Jumat, 12 Juni 2015

Raptor In Love ( Jurassic World Versi Fabel)

Di Pulau Isa Nublar, hiduplah empat Velociraptor yang tumbuh bersama. Mereka adalah Tinki Winky Blue, Charlie, Delta dan Echo. Selama bertahun-tahun, mereka hanya hidup di dalam kandang, dilatih oleh  pawang paling seksi sedunia Owen Grady, yang keseksiannya sejajar dengan aktor Chris Pratt (iyalah oknumnya sama).
 
pic cr to google
 
 
Owen mengasuh mereka sejak bayi, Blue dan saudarinya menganggap Owen seperti ayah mereka. Waktu berjalan, Blue – Charlie – Delta- Echo pun beranjak remaja. Blue menyadari ada yang tidak beres dengan pawang yang ngaku-ngaku sebagai ayah mereka ini.
 
Blue     : Kok, bapak kita beda sama kita ya ?
Charlie : Iya, Bapak kita seksi banget. Bikin aku keblingsatan tiap lihat dia.
 
Delta,  raptor paling cerdas di antara mereka pun menjelaskan, bahwa mereka dan ayahnya memang spesies yang berbeda. “Ayah itu manusia, sementara kita cuma hewan purba,” kata Delta. Ia heran para saudarinya tidak menyadari perbedaan ini sejak dulu. Delta menceritakan awal mula ia tahu bahwa ia dan ayahnya tidak memiliki hubungan darah.
 
“Pernah suatu ketika Papa nyuruh aku makan beling, terus aku bilang ke Papa aku ini raptor. Bukan kuda lumping.”
Saat mendengar jawaban Delta, sang Ayah yang seksinya minta ampun itu pun terdiam. Lalu, Owen menjelaskan bahwa ia hanya mencoba agar Delta mengerti posisinya. “Aku cuma mau kesan kalian hewan pemangsa itu hilang. Lebih baik kalian berubah image jadi hewan kesurupan dari pada terus dicap sebagai hewan yang jahat,” Delta menirukan ucapan Owen saat itu.
 
Owen , kata Delta, lalu mengungkap jati dirinya pada Delta. Ia mengatakan bahwa sebenarnya ia bukanlah ayah mereka. Mereka lahir dan diciptakan dari  hasil rekayasa genetika.
“Anjrit, gue pikir selama ini kita lahir dari hasil Rekayasa Cinta . Gue pikir kita masih keturunan Camelia Malik, makanya montok begini,” Charlie menanggapi.
 
Mendengar cerita Delta, Blue sama sekali tidak kecewa. Ia justru bersyukur, karena selama ini sebenarnya ia memendam rasa pada Sang Ayah angkat. “Gilak!! Lo kenapa baru bilang sekarang sih Del ? Gue tuh dari dulu pengen nyatain cinta ke Owen, tapi takut durhaka. Gue takut kalo nyatain cinta, si Owