi ratu. Pelantikannya adalah kali pertama gerbang dibuka dan mau tidak mau ia harus keluar dari kamarnya untuk menemui rakyatnya. Semua menantikan saat itu, apalagi Anna. Meski ketika berjumpa lagi dengan kakaknya, ada keganjilan yang ia rasakan. 

Sesuatu terjadi, hingga semua penduduk kerajaan mengetahui kekuatan Elsa dan takut padanya. Elsa pun melarikan diri untuk melukai adiknya dan penduduknya. Celakanya, Elsa tak sadar ulahnya itu membuat kerajaannya terus tertimpa badai salju. Ia pun tak tahu cara menghentikannya.

Anna pun mencoba mencari Elsa dan menyelamatkan kerajaannya. Ia yakin Elsa tak akan menyakitinya dan ada jalan keluar dari masalah ini. Sementara isu bahwa Ratu Elsa adalah ratu yang menakutkan sudah tersebar di mana-mana.

Kisah Anna dan Elsa ini penuh misi penyelamatan, bukan sekedar menyelamatkan kerajaan dari salju, tapi juga upaya menyelamatkan hubungan kekeluargaan mereka dan menyelamatkan diri mereka sendiri dari rasa takut dan kesalahpahaman yang membelit mereka selama bertahun-tahun. Dikemas dengan lucu dan tetap mengharukan, Disney menyampaikan pesannya secara efektif di film ini bahwa The Power of Family is the strongest magic at all!

Ya, kita diajarkan secara literasi bahwa cinta sejati tak melulu soal hubungan pria dan wanita. Sebelum pasangan kita datang, ada orang-orang yang lebih dulu mencintai dan tak pernah berhenti mencintai kita sampai kapanpun , yaitu keluarga.

This! Disney membawa kita kembali ke era Lion King! 

Klasiknya film ini juga dikuatkan oleh Disney melalui soundtrack-soundtrack animasi , yang tampaknya sudah lama kita tak dengar. Semua masih ingat lagu A Whole New World, You'll be in My heart, dan lainnya yang sangat timeless. Kali ini Disney menghadirkan kembali lagu itu, Let It Go, Do you Want to build a snowman ? , dan first time in forever..akan melekat di kepala begitu selesai menonton filmnya. Well, setidaknya peringkat mereka di itunes selama berpekan-pekan bisa menjadi bukti betapa banyak yang menggilai lagu itu.

Ada satu lagi sebenarnya yang membuat keklasikan film ini makin kuat, karena memang Frozen terinspirasi dari sebuah cerita klasik karya Hans Christian Andersen yang berjudul Snow Queen. Tapi, karena kita tahu kisahnya Om Hans rata-rata bernuansa gelap, Disney mesti berjuang mati-matian untuk mengemasnya supaya bisa jadi produk mereka...yang selalu happy ending. Perjuangannya bertahun-tahun, mereka harus menyuguhkan karakter Ratu Salju yang tak menakutkan dan bisa dipahami orang atas segala tindakannya. 

Disney, untuk kali ini...saya cuma mau ucapkan terima kasih sudah kembali menyuguhkan kisah yang mampu menghangatkan hati.

Xoxo


Rabu, 25 Desember 2013

Review : Hakata Ikkousha Japanese Ramen Senayan City

Well, sebenarnya saya bukan penggemar ramen. Soalnya saya masuk kategori fans indomie ayam bawang garis keras..hahahaha

Ketimbang ramen, sebenarnya saya lebih suka udon. Habisnya saya selalu berpikir bahwa ramen itu cuma indomie versi Jepang dan lebih mahal..hahaha (susah emang).

Meski bukan penggemar berat ramen, karena saya masih pecinta kuliner Jepang, jadi coba-coba restoran ramen lumayan sering juga. Apalagi temen-temen saya juga penggila makanan Jepang dan Korea, walhasil kalo jalan-jalan ke mall ujungnya makan di resto Jepang atau Korea.

Belakangan ada heboh-heboh restoran ramen baru di Senayan City, katanya rame dan enak banget. Namanya Hakata Ikkousha Ramen, akhir pekan lalu karena penasaran, saya dan kawan saya pun mencicipi ramen satu ini.

Sebenarnya ini cabang ke berapa ikkousha ramen gitu, sebelumnya mereka ada di Kelapa Gading klo ga salah. Bedanya, yang di Senayan City ini tidak menyajikan produk yang mengandung babi baik daging maupun kaldunya.

Lokasinya ga terlalu besar yang di Senayan City, tapi meski ada di dalam mall, dekorasinya tetep seperti kios-kios ramen yang ada di pinggir jalan di Jepang. Waktu mau masuk, kami ditanya sama embaknya nama dan alamat. Loh kok pake alamat juga ? Biasanya klo antri kan pake nama aja..ini pake alamat segala, gak sekalian tanggal lahir ? Hahahaha.

Mungkin si mbaknya takut ada yang nyasar kali ya jadi ditanya alamat, selain itu kita juga ditanya apa sebelumnya udah pernah mencicip ramen ikkousha lainnya ? Kami jawab, belum. Mungkin mereka lagi survey kali yak.

Begitu masuk, kami dapat kursi yang di tengah. Meski kami cuman berdua, embak-embaknya menyediakan 4 kursi untuk kami. Dua kursi lagi adalah untuk tas kami. Wuohhh! I like it! 
Btw, FYI saya gak suka taruh tas di lantai, soalnya saya inget pesen Pak Agus Marto (sekarang Gubernur BI) bahwa tas itu cerminan pemiliknya dan ukuran kesuksesan..masa ditarih di tempat paling bawah. Ahay!

Kami pun ditawari menu, ragamnya ga begitu banyak. Saya pesen yang direkomendasikan disitu, Ramen Ayam Tam Tam (kategori pedas sedang) dan kawan saya pesan Ramen Ayam Naga merah (yang isinya bukan daging naga, cuma karena dinilai pedas banget oleh si restoran jadi dinamain itu).


Ini tampilan ramen ayam tam tam, secara keseluruhan rasanya emang enak dan kaldunya juga meresap. Tidak terlalu pedas dan taburan wijennya kebanyakan (ingatkan u dikurangi klo makan lagi disini). Porsinya menurut saya banyakkkk banget, soalnya saya ga habis tuh. 

Untuk yang naga merah, selain rasa pedas yang lebih. Telurnya juga ga telur rebus, telurnya dibikin semacam urak-arik yang bercampur langsung dengan kuah. Saya icip-icip enak juga (berhubung saya cuma bisa bedain dua rasa, yaitu enak dan enak banget...hahahah)

Kita juga disediakan irisan cabe, sambel, bawang putih yang disediakan alat penghancurnya kalo-kalo mau nambahin bumbu sesuai selera masing-masing. Selain mesen ramen, kami juga pesen ayam karage, semacam ayam goreng gitu. 


Rasa dari ayam karagenya ini enak banget, mungkin karena saya penggemar ayam kali ya. Bumbunya yang khas meresap banget, ditambah ada pilihan semacam cocolan mayonaise dan lainnya yang bikin segar. Salah satu yang bikin saya ga habisin ramen itu ya sebenarnya ayam ini..hahaha kenyang di ayam duluan. 

Secara keseluruhan, ramen ini emang enak. Dari sisi harga, menurut saya agak mahal. Seporsinya dipukul rata untuk semua jenis ramen Rp 59.800 dan minumnya untuk ocha segelasnya Rp 12ribu (bisa di refill). Jadi diitung-itung sekali makan disini bisa habis Rp 80ribuan. Standar mungkin ya bagi warga Jakarta, tapi buat saya masih terhitung agak mahal untuk semangkuk mie :)).

Well, berhubung restoran ramen dan udon lagi menjamur di Jakarta...yuk mari icip-icip lainnya. 

Senin, 23 Desember 2013

Review : Indomie Taste of Asia, Mewah di Bungkus, Biasa di Rasa

Well, harus diakui kalo saya itu korban iklan banget. Mulanya tau ada varian Indomie rasa asia ini dari percakapan di salah satu grup whatsapp (dari lusinan grup whatssapp yang ada di hape dan hampir semuanya update gosip).

Salah seorang kawan yang kebetulan gadis keturunan arab, Ferial, tiba-tiba bilang di grup bahwa ada Indomie rasa Bulgogi ala Korea. Saya pun penasaran, ada di mana itu barang ? Beli di mana supaya dapat itu barang ? 
Lalu Mb Ferial menjawab dengan jawaban umum, sangat umum. "Ada di Indonesia, Gus" --!!!!!
Jawaban itu seakan sayah dan dia tinggal di negara berbeda! Padahal cuman beda waduk doang, doi di kawasan banjir kanal timur..eike di kanal barat.

Singkat cerita, saya pun mencari tahu soal produk baru Indomie ini. Jadi, waktu saya baca koran (karena saya jarang nonton tipi), di iklan Indomie itu disebut bahwa sebagai produsen mie instan terbesar yang sukses bertaon-taon di Indonesia dan unggul dalam menyajikan varian rasa nusantara. Kali ini, Indomie mencoba merambah rasa-rasa asia. Ada tiga rasa baru yang ditawarkan yaitu ; Indomie Bulgogi ala Korea, Indomie Laksa ala Singapore, dan Indomie Tom Yam ala Thailand.



Gak tahu kenapa di iklan yang dijagokan itu rasa bulgogi ala Korea, mungkin karena demam Kpop dan demam korea-korea yang lagi melanda Indonesia. Tapi, meski diakui iklannya cukup eyecatching dan berhasil menjerat penggila ala ala korea kaya saya..ya kan!

Ketiga varian Indomie ini masih susah dijumpai di warung kelontong setempat, dan juga di alpamart ato indomart setempat. Saya ketemu ini barang di foodhall dengan harga per bungkusnya Rp 3.700, lumayan mahal. Sayah beli buat coba semua rasa *serakah*

Pertama yang saya coba adalah Indomie Bulgogi, beda dengan yang lain, konsep Bulgogi adalah mie goreng. Sementara dua yang lainnya adalah mie rebus. (Ya sebenernya semua direbus sih, cuman yang bulgogi kuahnya ditiriskan haha).

Jenis mie goreng bulgogi ini agak beda dari biasanya, dari sisi ukuran, mie yang disediakan ukurannya lebih lebar. Tapi sayang porsinya sedikit ( tolong ditekankan ini bukan karena saya hobi makan mie goreng dua porsi sekaligus ya!) . Tapi kalo dibandingin ama mie goreng yang biasa pun, porsi bulgogi ini lebih dikit. Sementara bumbunya, banyakkkkkk banget. Kebanyakan malah. Jadi kurang seimbang.

Topingnya ada semacam daging asap, yes daging, dan potongan sayur, serta wijen untuk ditaburkan saat ingin disajikan. Begitu bumbu dan mie terolah, lalu taburkan wijen, saat disantap rasanya..... biasa aja, hahahahah. Seperti rasa indomie goreng biasa ditambah taburan wijen dan daging asap aja. Bulgoginya kurang begitu rasa. Well seenggaknya rasa mie goreng yang ini ga seaneh yang rasa cabe ijo :((

Rasa kedua yang saya coba adalah Laksa Singapore, yang masak waktu itu adek saya. Saya icip sedikit, karena saya ga begitu hobi ama laksa. Pas sayah coba, rasanya kaya makan indomie pake kuah lontong sayur, hahahahhaha. Saya bilang gitu ama bapak saya dan orang perpustakaan kantor, tanggapan mereka sama. "Ya iyalahhh, kan rasa laksa!" (Ga paham apa maksudnya haha)

Terakhir adalah rasa tom yam, dari semua rasa asia yang ada menurut sayah ini yang lumayan enak. Meski tom yamnya kurang kuat, tapi lumayan seger lah dan bisa jadi alternatif kalo lagi bosen makan rasa soto ato ayam special. Pedesnya juga lumayan, bumbunya merah dan pas. Klo kalian punya sambal Bu Rudi yang khas Surabaya itu, boleh tuh dicampur dikit di indomienya biar pedesnya nendang tapi ga merusak rasa. Ketimbang pake saos dan ngerusak rasa mie-nya.

Btw, kemaren saya juga dapat oleh-oleh mie instan cup asal Myanmar dari Mb Ira. Kebetulan rasanya rasa tom yam juga, begini penampakannya.


Gambarnya gaul banget yak..(tolong abaikan gelas sebelahnya yang ada pesan sponsor, hahahaha).

Ketimbang Indomie Tom Yam, mie instan Myanmar dengan gambar cewek punk ini lebih nonjok rasa tom yam-nya (mungkin itu alasannya dikasih gambar cewek punk, karena rasanya bisa nonjok hahaha). Pedesnya kuat juga, tapi sayang karena ini mie instan cup, mienya kurang kenyal haha jadi klo boleh pilih mienya pake yang indomie aja.

Okeh sekian dulu, besok-besok kita bikin review-review lagi selama ada iklan yang menggoda hahahahaha. Xoxo

Minggu, 15 Desember 2013

Melawan Jerawat di 2013

Well, di tahun 2013 ini ada beberapa peristiwa yang sepanjang hidup saya baru kali ini saya alami. Diantaranya : jerawatan.
Ampun deh sama yang satu ini, sejak masa puber biasanya ini kulit muka bandel-bandel aja. Bahkan waktu tinggal di Semarang yang panasnya ampun-ampunan dan debu-debuan terus...ga pernah tuh jerawat nempel sampe segerombolan. Yah paling satu ato dua biji jelang haid, abis itu ilang lagi.

Nah, ini ga tahu kenapa, sekitar tengah tahun lalu jerawat datang secara berjamaah ke muka saya T.T. Musabab pastinya masih belom ketahuan sih, tapi saya curiga ini gara-gara ganti pelembab dan pembersih muka. Awalnya, sedari SMP saya pakai clean n clear yang ada scrubnya. Khawatir kulit menipis karena scrub, coba ganti ke produk lain dari jepang ituuhh..terus ga cocok karena kulit jadi kering.

Begitu kulit kering, coba ganti lagi sama produk sabun yang tinggi kandungan shea butter. Sehari dua hari okey, kulit mulai lembap lagi. Sayangnya, sabun ini ga punya efek membersihkan yang tinggi. Walhasil di hari ke empat mulai datang tuh jerawat dan kawan2nya.

Habis itu, saya dinas ke Malaysia,  cuma dua hari. Tapi lupa bawa pembersih, pelembab, dan sunblock. Nekad jalan-jalan panas-panasan, jadilah muka ini ibarat kampung buat jerawat. Segala jerawat ada, jerawat batu, jerawat nasi, bruntusan, dan lain-lain. Ya ampunnn, rasanya dihinggapi jerawat di seluruh muka itu gimanaa gitu. Malu, gak enak dipegang dan di elus-elus, dan ngerasa kotor aja ini muka.

Jujur, saya paling takut ke dokter muka karena pas browsing-browsing rata-rata hasilnya seperti ada efek ketergantungan. Begitu stop obat dokter, jerawat datang lagi. Banyak yang nyaranin produk2 dokter kulit yang dijual bebas, beberapa kasih contoh berhasil. Cuma ngeluarin Rp 200 ribu sebulan buat beli paket sabun dan krim pagi-malam, siapa coba yang gak tergoda. Tapi saya ogah, takut beli obat sembarangan.

Akhirnya saya browsing terus, dan lumayan kebantu dengan melihat tulisan-tulisan para blogger kecantikan. Utamanya My lovely Sister , di situ dia nekenin untuk menghilangkan jerawat kuncinya cuman satu, yaitu perawatan!! Dan saya pun mencoba menerapkannya.

Di bawah ini perbandingan kulit wajah saya, sebelum dan sesudah perawatan. Maaf ya kalau gambarnya agak mengganggu mata T.T. Di sini keliatan bedanya , mulai dari jerawat dimana-mana dan pori2 yang membesar perlahan mulai hilang :)



Untuk bantuan darurat membersihkan wajah dan mengurangi jerawat di tahap awal, saya pakai sabun Gen Java , lumayan ngebantu banget. Tapi produk ini ga bisa bekerja sendiri, saya pakai produk ini sekitar dua bulanan. Habis itu stop dan balik ke pembersih biasa.

Setelah itu, saya melakukan perawatan rutin dengan produk-produk berikut. Agak ribet sih, tapi semua demi kulit wajah yang kembali aduhai..ihihihi


1. Evian Facial Spray
Biasanya saya semprotkan di sela-sela aktivitas, menjaga supaya kulit tidak kering atau sehabis panas-panasan dan terkena debu. Kalau habis panas-panasan dan kena debu, langsung diusap dengan tisu supaya kotorannya keangkat. Saya pakai produk ini, karena muka saya ga bisa pakai tisu basah. Habis, tisu basah rata-rata mengandung alkohol dan kulit saya sensitif ama yang satu itu. Evian ini kandungannya cuman air , terus apa bedanya ama air biasa ? Air di Jakarta itu ternyata kotor bangettt.. Pernah coba cuci muka, udah pakai sabun, terus habis itu semprot pakai Evian dan lap pakai kapas..jeng jengg....itu kapas masih kotor dong. Padahal mukanya abis dicuci T.T, itulah kenapa saya pakai Evian. Lagian facial mist yang lain juga mengandung alkohol T.T ..sedih deh pokoknya kalo punya kulit sensitif begini.

2. Shu Uemura Cleansing Oil
Bersihan muka pakai minyak ? Ternyata ini efektif banget, meskipun muka kita berminyak tetapi kotoran wajah tetap bisa diangkat maksimal. Biasanya saya pakai ini kalo lagi pakai riasan berat, misal pakai BB cream atau fondatian buat riasan formal yang tebel-tebel itu, pakai ini lebih efektif buat make up remover loh. Cukup diusap-usap pakai tangan, terus dibilas pakai air biasa. Bersih dah.

3. Clean and clear Facial Wash
Yah, namanya orang udik kayanya belom cuci muka kalo belom ada busa. Saya pakai ini buat double cleaner, balik ke pembersih wajah jaman SMP dulu. Pakainya sebentar saja, ga usah digosok terlalu keras ke muka, kasihan nanti kulitnya.

4. Nivea Visage Refreshing Toner
Usai bersihin muka, buat bersihin sisa-sisa kotoran yang menempel dan menyiapkan kulit wajah untuk menyerap pelembab dan lainnya, biasanya saya usap dengan toner. Toner ini saya pakai bergantian dengan Evian facial spray. Milih toner ini mesti hati-hati, kalo kandungan alkohol terlalu tinggi nanti muka bisa meradang lagi. Sejauh ini toner keluaran Nivea ini masih oke dan bisa diandalkan hehe

5.SK II / Missha Facial Treatment Essence
Bisa dibilang produk ini yang paling efektif buat usir jerawat dan bekas-bekasnya. Awalnya saya pakai SK II, dan hasilnya langsung keliatan dalam beberapa minggu. Dipakai setelah bersihin wajah, cukup tiga-empat tetes aja dan ditepuk-tepuk ke muka. Karena SK II ini ampun-ampunan mahalnya, pas habis saya coba cari produk serupa dan salah satunya adalah Missha Facial treatment essence. Emang sih efeknya ga sedahsyat SKII tapi lumayan lah untuk menghapus bekas jerawat dan melembabkan kulit wajah.

6.Olay 7 Total Effects
Olay ini emang pelembab saya dari dulu, pas diganti malah jerawatan hahahaha. Jadi balik lagi, tapi kali ini produknya ditingkatin jadi pakai yang total effect. Tujuannya satu, buat hilangin bekas-bkeas jerawat dan sampai saat ini masih oke-oke aja.

7. Wardah anti acne powder
Nah, buat bedak sengaja cari yang aman buat kulit jerawatan dan alhamdulillah produk lokal yang satu ini cocok cocok aja. Hehehehe

8. Beach Hut Ultra Sensitive Hypoallergenic Sunblock for Face with SPF 65
Hahaha dibaca dari nama produknya aja udah jelas kan kenapa saya pilih produk ini buat sunblock. Pengalaman setiap panas-panasan bisa bikin kulit muka ngamuk-ngamuk. Nah, sekitar sebulan lalu waktu memutuskan berlibur ke pantai, terpaksa cari sunblock yang kira-kira aman buat muka di drugstore setempat. Alhamdulillah yang ini cocok bangett...., saya pakai ini kalo mao ada agenda panas-panasan aja. 

9. Body Shop Tea Tree Oil
Sampe saat in, utamanya jelang menstruasi, jerawat masih ada yang nongol dua atau tiga biji. Pakai ini, lumayan bisa ngempesin jerawat. Cukup dioles di tempat jerawatnya dan diamkan, beberapa hari kemudian ..hilang.

10. Laneige Water Sleeping Pack Ex
Ini perawatan khusus malam hari aja, mestinya dipakai seminggu dua kali. Tapi saya doyan ama produk satu ini, hahahahaha jadi kadang dua hari sekali dipakai. Tiap pakai ini, kulit wajah pas bangun tidur enak banget!! Recommended banget yang satu ini mah.

 Sejauh ini produk-produk tersebut cukup efektif mengurangi dan menghapus bekas jerawat di kulit wajah saya. Jadi ini cocok-cocokan ya, belum tentu di saya cocok di kalian cocok juga. Terus kalo diliat-liat kok kayanya ribet amat ya, yah namanya juga pengorbanan. Tapi ini ga seribet yang dibayangkan kok, lagian saya emang nekenin di perawatan dasar dan kurang suka buat mempertebal riasan. Cuman pakai bedak, terus caw deh berangkat kerja.

Kamis, 12 Desember 2013

Ketika "The Heirs" Berakhir

I CAN'T BELIEVE ITS ENDED!!!!

1. Termangu menatap layar laptop, tidak percaya setelah tiga bulan lebih bersama harus berakhir di sini.
2. Masih termangu menatap layar laptop
3. Berimajinasi ada episode selanjutnya atau mencari harapan akan ada spoiler episode berikutnya. Hasilnya nihil.
4. Tetap istiqomah menatap layar laptop, dan memutar ulang satu atau dua episode terakhir.
5. Setelah habis, masih menatap layar laptop dan tidak percaya akan akhir yang begitu saja.
6. Tidak beranjak dari depan laptop, sekarang mulai gila nonton ulang dengan menonton dari episode pertama. Beberapa bagian dicepetin, fokus pada adegan yang bikin senyum-senyum dan terharu ajah.
7. Ketiduran di depan laptop
8. Bangun tidur dan masih gak percaya The Heirs udah habis.
9. Kerja seadanya, bayangin Kim Tan dan Young Do semaunya.
10. Mulai download sontrek dan MV-MV the heirs yang enak-enak buat dilihat berulang-ulang.
11. Ngobroling episode terakhir The Heirs sama penggemar laennya
12. Sampe rumah, buka laptop lagi dan nonton ulang lagi The Heirs
13. Browsing ke forum-forum, kali-kali bakal ada sekuel atau apaan gitu. Tapi hasilnya nihil.
14. Melampiaskan ketidakpuasan akhir cerita drama dengan membaca Fan Fiction terkait tokoh-tokoh tertentu. Kalau gak ada,bikin fan fiction sendiri. Kalo gak ada juga, minimal cerita ke temen ending versi yang kita mau.
15. Masih gak percaya udah ga bisa lihat Kim Tan dan Young Do lagi.
16. Rabu dan Kamis malam mendatang gak tahu mesti ngapain dan apa yang ditunggu.
17. Begitu terus, sampe ada drama baru yang bikin gila.


---------------------> dua bulan kemudian
18. Udah lupa sama Kim Tan CS, udah tergila-gila ama tokoh drama baru.


Goodbye kiss for us T.T


Sekian.

Bonus dikit, plesetan adegan The Heirs

pic cr to : dramatroll tumblr

Selasa, 10 Desember 2013

DIY : Korean Idol 3D Frame With Mason Jar

FYI, ini tulisan saya kedua setelah sebelomnya capek2 ngetik di aplikasi draftcraft... Hilang begitu saja.

Kali ini, saya mau posting tutorial menggunakan mason jar sebagai frame foto. Ide ini tercetus dari niatan pengen kasih kado yang unik ke salah satu kawan, tapi saya lagi bosen bikin scrapbook. Jadilah pengen bikin sesuatu dari mason jar. 

Setelah saya intip-intip, belum banyak yang pakai wadah kaca satu sebagai frame. Ada yang pakai acara minyak sayur segala, tapi..beresiko buat saya. Hahhaha.

Begini kira-kira hasil jadinya .


Nah untuk membuatnya, ini bahan-bahan yang diperlukan : 
1. Mason Jar ukuran sedang atau wadah bekas selai, buat yang mau cari mason jar bisa mampir ke Ace hardware.
2. Foto idola Kpop ukuran 2R 3-4 lembar
3. Bubuk glitter
4. Lem jitu yang bisa nempelin apapun ke manapun (kecuali hati yang belom berjodoh)
5. Kuas dan gunting
6. Pita atau benang kasur warna-warni
7. Salt spa with aroma
8. Pernak pernik hiasan lainnya


Berikut tahap-tahap pembuatannya : 

1. Cuci bersih mason jar atau wadah kaca lainnya dan keringkan
2. Begitu kering, oleskan bubuk glitter dengan menggunakan kuas secara merata ke seluruh wadah kaca. Glitter akan menempel tanpa lem.
3. Ambil dua foto 2R ukuran penuh, tanpa digunting, lalu tempelkan di dua sisi berlawanan. Terserah enaknya gimana, tapi pastikan simetris dan ada ruang yang cukup untuk mengintip foto ketiga di tengah-tengah.
4. Pastikan foto terekat sempurna. Jika ingin hiasi kaca dari dalam, mulai bisa dilakukan.
5. Setelah menempel foto dan hiasan di wadah kaca. Mulai isi wadah dengan salt spa, disini saya pakai yang aroma stroberi karena warnanya lucu (dan punyanya itu doang). Salt spa disini selain untuk fondasi dasar foto di tengah, berfungsi juga sebagai dekorasi dan pemberi aroma. Agar wadah tidak bau lem dan lainnnya. 
6. Setelah salt spa, silahkan isi wadah dengan apapun. Di sini saya pakai pecahan kerang dan sterefoam ball kecil-kecil dengan warna serupa.
7. Jika fondasi dan isian wadah dinilai cukup, gunting foto sedemikian rupa sehingga hanya bentuk orangnya saja yang kita ambil. Sisakan ruang di tengah wadah untuk meletakkan foto.
8. Letakkan foto di tengah, agar bisa berdiri tegak bisa gunakan alat bantu seperti lidi, karton dan segenggam rasa percaya diri.
9. Alat bantu kemudian ditutup dengan tumbuhan kering atau hiasan lainnya untuk memperindah.
10. Copot bagian kaleng tutup wadah dan ganti dengan apapun yang lebih unyu, bisa foto atau kertawa berwarna atau busa.
11. Lingkarkan pita atau benang kasur warna-warni , atau tali di sekitar tutup wadah untuk hiasan.

Selain untuk frame, wadah ini bisa juga dijadikan tempat pensil atau pulpen lohh... Ini hasil jadinya



Have fun dan semoga berhasil :) 

Ps : maaf ya mba ira kadonya telat :)), cepat pulang mbak! Woobin menunggumu di toples!

Senin, 04 November 2013

Efek Nonton Drama "The Heirs"


Dari Kiri Ke Kanan Semua Ciptaan Tuhan Yang Mana Yang Kamu Dustakan???!
Baru-baru ini jagad raya lagi dihebohkan dengan Drama Korea terbaru yang bertabur bintang, The Heirs.

Saking bertabur bintangnya itu drama silauuu banget, saban kali ditonton bikin jantung berdegup bak bedug yang bertabuh di malam takbiran. Bikin bibir sariawan akibat gigi yang gak tahan akan setiap kejutan.

Gimana enggak, pemain cowoknya tampan-tampan, pemain ceweknya yahh ga beda jauh lah sama para pembaca blog ini *menjilat readers*.

Tapi emang salah umur segini masih nonton drama korea, sebab efeknya itu SUBHANALLOH banget!!! Baru kemaren kayanya gak bisa Move On dari So Ji Sub di Master's Sun dan berjanji setia untuk jadi pemujanya...eh begitu dijejelin Lee Min Ho yang iteman dikit di The Heirs langsung abai sama sumpah sendiri *penggemar labil*.

Ini drama, sampe gue nulis di blog ini, baru berjalan sampe episode 8..tapi efeknya ngayalnya udah luar biasa. Berikut kira-kira dampak semi permanen yang mulai berasa ke diri gue.

- Berkhayal seandainya gue punya kakak yang tinggal di luar negeri dan bengal, jadi bisa gue samperin tuh si empok terus pake nyasar-nyasar biar ketemu jutawan muda kaya, tampan, dan dermawan
--> Kenyataan : gue anak paling tua dan paling bengal, belom ada duit buat tinggal di luar negeri. Boro keluar negeri, keluar kota aje masih ngutang

- Kalo jalan-jalan ke luar negeri pengen ngilangin paspor, siapa tahu ketemu cowok baek hati yang mao kasih tumpangan rumah terus berujung naksir
-- >  Kenyataan : Boro-boro ilang, ada juga tuh paspor hanyut pas banjir kemaren. Sukur-sukur numpang di rumah cowok ganteng, ini mah molor di pos pengungsian.

- Pengen manjangin rambut biar ada cowok yang iseng elus-elus pala dan lepas kunciran dengan kasih sayang *hueekk*
--> Kenyataan : Boro dielus sayang, yang ada ini pala dikeplak mulu sama kameraman tipi yang bringas-bringas saban doorstop orang buat wawancara

- Pengen jadi murid sekolah transferan yang penuh orang kaya terus jadi rebutan
-- > Kenyataan : LULUS SEKOLAH AJE UDAH ALHAMDULILLAH LOE, UNTUNG GURU-GURU LOE PADA SABAR NGADEPIN LOE *kata emak gue*

- Pengen punya seragam imut biar bisa jalan centil di sekolahan
--> Kenyataan : LOE GAK INGET ITU ROK SEKOLAH DULU SETIAP MINGGU MESTI DIKASIH KE TUKANG JAITAN GARA-GARA SOBEK MELULU ?? JALAN DULU YANG BENER, JANGAN CENTIL-CENTIL *kata emak gue lagi yang sempet mempertanyakan gender anaknya di masa-masa pubertas dulu T.T*

- Pengen kalo lagi jalan gelap-gelapan, tiba-tiba ada cowok baek hati yang nyalahin lampu taman biar bulan di langit malu karena kalah bercahaya dibanding wajah gue yang berbinar bahagia
-- > Kenyataan : Mbok ya masuk akal sedikit, udah tahu bahan bakar lagi mahal ya penghematan listrik lah. Apalagi TDL lagi naik taon ini. Mahal itu nanti *kata temen-temen di pressroom kementerian energi*

- Pengen punya ibu yang kerja di rumah majikan kaya beranak tampan biar bisa goda tuan mudanya dan sekolah bareng
--> Kenyataan : ANAK DURHAKA LOE!!!! MASA EMAK LOE UDAH KECE BEGINI DISURUH JADI PEMBOKAT DI RUMAH ORANG, GUE MASUKIN PERUT LAGI LOE!!! *jerit emak gue sambil banting tabung elpiji*

Kawan, drama memang tidak seindah kenyataan. Sekian.


Kamis, 10 Oktober 2013

It Started With A Poem

Everything happens for a reason.

Indeed, that was a classic sentence. We, or Me, especially, already read and listened about that words too often. I know the meaning of its, but never thought too much about its. At least not until i realized , by having those special experiences by my self, that there is something could really happened for a reason. And i used to call it as destiny.

Destiny..sometimes bring me to some places to meet some peoples. These people, as time goes by, will become someone special in my life. Maybe they will become my bestfriend, my
nonblood family, or husband *wish i'm gonna meet the last one as soon as possible*

Well, mostly they will become my bestfriends. For an example, i believe that i was destined to work at my recent office , except to have so many knowledges and experiences about life, is to meet someone who someday becomes my craziest 'padang' bestfriend ever, Sutci , who recently popular with her dangdut's name : UCI TSUNAMI

*Me, Uci and Anggi enjoyed our holiday in Singapore*

I never choosed her as one of my bestfriends, but the times did. We experienced almost everything that we need to in our girlfriend relationship for almost three years *geez , feels like harrem story LOL*. Until one
day, in the nearest mall of our office, we had this conversations.

Me : I don't know Ci, seems like i was destined to work here. I, even, have known GM sinced i was in junior high school. I read his poems, learned about it and joined a poem reading competition. Hahaha
Uci : Really ? What competition ?
Me : Poem reading competition which was held by Gramedia, few years ago. I still remember the book and the tittle of the poem which was created by GM. The tittle was ...
Uci : Puisi buat Yap Thiem Hien
Me : Yeahhh, how did you know that ?
Uci : Because i also joined that competition! LOL
Me : LOL!! Really ? But aren't you in Depok at that time ?
Uci : No, i was a junior high school's student at East Jakarta. So i can joined that competition, it was held in gramedia matraman. Wasn't it ?
Me : Yes it was, do you still remember the poem?
Uci : Of course!!
Uci & Me : KYAI BISRI, DIMANAKAH KAU KYAIIIIII ????
Me : LOL, Silly wasn't it ? Did you win the prize ?
Uci : Not as a big three, but i was about in the big 5 winner
Me : Really ? How could this happened, me too Uci!! I was in the big 5 winner. So, we can say that, few years ago we already standing side by side on a big stage, but we didn't know each other...or didn't care actually.
Uci : Yes we were, and now for almost 12 years later...we are standing together..side by side and laughing to our first coincident meeting. LOL, it just like a Korean Drama!!
Me : Damn, i started to curious that competition was a curse to both of us. Because we trapped in this situation and work at the same office where you know that the poem's owner also worked in here. LOL
Uci : BISA JADIII! LOL

Yup, my first meeting with Uci was'nt three years ago as i thought before. But more than that, so it doesn't surprised (me) anymore if we have some chemistry and feel so connected to each other. Because God, already gave us a sign about our future (or recent condition) sinced 12 years ago to both of us. Funny, isn't it ? How destiny works in to your life, you could never predicted that, it just happened and it was planned perfectly maybe while you are sleeping in your mommy's womb.

Lets play our imagination a little bit far, if i have met one of my bestfriends since 12 years ago but i never realized it until few months ago. It is also possible that i have met my soulmate or my half , few years, months, hours, or maybe minutes ago.... But i just didn't realize it. Not yet. Not this time.

Xoxo

Jumat, 20 September 2013

Endometriosis.. Apaan Tuh ?

Waktu tulisan soal kista diposting di blog ini beberapa waktu lalu, banyak kawan-kawan perempuan yang bertanya maupun curhat soal gejala yang sama. Saran sayah waktu itu salah satunya adalah ke dokter dan coba minta pemeriksaan ultrasonologi ato USG untuk ngecek apakah ada kista atau enggak.

Banyak yang ngikutin saran ini, dan beberapa ada yang jawab ternyata gak ada kista. Alhamdulillah... Tapi gejalanya masih terasa sampai sekarang, mulai siklus gak teratur, nyeri sebelum-saat-dan sesudah haid yang luar biasa, dan tidak normalnya darah yang keluar saat periode haid berlangsung.

Jujur saya sendiri bingung jawabnya, karena ilmunya belom sampe. Nah, beberapa waktu lalu saya ikut seminar soal endometriosis yang bisa dibilang semacam penyakit cikal bakal kista.

Apaan sih endometriosis itu ? ya itu tadi, semacam cikal bakal kista.




Kenapa bisa ada endometriosis ?
Menurut Dr. Andon Hestiantoro SPOG, salah satu pembicara di seminar, penyakit ini sendiri terjadi akibat darah haid yang membalik dan masuk ke dalam rongga perut dan menempel. Penyakit ini bisa dipastikan dialami oleh 90 persen wanita yang masih dalam usia produktif alias masih menstruasi gitu.
Nah, darah haid yang membalik itu, dengan kekebalan tubuh yang cukup harusnya bisa dapat dibersihkan."Tapi adakalanya kekebalan sistem tubuh tidak bekerja baik, sehingga menyebabkan timbulnya endometriosis," kata dia.

Biar lebih jelas lagi, coba ketik endrometriosis di google lalu klik image/gambar...pasti entar paham maksud si dokter. Sebab itu bener-bener persis kayak darah haid kita yang biasanya ada di pembalut..cuman ini nempel ke mana-mana di organ tubuh.

Kata Dr Andon, memang susah mendeteksi penyakit ini. Kalaupun di USG gak bakal kelihatan. Penyakit ini juga ajaib, ada yang endometriosisnya seiprit atau cuman semacam susukan tapi sakitnya bisa sampai berguling-guling. Sementara ada yang bercak endometriosisnya udah kemana-mana, tapi masih cengar-cengir aje.

Para perempuan, juga sering kebingungan gara-gara penyakit ini. Sebab, begitu di cek ke dokter ternyata jawabannya gak ada apa-apa atau kadang malah dijawab ,"Ah ini gak apa-apa. Nanti kalau sudah nikah juga hilang sakitnya." Eng...Ing..Enggg.....

Kalo udah sakit tapi ga ketahuan apa sebabnya dan malah disuruh kawin, waspada!! Jangan-jangan dokternya aja yang ngelaba tuh!! hehee bukan deng, maksud sayah waspada karena bisa aja itu gejala endometriosis.

Lah kalau di USG aja gak ketahuan,gimana dong cara mastiinnya ?
Kita bisa ngecek apakah ada endo dalam tubuh kita dengan tes uji darah CA 125 , disitu nanti ketahuan apakah ada endometriosis di tubuh kita atau enggak.

Atau kalau berobat ke dokter spesialis, bisa minta resep obat yang mengandung dienogest. Nah gimana pemakaiannya bisa ditanya ke dokter terkait, saya lihat sekilas itu kaya pil KB yang minumnya harus rutin. Biasanya sih terapi dengan dienogest ini efektif untuk hilangkan nyeri sekaligus mengurangi lesi-lesi si endometriosis tadi. Terapinya sendiri bisa berbulan-bulan loh.

Minggu, 25 Agustus 2013

Resepsi




"Aduh, Maaf ya mbak. Saya capek banget tadi abis antri salaman sampe satu setengah jam," kata Dimas Beck si artis itu. Saya mah cuma senyum-senyum aja nanggepinnya, biar kata dalam hati ngegerutu.
Gak lama, saya dan Mb Sari keluar dari ballroom hotel megah itu. Di depan, si penjaga suvenir juga mengeluh. Riasan tebal yang mestinya membantu menonjolkan kecantikan wajah, luntur oleh rasa lelah dan kantuk yang mulai menggelayut.

"Aduh, capek gue. Tamunya ga habis-habis," begitu kalimat yang saya dengar dari bibir tipisnya yang berbalut gincu merah.

Bukan cuma dia yang capek, sayah yang pake heels 7 cm demi eksistensi di kondangan salah satu wakil presiden negeri kita ini juga capek. Berdiri hampir dua jam, menumpukan beban seberat 60 kilogram pada sepasang tumit yang beberapa ons jelas bukan perkara ringan.

Sebelumnya, saya juga kondangan dengan selop yang ber-heels setinggi 5 cm dan berdiri selama 1,5 jam nonstop. Bagian tubuh atas bercanda, tertawa dan sebagainya. Bagian tubuh bawah terus bekerja menahan beban.

Ya habis gimana lagi, dari resepsi warga biasa sampe pejabat emang jarang di sediain bangku kan. Demi mengundang 1000 orang masuk dalam gedung, kursinya cukup 50 aja. Kursi hanya untuk lansia dan wanita hamil kayak di kereta commuter. Tren resepsi disini memang begitu.

Pulang kondangan, saya ngobrol lagi dengan salah satu kawan yang dalam beberapa bulan ke depan bakal menggelar resepsi pernikahannya juga. Di taksi, sambil pijet-pijet kaki, saya dengar ceritanya tentang persiapan resepsi selama setahun belakangan. Wow! Lalu mulai masuk ke sesi keluhan, dimana ini bukan pertama kalinya saya dengar dari orang yang mau nikah. Rata-rata, soal resepsi ini selalu bikin pusing si calon mempelai. Bisa berbulan-bulan, bisa juga hitungan tahun.

Kadang mereka bilang, capeknya urusin itu akan terbayar di Hari H. Oh, oke!

Tapi saya itu orang yang simple minded. Orang yang berpikir kalo pernikahan itu seharusnya sesuatu yang bikin bahagia, dimana prosesnya itu juga harus bikin kita bikin bahagia, bukan bikin pusing. Pun merayakannya adalah dengan mereka yang selama ini keberadaannya membuat kita bahagia, lah ngapain juga kan ngundang orang yang hobi ngomongin kita di belakang. PR banget deh.

Sejauh ini resepsi yang konsepnya saya suka dan pernah hadiri adalah pernikahan antara Mas Dwi dan Mbak Fin di sebuah kafe di kemang. Simple, berkesan dan tidak ribet. Paling penting adalah, tamu bisa menikmati makanan sambil duduk. Lah makan bakso di pinggir jalan aja disediain kursi, masa ini udah pake baju pesta rapih + dandan dan masuk gedung makannya masih berdiri.

Terus saya berkhayal, kalau misalnya saya menikah suatu hari nanti. Mau kaya gimana ? Yang pasti saya cuma mau merayakan itu sama orang-orang terdekat aja. Pernah liat pernikahan ala Bella dan Edward di Twilight ? Duh andai aja Alice ada di dunia nyata, keren banget konsepnya.

Seperti yang saya bilang, saya mau dalam prosesnya saya juga seneng dan bahagia. Mulai dari undangan, meski sebagai ratu eksis punya kenalan dan temen dimana-mana, gak semua saya undang. Misal sampe undang orang populer gitu yang karangan bunganya bisa dipajang, ogah deh!

Saya mau, pernikahan hanya dihadiri oleh keluarga inti, lalu keluarga dekat yang memang benar-benar dekat. Bukan keluarga yang nempel ikatan darah aja, yang jarang peduli, terus tau-tau mao nongol. Errr.

Dilanjut sama sahabat-sahabat terdekat sejak kecil sampe sekarang. Untuk mereka yang spesial, saya bahkan mau bikin undangannya sendiri. Bikin ya, bukan cetak.

Akadnya, saya pingin pakai gaun yang pas. Mudah-mudahan sih badan saya ga lebar lagi nanti, hehe. Gak usah kebaya yang gimana gitu, yang penting cantik. Make up-nya ga perlu tebel, yang penting investasi perawatan supaya pas hari H manglingi, ciehhhh.

Lokasinya, alam terbuka dengan hiasan bunga cantik. Undangannya duduk di kursi yang udah ada meja, dan menyaksikan proses akad dengan hikmad. Setelah akad selesai, semua berbaur. Bisa menghampiri si pengantin, atau pengantin hampiri mereka. Pokoknya bebas. Hehehe, lebih prefer sih klo ngadain acaranya di luar Pulau Jawa, asal lokasinya bagus dan cantik. Itukan juga bisa jadi pembenaran supaya tidak terlalu heboh acaranya.

Lanjut ke selesai akad, pengennya sih si mempelai pria kasih kejutan gitu buat saya. Ihiyyy..apa kek, nyanyi kek ato joget parodi lah. Pokoknya do something unforgettable dan membuat saya merasa jadi orang paling bahagia saat itu. Like a real princess, bukan barbie yang dipajang di pelaminan.

After that, giliran saya kasih kejutan. Hihi.

Untuk kawan-kawan tersayang lainnya dan kerabat lainnya, pinginnya saya nanti bikin sebuah video atau film pendek yang intinya menyampaikan bahwa kami sudah menikah dan mohon doanya saja. Sementara buat orang-orang dan para tetangga yang baik, mungkin dirayakan dengan cara gelar syukuran pengajian aja dan makan-makan di rumah. Intinya semua bahagia!!

Dengan lokasi di luar Jawa, maksud hati biar nikah itu benar-benar jadi waktu damai. Waktu untuk lepas dari segala keramaian dan hanya menghabiskannya dengan orang-orang yang kita cintai. Habis nikah, bisa langsung caw juga buat honeymoon.

Yahh...tapi itu semua kan hanya angan. Secara, masalah adat dan budaya dimarih agak susah digoyang. Apalagi keluarga dari Papa sayah jawa banget, para bude udeh mewanti-wanti sejak jauh hari. Keluarga nyokap juga rempong abis. Behhhh...hidup memang tidak semudah keinginan. Lagian ketemu calonnya aja belom, udah sok ngekhayal pernikahan..hahaha!

Well apapun yang terjadi, semoga realisasinya gak perlu heboh dan konsepnya bisa diterima dengan orang-orang terdekat. Karena resepsi itu kan sejatinya cuma merayakan sebuah perjanjian. Perjanjian satu hari untuk mengikatkan diri selama seumur hidup. Jadi alih-alih sibuk buat satu hari perayaan, mending sibuk buat siapin bagaimana menjalani hari-hari setelah perjanjian itu dijalin nantinya.

Wallohualam Bis Showab

*gusti yang lagi kebanyakan kondangan

Sabtu, 24 Agustus 2013

Cerdas Cermat ala Tanah Abang

Cerdas Cermat ? Kapan coba kalian terakhir denger itu kata, pasti pas duduk di bangku sekolah kan, bukan di bangku kopaja apalagi bangku listrik.

Nah, begini ceritanya. Iseng-iseng, gue dan temen-temen sekampung bikin lomba cerdas cermat buat ngerayain 17 Agustusan. Konsep lombanya sama kaya lomba yang dulu kita liat di TPI versi Televisi Pendidikan Indonesia.

Sebelomnya kita pernah bikin lomba ini 4 taon lalu di tempat gue. Pesertanya masih banyak, secara dulu lebih banyak orang ketimbang bongkaran. Gak kaya sekarang.

Nah berhubung selama 4 taonan itu 17an selalu bareng sama bulan puasa, jadi segala lomba maupun perayaan pun vakum. Karena warga sibuk ibadah, idealnya, kenyataannya sih sibuk heboh lebaran.
Akhirnya, malam ini 24 Agustus kita bikin lagi. Pesertanya turun drastis ketimbang yang lalu, emang karena udah banyak gusuran juga sih. Maklum kita warga aseli yang masih bertahan di pusat Jakarta.
Bikinlah kita dengan peserta 4 tim, langsung final. Nah, pertanyaannya sih standar-standar aja. Tapi jawaban si bocah-bocah yang bikin ngakak.

Mulai dari cita-cita, kalo dulu ditanya cita-cita kan jawaban para bocah standar yak ; dokter, presiden, insinyur.

Bocah sekarang, beragam booo...ada sih yang standar macam pilot ato dokter. Tapi ada yang pilih jadi ; penyanyi, model (model loh!) sampe pelawak. *bisa dibilang ini efek acara tipi*

Ada yang unik nih, diantara mereka semua ada dua orang pengen jadi DESIGNER baju..*mungkin ini efek rumah yang terlalu deket sama Thamrin City* dan satu lagi DISEYNER *mungkin ini sama kaya designer maksudnya*

Lomba pun dimulai, kita bahas dari Grup A. Pertanyaan pertama lancar soal IPA. Pertanyaan kedua mulai keliatan gelagatnya, si bocah bukannya pencet bel dulu..malah nunjuk-nunjuk dulu sambil tereak jawabannya macam Jaja Miharja di kuis dangdut. Haha!! Anaknya masih SD, klo jawab nyolot. Pas masuk pertanyaan siapa nama Gubernur DKI sekarang, si bocah pun berdiri, nunjuk-nunjuk dulu, terus tereak."Joko Widodo". Ah! Siapa yang ga kenal Pak Jokowi.

Temennya yang SMP kalem jawab beberapa pertanyaan, yang satu lagi sibuk ngunyah makanan hahaha.
Beralih ke Grup B, doi kebagian pertanyaan orang populer juga. Yang saking bernafsunya salah sebut jadi "Barrack Odama eh Obama!".

Terus ke pertanyaan IPA, soalnya adalah apa sebutan hewan yang bereproduksi dengan cara melahirkan. Bukan bertelur. Lamaaaa banget mikirnya sampe akhirnya keliatan mantep tampangnya dan teriak. "Gajah!". Huahahahah! Emang sih gajah melahirkan, tapi maksudnya bukan itu. Maksudnya adalah vivipar.

Terus ke soal, siapa pencipta lagu Indonesia Raya. Dia ragu, tapi tetep coba jawab."Hajiii...Hajiiii. Haji Muntahar!" Meledaklah tawa orang sekampung, dan komentar candaan berdatangan. "Kebanyakan nonton tukang bubur naek haji nih!" Begitu.

Di Grup C, ada pertanyaan soal kera putih yang menolong Rama dalam lakon Ramayana. Dengan pede dia mengambil mic dan menjawab. "KERA SAKTIIII!!" yang ini bener-bener dahsyat, soalnya si temen pat kai disebut-sebut.

Komentar pun berdatangan. "Yaaa kan emang sama-sama monyet si Sun Go Kong ama Hanoman. Kita ga pernah tau, sapa tao Go Kong ama Hanoman ternyata temen pesbuk."

Begitu pokoknya deh, dan pertanyaan-pertanyaan lain yang jawabannya juga unik apalagi dengan ekspresi mereka.

Kelar lomba, yang tua tua ga mao ngalah dan pengen eksis juga. Akhirnya dibikinlah lomba dengan pertanyaan yang ngaco..dan makin ngaco jawabannya.

Gue sih nikmatin ajah waktu-waktu begini, eksis di kampung selagi masih bisa. Dua tiga taon lagi belom tentu ini kampung masih ada, bisa aja abis blas. Mengingat letaknya yang bener-bener di pusat kota. Belom tentu 5 atau 10 taon lagi kita bakal ketemu lingkungan yang sama. Lingkungan dimana berbaur jadi esensi penting dalam eksistensi sebagai mahkluk sosial, ga sekedar berinteraksi via jejaring sosial aja.

Dinikmatin aja, sebelom nantinya kita jadi warga ibukota yang sangat individualis seperti warga-warga ibukota di negara maju lainnya, yang kepedulian sosialnya terus terkikis.
Mungkin udah jarang anak muda yang berbaur sama lingkungan rumah mereka, ato bahkan ga kenal sama tetangga mereka sendiri. Ato bahkan salaman sama orang-orang di mesjid dan saling memafkan menjadi hal asing bagi mereka. Nikmatin aja proses pergunjingan yang ada dengan batasan-batasan tertentu, yang penting kita masih bisa ketawa sama-sama.
Sekian

Xoxo

Minggu, 18 Agustus 2013

Mencoba Donut Brazil

Aloha, untuk pertama sejak saya nge-blog. Kayaknya baru kali ini bahas soal kuliner. Tapi kuliner sayah mah ga jauh-jauh, yang inget ama yang deket aja. Sebenarnya pas jalan-jalan kemana gitu suka potretin makanannya dengan niat suatu saat bakal di posting di blog ini. Tapi ga pernah kesampean, makanan keburu ludas..niat keburu kandas.

Sip, kita mulai. Beberapa waktu lalu *kalimat keterangan waktu yang tepat untuk orang pelupa macam sayah, hehehe* ketika lagi blogwalking saya lihat banyak blogger makanan yang review soal donat asal brazil. Donat yang ga bolong tengahnya dan gak bulat. Namanya Churros.

Donat ini bentuknya panjang, dan cara makannya biasanya dicelupkan atau di dipping ke coklat cair. Slurrrp! Ngeliat reviewnyanya ajah saya udah ngiler. Salah satu restoran yang menyediakan menu Churros ini adalah Churreria yang ada di Grand Indonesia lantai UG West Mall. Tepat di sebrangnya Forever 21.

Menu utama di cafe ini emang donat yang ga bolong itu, dengan merogoh kocek sebesar Rp 28.000 kamu udah bisa dapatin 4 Churros dengan optional icing (sugar/cinnamon) dan satu dipping (coklat susu/white coklat/dark chocolate/satu lagi lupa hehehehe).



Sayah kebetulan coba yang porsi 6 churros dan dua pilihan dipping yaitu milk chocolate dan dark chocolate dengan taburan gula. Harganya sekitar Rp 48.000, hehehe ini bisa buat berdua. Tadinya mau pesen yang opsi 12 churros dan 4 dipping, tapi makan 3 biji ajah ternyata kenyang bangett ngett.

Untuk minuman, menu unggulan Cafe Churreria ini masih seputar coklat, kopi dan kerabat-kerabatnya. Coklatnya, kata tulisan di menu, khas dari Spanyol dan diolah dengan teknik khusus. Berhubung sayah berpikir bakal enek banget minum coklat karena akan makan donut tercelup coklat saya pilih minum Kopi aja, Mocha Float, dengan kadar esspresso minta tidak terlalu kental.



Minuman ini segelasnya dihargai sebesar Rp 38 ribu, mahal ya boo. Tapi kalo kata iklan, kopi 40 ribu harus bisa ngewifi berjam-jam biar setimpal. Eh ternyata, wifinya ga begitu kenceng :((
Sementara teman saya, Maikel, haqqul yakin mau minum coklat asli menu andalannya Cafe Churreria, Royal Chocolate yang secangkirnya Rp 30 ribu. Duh ngeliat coklatnya yang begitu kental, nyicip itu minuman aja sayah ga berani.



Secara keseluruhan, donat dengan cita rasa latin ini emang wajib buat dicoba. Apalagi pas panas-panas lalu langsung dicelup ke coklatnya. Slurrrrrp!!! Delicioso *bener gak tuh? Ngikutin Dora aja sayah mah..hehehe*

Selamat mencoba

Kamis, 08 Agustus 2013

Bye Ramadhan!!

Mari kita evaluasi diri, target #30hariNgeblogRamadhan itu sulit. Setelah ditotal tampaknya sayah hanya mencapai 12-13 kali posting. Dan ini adalah posting penutupannya.
Meski ga bisa kejar target, i'm still proud of my self. Karena setelah bertaon-taon jadi blogger baru sebulan ini bisa posting sampe belasan kali. Trust me it's worthed klo kata iklan.
Dari sisi menjalani Ramadan kali ini tampaknya sayah kembali mengalami degradasi, ibadah wajib sih tak ada yang terlantar tapi ibadah sunnah banyak yang tak terkejar. SAYANG BANGET!!! Semoga kita masih dipertemukan Ramadan berikutnya.
Ah, sayah sangat rindu Ramadan yang saya jalani semasa sekolah dan kuliah dulu. Semangattt banget jalaninnya, sampe kalo tiap takbiran nangis karena puasanya udahan. Abisnya kan lebaran cuman 4-5 jam aja, abis itu udahan.
Sekarang juga masih nangis, nangisin ketololan diri sendiri yang menyia-nyiakan kesempatan yang diberi sama Alloh..:(((
Kata Ustad sayah, banyak orang yang bilang lebaran adalah hari kemenangan. Kemenangan bagi mereka yang beriman dan menjalankan Ramadan dengan ikhlas dan sepenuh hati. Tapi, sebenarnya ditinggal Ramadan itu adalah musibah.
"Ibarat kata Ramadan itu kekasih kita, kalau ditinggal kekasih bukankan suatu musibah buat kita?" Kata Ustad.
Iya juga sih, Ramadan dalam satu riwayat hadits merupakan waktu yang sangat diidam2-kan oleh Nabi Musa AS. Sebagai Rasul, doi itu salah satu Rasul yang bisa berbicara dengan Alloh , kemuliaannya diakui.
Saking bisa bicara langsung sama Alloh, Nabi Musa pun bertanya waktu itu.."Ya Alloh apa ada hampa yang lebih mulia selain saya yang bisa bicara dengan-Mu" tanyanya.
Alloh jawab "Ada" banyak malah. Yaitu ummat Rasululloh SAW yang menjalani ibadah puasa di Bulan Ramadhan. Subhanalloh!
Alloh bilang kira-kira kaya begini, "Hai Musa, ente ngomong sama Ane itu masih ada sekat. Ummat Muhammad itu kaga ada sekat, mereka bisa berdoa langsung dan sampe ke Tuhan mu ini."
Lalu sayah inget-inget, kan emang ada tuh ayat quran yang bilang dan bunyinya kaya gini kira-kira. Ibadah puasa itu ibadah yang urusannya sama Alloh, buat Alloh. Jadi Alloh yang itung semuanya, malaikat ga tau soal itungannya.
Balik ke soal puasa, Nabi Musa AS pun iri sejadi-jadinya sama kita * dalam artian baek ya*. Doi bilang, kalo begitu dia bakal pilih untuk jadi ummat Rasululloh SAW aja.
Jadi, di Bulan Ramadan semua waktu itu menjadi afdhol buat berdoa. Afdhol itu artinya terbaik. Kalo di waktu biasa ya semua doa tetap di dengar, tapi waktu afdholnya kan itu ada..misal di sela-sela iqomat dan adzan, di sepertiga malam dsb.
Nah seluruh waktu itu afdhol di Bulan Ramadhan, tapi ada waktu yang lebih istimewa lagiii dimana doanya bisa diijabah sama Alloh yaitu jelang adzan berbuka. Behhhh, tapi jelang adzan ini biasanya kita sibuk cari takjilan ketimbang membasahkan lidah dengan dzikir dan doa kan. Soalnya sayah juga begitu, tapi klo lagi inget biasanya disempet2in dzikir sama doa...sambil aktivitas sehari2 juga gapapa. Kalo sayah misal sambil RPM ato tritmil dzikiran lah hehehehe biar ga pingsan juga jelang buka.
Nah begitulah kira-kira. Soal doa ini, Insya alloh dikabulin ato diijabah. Cuma masalah waktu Alloh yang atur yakin aja deh Alloh tahu yang terbaik buat kita.
Ngomong-ngomong soal doa ini, sayah sempet dibilangin ama Kaka Sepupu saya, dia bilang kalo ibadah kita ikhlas lempeng..Alloh bahkan menjawab doa kita secara langsung. Terus dia bilang tes aja ama doa yang kecil, bakal takjub sendiri nantinya. Bahkan itu ga perlu doa yang kaya bagaimana, cukup nyebut dalam hati aja udah didenger.
Dulu, dulu kan waktu kuliah iman sayah emang lagi dahsyat2nya tuh. Nasihat kakak sepupu sayah yang sekarang satu jamaah sama Sakti Sheila On 7 ini saya dalamin betul.
Simple, pas puasa siang-siang dan ga tidur akibat ujian akhir. Abis ujian tiba-tiba kepikiran, Ya Alloh buka pake es degan yang pake sirop merah enak nih kayaknya. Seger.
Ya udah, pulang sore ke tempat bude seperti biasa. Tiba-tiba di meja udah tersedia es degan persis seperti yang dibayangin. Padahal Bude itu itungannya jarang beli es buat bukaan puasa, apalagi dia sampe bela-belain beli sirop biar es-nya merah
Maklum, bude sayah udah rada sepuh. Biasanya yang ditugasin beli bukaan puasa sih sayah atau si mbak-nya. Tapi kali itu Bude sendiri yang beli, kata Bude "Tadinya ga ada niat beli, terus kayanya lagi ada yang pengen buka pake es degan. Ya udah beli aja, ternyata kamu toh."
Begitu, itu hal kecil. Dimana kata Kakak Sepupuh saya, Alloh kadang menjawab doa dengan menggerakkan hati orang-orang yang ada di sekitar kita.
Eh btw panjang juga ya saya nulis, hehee. Soalnya kalo urusan doa ini saya termasuk orang yang kepercayaannya garis keras. Dan di 1 syawal, sebelom berangkat Ied tadi saya ucapin sebuah doa atau keinginan..kecil sih, tapi bermakna buat saya sebagai sebuah pertanda. Dan malamnya terjawab, hehe.
Doa apa itu ? Itu rahasia saya sama Alloh sajaa.
Muachhhhh!! Happy Ied Mubarak kawan. Semoga kita bertemu Ramadan taun depan :)

Selasa, 23 Juli 2013

Ramadan Day 14 : Bacaan Bagus!!

*sampe sekarang masih bingung ini Ramadhan hari ke berapa*
Teringat kejadian semalam yang biasa-biasa aja...tapi mengorek suatu kenangan dari sayah.
Seperti biasa, tiap malam sebelom tidur sayah cek semua akun jejaring sosial sayah..cari-cari yang menarik. Terus salah satu teman Kpop sayah yang juga bloger buku ngetwit soal give away di blognya.
Url demi Url saya klik karena penasaran, nyasar ke blog orang lalu ke akun sosial tempat orang biasa meresensi buku : goodreads.
Saya dulu punya akun ini dan cukup aktif sampe kelar kuliah. Dari Goodreads itu saya dapat beberapa kawan baik di Indonesia maupun di Ancol...zzz ya di luar negeri lah kamsudnya. Masa di ancol, dipikir saya bisa bahasa dugong haha.
Beberapa kawan itu bahkan berteman dengan saya di facebook, dan beberapa juga sering sms-an iseng *baca : saling menggebet*. Tapi itu duluu.
Alasan saya ikut Gudreads jelas, karena saya suka baca buku..bukan nonton tivi. Ya secara dulu baca buku itu sedikit banget distraksinya ga kaya sekarang. Kayanya hampir semua buku yang saya baca saya review atau setidaknya saya bintangi untuk dinilai. Makanya karena punya Gudreads itu sayah bisa dibilang hampir jarang nulis review buku di blog ini.
Terus tadi saya iseng buka akun lama sayah, email dan password alhamdulillah masih inget. Klik dan taunya masih bisa boook!! Seneng deh, poto disitu juga masih kurus hahahaa.
Tampaknya setelah ini saya bakal coba aktif lagi di jejaring sosial satu itu. Doakan saja yah (^_^) v

Senin, 22 Juli 2013

Ramadhan 13 : Seragam Sosial

Saya beli sepatu warrior itu, rok saya di bawah lutut dan kaos kaki tinggi. Kemeja putih dengan lambang OSIS warna kuning ukuran M saya masukan ke dalam rok agar ikat pinggang berlambang serupa kelihatan.

Itu, sesuai dengan petunjuk manual yang diserahkan oleh sekolah pada Papa saya. Bagaimana menggunakan seragam dengan baik dan benar. Padahal, saya lebih suka pakai kemeja ukuran L dengan kancing terbuka semua dan kaos fido dido saya keliatan dari luar.

Ketimbang pakai warrior warna hitam dengan karet kaku, kalo ada duit saya lebih pilih pake sepatu Nike Ninja yang lagi tren. Tapi Papa saya kekeuh, pake seragam ya sesuai aturan katanya.

Lalu saya tanya, kenapa mesti pakai seragam sih di Indonesia. Toh saya lihat anak sekolah di luar negeri seperti yang ada di opera-opera sabun layar kaca, mereka ke sekolah pakai baju bebas.

Papa saya cuman bilang, "Emang kamu punya baju banyak ? Kalo pakai baju bebas nanti kamu yang malu. Bajunya itu-itu aja, yang bagus cuman sedikit."

Benar juga, beli seragam sekolah saja saya harus ke Pasar Bendungan Hilir setidaknya dua tahun sekali. Papa saya nawar mati-matian ke Uda penjual seragam supaya bisa beli seragam agak banyak. Biasanya sekali beli itu tiga pasang saja, buat Senin putih-putih sisanya seragam kemeja putih dan bawahan biru atau abu-abu tergantung masa sekolah.

Saya adalah contoh nyata  panduan seragam yang baik dalam bentuk tiga dimensi. Semuanya baru dari atas sampai bawah, kalau kinclong begini, saya yakin gak ada yang tahu kalo saya berasal dari keluarga biasa aja yang berhasil masuk ke sekolah unggulan yang terkenal mewah di Jakarta.

Tahun pertama saya gaya pakai jasa antar jemput, kebetulan yang punya usaha mobil jemputan masih tetangga sama saya. Jadi urusan Papa yang melobi tarif, kalau ga salah di tahun 90an itu sekitar Rp 150ribu per bulan, sama dengan bayaran sekolah. Padahal gaji Papa saya saat iti belum sampai Rp 2 juta. Dahsyat memang biaya buat jadi warga ibukota. Keringat dikucur tak sepadan dengan uang yang dibuang.

Begitu masuk mobil jemputan, saya takjub. Ada sekitar 7 anak di dalam, sama-sama siswa baru di sekolah serupa tapi seragamnya tak sama dengan saya. Beda-beda. Setiap anak beda.

Ikat pinggangnya tak tampak, atau sekilas saya lihat pakai bahan kulit. Sepatunya hitam, tapi ada yang bisa pakai Nike Ninja, Gosh pantofel,dan Bee Bop kalau gak salah. Rok-nya, ada yang di atas lutut. Ada yang birunya beda dan lebih gelap. Kemejanya, ada yang hobi pakai yang lebih sempit. Ada juga yang lengannya di gulung.

Sampai sekolah, parade adi busana variasi seragam jauh lebih dahsyat. Meski pakai seragam, dengan gaya dan jenis yang beda kita bisa tahu perbedaan status sosialnya. Dari semua murid, saya lihat cuma anak laki-laki yang hobi pakai ikat pinggang osis berpangkal besi itu. Yang setelah sekian lama, saya baru tahu itu buat tawuran. Haish!

Benar kata Papa, kalau pakai baju bebas pasti saya terlihat gamblang berasal dari kasta mana. Pikir saya yang bodoh waktu itu, seragam sekolah ternyata ide yang tidak terlalu buruk buat mengurangi budaya pamer masyarakat kita.

Kalau seragam sekolah gunanya menyamarkan status sosial, ada satu seragam yang sangat saya benci tapi digandrungi oleh masyarakat kelas atas di sini. Yaitu seragam Baby Sitter, bisa kita jumpai dengan mudah kalau kita ada di pusat perbelanjaan.

Dari dulu, saya risih kalau ada orang kaya yang menyuruh pengurus anak mereka mengenakan seragam. Menurut saya itu gak manusiawi. Menunjukkan perbedaan kelas dan batasan bagi manusia yang sehari-harinya lebih banyak habiskan waktu untuk mengurus si anak ketimbang ibunya sendiri. Apa sih susahnya melihat asisten rumah tangga pakai baju biasa, kenapa mesti diseragam-in?

Gak cuman itu, kadang saya lihat kalau para kaum berlebih itu makan di restoran, si mbaknya cuma bisa lihatin aja atau suapin anaknya makan.

Pernah saya kerja sama orang Korea di Semarang. Mr. Kim namanya. Dia bilang dia juga ga suka kebiasaan itu. "Itu sudah jadi budaya ya di Indonesia ?" Tanya dia.
Saya jawab, bukan. Itu hanya dilakukan oleh mereka yang punya harta berlebih tapi serba kurang dari sisi nurani dan dangkal dalam berpikir. Biarin deh, saya emang ga suka.

Lalu Mr Kim bilang, dia pernah melabrak orang seperti itu di sebuah restoran karena si mbaknya tidak diajak makan. Mr Kim bilang ke mereka, kalau uang mereka tidak cukup buat bayar makan si mbaknya, biar pakai uang Mr Kim saja. Dahsyat!!

Dari semua kejadian itu, saya berpikir kayaknya seragam di Indonesia itu justru menunjukkan kelas sosial ya. Apalagi seragam yang dikenakan aparat, mulai dari hansip sampai jenderal. Siapapun pasti bisa lihat kan, begitu seseorang gunakan seragam yang menunjukkan pangkatnya. Udah deh tingkahnya selangit, petantang petenteng bagai jagoan.

Pun ya, ada seragam yang ga dimacem-macemin dan dipatuhi gayanya atau berfungsi untuk samarkan status sosial. Diantaranya itu seragam pemadam kebakaran dan seragam buat kunjungi area tambang mineral atau migas. Ya habis gimana kan, kalau gak nurut nyawa melayang. Emang mau ke lokasi tambang pakai high heels ?

Begitulah manusia dan hobi pamernya yang luar biasa.

Minggu, 21 Juli 2013

Ramadhan Day 12 : Absen Minded!!

Sebenarnya, sayah agak kesulitan menghitung ini Ramadhan hari ke berapa..ya maksud saya untuk Ahad tanggal 21 Juli, bukan untuk senin dini hari sebagaimana saya menulis postingan ini.

Kalau ini hari ke-12, postingan sayah soal the conjuring mestinya diitung untuk hari ke 11 dan soal EXO masuk di hari 10. Tapi saya sudah ling lung bedakan waktu, apalagi tau-tau sudah sampe tengah ramadhan. *sigh*

Ling Lung-nya sayah ini mungkin karena tenggat yang menggila, saya seperti gila mendadak karena dikejar oleh belasan ribu karakter yang harus selesai pada pekan ini bahkan besok, ya Senin ini. Tapi bukannya menyegerakan  proses perampungan saya memilih membuang ratusan karakter untuk mengisi blog ini dulu.

Menulis, saat ini, menjadi hal yang paling memuakkan karena sayah menulis hampir seperti robot. Menulis tanpa imajinasi dan rasa...dan itu membuat otak dan hidup saya agak ngaco belakangan ini..(well, pembenaran ajah sih).

Mari kita lihat seberapa sukses yang bisa saya capai pada pekan ini.

Sabtu, 20 Juli 2013

The Conjuring , Horor Sampai Akhir

Honestly, watching horor movies is not my hobby.
Selama ini film-film horor yang pernah gue tonton di bioskop bisa diitung pake jari. Film horor pertama yang gue tonton adalah Tusuk Jelangkung , karena saat itu heboh banget.
Horor disini tuh bener-bener yang versi ada setannya ya, pokoknya enggak banget deh.
Film horor terakhir yang gw tonton adalah Insidious kalo ga salah, nonton itupun karena dipaksana nemenin sohib waktu itu. Dan setelah nonton, dia pun menyesal mengajak gue nonton horor karena kasihan....huhu
Sebelumnya adalah gw sempet tengil-tengilan ama si Vitri buat nonton paranormal activy 4 sepulang piket malam. Kelar nonton jam 1 lewatan, naik taksi pulang ke rumah turun depan gang. Dari depan gang ke rumah kulalui dengan berlari sekencang mungkin musabab sepinya gang saat itu.
Nah baruuuu aja si Mb Ira nantangin gue nonton The Conjuring yang katanya based on the true story, jangankan kisah nyata ..yang fiksi aja gue udah ketakutan. Bersama Mb Fenny, kami pun sepakat nonton The Conjuring edisi midnight di bioskop kisaran rumah gue aja hahahah.
The Conjuring ini, sebagai orang yang paling ketakutan nonton pilm horor, adalah pilem horor terhoror yang pernah gue tonton. Umur gue berkurang satu dasawarsa kayaknya akibat kejutan-kejutan dan efek sialan di film ini. Jantung gue berdetak layaknya gue lari di atas tritmill selama 3 jam. Ngos-ngosann!!
Ceritanya gimanah? Jangan tanya!! Soalnya sepanjang pilem gue tutupin muka pake pashmina dan cuma teriak-teriak aja kalo efeknya udah macem-macem. Si Mb Fenny gue liat udah nemplok palanya di bahu Mb Ira.
Selama sejam, sutradara ga berhenti suguhkan kengerian pada penonton. Sampe akhirnya si Mb Ira yang mencoba tegar, mulai menonton dari balik bajunya. Zzzzzzzzz....
Film ini adalah gabungan paranormal activity dan insiduous, ada ritual exorcismenya segala dan ada adegan makhluk halus yang ngamuk-ngamuk.
Dari sisi cerita, kalian bisa cari tokoh-tokohnya di wikipedia karena memang hal ini terjadi. Terutama si pasangan demonologist itu, huooo itu bakal menambah rasa horornya.
Pulang nonton jam 2 dini hari, kami pun jalan kaki pulang ke rumah eike dulu. Dan sepanjang jalan itu si Mb Fenny malah cerita soal pengalaman serupa tapi tak sama yang pernah dia alami waktu kuliah dulu, persis kaya di pilem *ini apadah bahasa gue, serupa tapi tak sama tapi persis*
Buat penyuka pilem horor, ini wajib ditonton. Buat yang ga suka, kalian wajib ngingetin kawan kalian supaya ga ngajakin nonton ini pilem..karena horornya ada dari awal sampe akhir.

Jumat, 19 Juli 2013

Ramadhan Day 11 : EXO !!

Its been few days i didn't update my blog, i blame all the things called as a deadline!!! I owed my self like for almost thirthy something thousand characters to type..still i didn't finish it yet!!!

Mari lupakan segala sumber kejenuhan itu sementara.

Di tengah-tengah kesibukan aaya selama Ramadhan ini, alih-alih menambah hapalan surat-surat pendek..saya malah baruu aja berhasil ngapalin muka boyben yang anggotanya segambreng *lagi* yaitu EXO.

EXO sebenernya udah debut  sekitar taon lalu, CMIIW. Nah dari sejak debut, sayah cuman apal satu personel yaitu Kai. Begimanah kagak apal, secara EXO bisa dibilang artis yutub dengan teasernya yang bejibun dan dikuasai oleh penampakan Kai yang mirip Taemin SHINee ituh.

EXO juga sempet mampir ke Indonesiah dua kali, pertama pas Konser Suju taon lalu dan SM Town..saat itu sayah ga peduli hahahaha.

Waktu itu selain Kai saya cuman hapal personel EXO-M si Kris karena tingginya yang mencolok dan kemampuan bahasa inggrisnya yang aduhai. Jadi selama hampir setaon lebih dari 12 personel EXO saya cuman kenal dua Kris dan Kai. Sisanya karena saya rasa mukanya pada mirip agak susah dikenalin.

Sayah kan udah pernah bilang ya, waktu ngapalin personel SUJU aja saya butuh 3 hari 2 malam mantengin komputer, ngeliat klipnya ampe gila, di stop terus cocokin gambar..secara waktu itu teknologi internet belom sedahsyat sekarang.

Nah buat EXO saya butuh waktu seminggu non stop, itu juga karena dihajar gambar-gambar personelnya ama kpopper laen. Sampe akhirnya saya hapal. Tantangan terberat saat itu adalah membedakan luhan, baekhyun dan sehun. Beda gaya langsung ilang lagi apalannya.

Perlahan tapi pasti saya apal mulai dari personel EXO M dulu ; ada Kris, Tao, Lay, Luhan, Chen, Xiumin.
Lalu personel EXO K ; Kai, Chanyeol, Sehun, Baekhyun, Do, Suho.

Setelah apal adalah tentukan bias di grup ini.....yang setelah ditimbang2...saya jatuh hati sama Chanyeol.

Sekian

XOXO!!

Selasa, 16 Juli 2013

Ramadhan Day 7 : Saung

Saung biasanya ada di sawah, kalo Saung yang ini adanya di gang di sempilan gedung-gedung ibukota di Tanah Abang.

Kalo kalian ada di Grand Indonesia, misalnya mau check-in 4square ato nge-Path...pas cari lokasi ketemu namanya : Saung G atau Wealth Society apalah gitu. Nah itu saung yang sayah kamsud.

Ini saung ada di lapangan, tempat anak-anak gang biasanya nongkrong bareng. Bercanda, cela-celaan, dagang, nonton bola, kawinan, begadang,padang-padangan, nyetrika, rapat..ngapain ajalah.

Sayah mah jarang-jarang nongkrong di saung kecuali lagi pengen aja buat bersosialisasi, berhubung saya satu-satunya cewek dimarih jadi berasa kayak bidadari di tengah boyband...*padahal gak dianggap bidadari jugaaa, kalopun iya..gue adalah bidadari yang terpalak..alias jadi korban palakan mulu hahaha*

Nah, pas saya nulis ini saya lagi di Saung. Kenapa? Soalnya dari saung bisa akses wifi gedung sekitar, hahahhahaha. Wallohu alam bis Showab gimana cara para bocah-bocah dimarih buka itu akses wifi dan bisa disedot dari nih kampung. Saya nikmatin aja.

Sayah baru tau barusan pas di Grup Whats App anak-anak sekampung yang terdiri dari berbagai profesi, sadiskan nih geng pake Whats App jadi kalo rapat karang taruna pake conference, kalo lagi pada di saung nge-Wifi.

Mereka sih ngewifi pake hape masing-masing, nah kalo guah mah niat mau lanjutin donlotan drama hahahhaa sambil tenteng-tenteng laptop. Dengan pedenya bawa laptop, sampe saung disorakin."Woyyy yang laen bawa hape yang ini bawa nampan teh manis!!!"

Sayah mah cuek aja, langsung duduk di saung..mojok ngeblog dan nyedot wifi yang kecepatannya kalo lagi oke bisa sampe 100kb/s. Mantap!!!!

Senin, 15 Juli 2013

Ramadhan Day 6 : Failed!!! (?)

Semua bakal dipermudah oleh Tuhan, kalau kita punya niat baik untuk ibadah. Buat urusan satu itu, saya gak pernah ragu.

Dulu waktu kuliah, mungkin saya pernah cerita ini ke beberapa kawan saya. Saya tengah berpuasa sunah, tapi hari itu harus presentasi pagi-pagi mewakili pikiran puluhan kawan saya untuk mata kuliah PTUN kalau tidak salah.

Kelas mulai jam 7 pagi, jam setengah 7 saya kena serangan perut masuk angin. Tapi memutuskan tetap puasa. Kira2 jam 7 kurang seperapat saya baru jalan ke kampus. Mestinya sih mustahil sampe kampus jam 7 teng. Belum jalan dan nunggu angkotnya bla bla bla. Izin sakit juga ga mungkin dengan beban tugas yang aduhai. Jadilah saya bismillah aja.

Begitu keluar rumah bude tempat saya tinggal selama kuliah, baru jalan sedikit, tiba2 ada seorang ibu bawa motor menawarkan boncengan untuk sampai ke kampus. Demi Alloh, kenalpun enggak ama ibu itu. Tapi ibu itu baik banget nganter saya sampe kampus dan saya bisa sampe kampus pas jam 7 lewat dua menit.

Begitu saya tanya si ibu kenapa tawarkan saya boncengan, ibu ktu cuma bilang dia liat saya jalan dari belakang kayanya buru2 dan kaya ada yang gerakkan hatinya untuk bantu saya. Meski arah tujuan dia beda sama saya. Subhanalloh!

Nikmat Tuhan yang mana yang kamu dustakan ?

Alhamdulillah semua urusan lancar pada hari itu dan berakhir dengan baik, Alloh bantu semuanya. Setelah saya ingat-ingat, bantuan yang Dia beri itu benar-benar datang saat kita butuhkan meski kita tidak memintanya.

Lalu saya evaluasi diri, ah waktu kuliah dulu saya emang lumayan rajin ibadahnya ketimbang sekarang. Jadi Tuhan punya banyak cara memperlancar urusan saya di dunia, ya kan saya ga mungkin juga subuh-subuh berdoa sama Tuhan supaya turunkan tebengan gratis buat sampe kampus.

Balik ke waktu sekarang, ternyata Tuhan masih sayang meski saya kadang cuek. Saya rasakan belakangan ketika saya selalu luruskan niat dalam ibadah, tarawih misalnya. Ada rasa khawatir ketinggalan jamaah dan lainnnya karena urusan pekerjaan. Tapi bismillah aja, eh semua diperlancar dan kesempatan selalu ada buat ibadah dari awal sampe akhir kumplit.

Begitu saya ambil wudhu dan masuk shaf, sang Imam pun melantunkan ayat-ayat yang memang bagian dari Surat Favorit saya dalam Quran. Surat Ar-Rahman.

Sang Imam pun melantunkan ayat itu, Nikmat Tuhan yang mana yang kamu dustakan ?
Dilantunkan begitu syahdu hingga membuat saya gemetar. Tanpa sadar air mata saya menetes, mensyukuri segala nikmat yang telah diberikanNya. Ah, sudah lama tak merasa begini.

Tapi fatal, bukan apa-apa. Sebab setiap saya menangis selalu berujung dengan lapar luar biasa. Itu dari dulu, dari kecil. Padahal kan tahu sendiri kalau saya lagi diet. Walhasil usai tarawih, pantangan makan nasi saya kandas. Gak cuma itu, saya malah makan dua potong ayam junkfood itu saking laparnya.

Ya wis lah, nikmatin aja
..meski gagal sudah diet nasi pada hari ke-enam. Failed....tapi bukan berakhir, karena diet ini masih bersambung heheheheheh.
Soalnya apa, meski udah makan ayam beserta nasinya..begitu saya timbang berat badan udah masuk angka 59 tuh, artinya tetap turun hohohoho....

57 bisa!!

Sabtu, 13 Juli 2013

Ramadhan Day 4 : Buka Bersama



Beberapa hari lalu, guru les sayah bertanya apa saya punya rencana untuk menghabiskan waktu di akhir pekan ini ?
Dan sayah pun menjawab, "Nope, i have not. Because i want to have my breakfasting, first breakfasting actually, with my family."

Yup, akhirnya di hari ke-4 ini saya berhasil buka puasa bersama keluarga saya...di rumah. Hal sederhana, yang saya rasa sudah menjadi barang istimewa bagi para PKI alias Pekerja Keras Ibukota.

Sejak sahur, Mama sudah sibuk nanya hari ini kerja apa libur ? Udah dijawab libur, masih nanya lagi buka di rumah apa diluar ? Dan saya bilang, di rumah.
Sorenya pas saya mandi, gantian Papa yang nanya. "Mau kemana, Mbak ? Buka diluar ya? Gak buka disini?"
Wajar sih klo Papa nanya gitu soalnya tumben anaknya mandi sore pas libur-libur. Saya pun kembali menegaskan, kalo saya bakal buka di rumah.

Meski tak ada kata terucap, sadaaaappp, saya rasa soal ingin buka bersama bareng-bareng sekeluarga di rumah ini bukan cuma keinginan saya. Orang tua saya pasti juga.
Ternyata hari ini buka bersamanya gak cuman sama saya aja, soalnya ada keluarga tante, adik mamah, beserta suami dan anak-anaknya yang juga pengen buka di rumah bareng-bareng.
Walhasil, Mama sibuk seharian bermusik dengan piring, gelas dan panci tapi sambil senyum-senyum. Saya rasa doi diam-diam girang keluarganya kumpul.

Cuman adik sayah aja, yang emang gaul banget, ga bisa buka di rumah. Mama gak seneng tuh, buktinya pas adik saya pamit dia kena sompret dan omelan Mama yang aduhai panjang tanpa akhir itu..hihihihi

Berbagai makanan pun disajikan di meja, dan ditiker. Bergelas-gelas teh manis, cake red velvet sisa ulang tahun Papa,setoples kurma, lontong, pastel, sebaskom es cincau lidah buaya, kue-kue kering. Subhanalloh nikmatnya, tapi saya cuma bisa meneguk teh dan makan ubi aja hahahahahha kan lagi diet.

Begitu bedug magrib bertabuh, semua duduk meriung di tikar dan tukar obrolan. Apalagi ada si bocah-bocah yang baru belajar puasa...ngelafalin doa berbukanya masih tebolak-balik. Bukannya Allohumma Lakasumtu malah jadi Allohumma Lakatumsu, tawa pun meledak di rumah yang sempit dan sederhana banget ituh.

Ini, menurut sayah, salah satu nikmat Ramadhan yang jarang kita temui di waktu-waktu lain. Berkumpul bareng keluarga, sesibuk apapun kita..kehangatan itu selalu bisa dijumpai di rumah. Mungkin dengan kesibukan kita, yang mengaku generasi muda, kita berpikir banyak soal masa depan, bangsa, negara, pekerjaan atau apapun lah. Tapi, orang tua kita itu cuman ingin lihat satu sebenarnya, anaknya ada untuk menemani mereka.

Tabik.

Kamis, 11 Juli 2013

Ramadhan Day 2 : Papa's Day




Salah satu nikmat yang paling saya syukuri dalam hidup ini adalah memiliki Papa.
Ya, Papa saya bukanlah orang kaya atau pejabat terkemuka
Papa saya bukan saudagar atau selebritis ternama
Bukan ulama, apalagi atlit olahraga.
Papa saya itu bukan siapa-siapa.
Dia hanya mantan koki, yang jatuh bangun melindungi keluarganya.
Hanya pengangguran yang tak jemu menebarkan kasih sayang pada keluarganya.

Papa mengenal mama di usia 22, jatuh cinta lalu menikah. Begitu saja.
Lulus SMA dari kampungnya di Jawa, Papa langsung mengadu nasib di Jakarta.
Usia 23, Papa punya saya sebagai putri pertamanya. Dengan gajinya yang pas-pasan, Papa bercita-cita anaknya mesti duduk di bangku kuliah. Jangan sampai seperti dia.

Papa gak pernah ngeluh untuk mengurusi kedua putrinya dari dulu, mulai dari A sampai Z
Papa selalu sabar tiap dapat panggilan dari sekolah gara-gara ulah putri sulungnya yang ajaib ini. Berantemlah, boloslah, mukulin anak orang, dan lainnya.

Kalau dipanggil sekolah, sehari sebelumnya Papa bakal sibuk bikin kue buat diserahkan pada Ibu atau Bapak Guru. Lalu hati para guru luluh, dan saya dimaafkan.

Papa selalu izin untuk tidak bekerja, kalau saya sedang ikut lomba atau tampil di pentas sekolah. Kata Papa, menang kalah bukan yang utama. Tapi melihat anaknya beraksi, itu gak boleh dilewatkan.

Papa gak marah kalau saya bolos sekolah, tapi dia bisa mukul-mukul meja dan mendiamkan saya berhari-hari kalau saya ketahuan bolos ngaji.
Kalau anak perempuan biasanya dimasukkan ke les menari, Papa dan Eyang bersekongkol mendaftarkan saya ikut Kempo dan Taekwondo. Biar energinya yang berlebih lari ke hal yang tepat katanya.

Papa paham anaknya ajaib, cara belajarnya beda sama yang lain. Jadi Papa ngumpulin gajinya berbulan-bulan, lalu mendaftarkan saya ke kelas Quantum Study. Jadi kalau anak-anak lain belajar pakai merapal, saya belajar dengan menggambar dan membuat kode-kode yang sampe sekarang saya terapkan. Padahal saat itu saya sudah SMA, tapi belajarnya kaya anak TK.

Tapi, kata Papa, memang saya begitu sedari dulu. Papa selalu sabar mengajari saya belajar yang sambil jingkrak-jingkrakan, teriak-teriakan atau sambil banting-banting barang.

Supaya adik saya bisa kuliah, Papa rela menjual rumah yang sudah ia cicil bertahun-tahun buat diisi di masa mendatang. Papa bilang, masa depan itu adalah kami. Bukan rumah atau yang lainnya.

Papa gak pernah ngeluh untuk menjaga putri-putrinya yang terbaring di rumah sakit dan ga kenal capek. Kalau Mama sakit, Papa bagi tugas rata kepada putri-putrinya dan dia sendiri. Mencuci, menyetrika, Papa gak gengsi melakukannya. Mama gak pernah suruh-suruh Papa, Papa gak mau meributkan hal kecil macam begitu.

Papa kalau lagi tidur terus diganggu sama anak-anaknya ga pernah marah, anaknya minta pijitin lah. Mainin hapenya, atau minta macem-macem yang aneh kaya minta dimasakin ini itu. Papa ketawa-ketawa aja.

Papa itu cuma marah kalo kita gak solat, gak kasih kabar, atau gak mau nurutin nasihatnya untuk menjalin silaturahmi ke saudara-saudara.

Papa gak selamanya hebat, Papa udah pernah nunjukin titik terapuhnya di hadapan keluarga. Papa pernah difitnah, sakit dan depresi sampe berat badannya turun puluhan kilogram. Dimana saat itu, kita berganti peran jadi orang-orang yang coba menguatkan Papa hingga akhirnya perlahan keluarga kami pulih kembali.

Meski begitu, Papa selamanya adalah pahlawan kami dan orang yang paling kami banggakan.

Jadi Tuhan, di Ramadhan ini Papa sudah menunjukkan kerentaaannya. Beri dia kesehatan dan beri kami kesempatan untuk bisa terus membahagiakannya.
Kalau Papa semakin tua, ingatkan kami terus untuk tak lelah menjaganya. Berada di sampingnya seperti dia merawat dan membesarkan kami dulu.

Terima kasih Tuhan telah memberi kami Papa yang sangat menyayangi keluarganya.

Happy Milad Papa, we love you :)

Rabu, 10 Juli 2013

#30haringeblogramadhan Dahsyatnya Sahur Perdana

Assallammualaikum para bloggerwan dan bloggerwati yang dirahmati Alloh.

Begini, ceritanya saya dan beberapa kawan saya lagi punya proyek #30haringeblogRamadhan. Iseng aja sih, dan temanya bebas soal aktivitas sehari-hari apa aja yang kita lakuin. Intinya supaya kita semangat ngeblog..hahaha soalnya buru-buru sehari sekali nulis blog. Sebulan aja paling rajin cuman 6 kali.

Nah, postingan pertama ini saya mao cerita soal sahur dan puasa. Puasa, itu memang ibadah yang khusus buat Alloh. Pahalanya dan segala macamnya itu langsung Alloh yang atur, makanya niatnya mesti kesitu dulu.

Klo ditengah-tengah niat ada sisipan, boleh dongg..hehehe namanya juga manusia. Kata para ustadz, puasa itu sebenarnya menyehatkan. Begitu juga kata personal trainer yang terbebani target impian gue membentuk tubuh seperti personel SNSD. Yup, jadi ditengah-tengah Ramadhan ini gue menguatkan kembali niat diet gue yang selama ini kembang kempes kaya tabungan pribadi.

Sehari sebelom puasa dimulai, sayah ditelpon tempat pitness buat datang ketempat ngegym. Ternyata mereka udah tahu pas puasa beginih pasti saya makin jarang ngegymnya dan target membentuk badan akan membawa hasil yang terbalik.

Jadi saya dipanggil untuk membahas pola makan,"Jangan makan nasi kalo bisa. Ganti sama nasi merah, kentang ato umbi-umbian. Kalo emang ga tahan, makan nasinya dikit aja. Banyakin protein," begitu wanti-wanti sang pelatih.

Karena hari pertama, saya pun menurutinya. Jadilah saya saur dengan menu sangat dahsyat ini..semangkuk oat, sepiring sayur bayam, tempe, ayam goreng dan air mineral sebotol serta beberapa teguk teh manis hangat.

Konon, katanya dengan pola istiqomah begitu saya bisa turun 6-7 kilogram dalam sebulan. Well kita liat nanti.

Nah sebenarnya ga cuman dari makanan sahur aja, tapi juga makanan buka harus dikontrol. Si pelatih pastinya mengingatkan jangan kalap saat berbuka, bahkan ketimbang ngabuburit dia nyaranan sayah untuk cardio ato lari-lari di mesin selama 20 menit sebelom adzan magrib berkumandang. Dengan entengnya sayah pun menjawab,"Wah sorry Mas, itumah waktu buat saya tadarus."

Padahal yeeee kenyataaannyaaa jam segitu masih di depan laptop, riset buat berita...*gedubrak*

Saur sayah berhasil terkontrol, tapi menu buka puasa gimana? behhh, don't ask alias jangan tanya karena saya akan menjelaskan tanpa anda tanya..hahahaha *tengil*

Menu berbuka ini dipersembahkan oleh sajian kantor, ada segelas teh hangat, dua potong semangka, segelas kecil kolak dan es krim yang katanya pemberian dari anak Yap Thiam Hien. Es krimnya es krim jadul gitu, tapi enakk macam Ragusa ;)

Jadi mari kita pantau seberapa istiqomah saya menyantap sajian sahur nan dahsyat alias tanpa nasi itu hahahahah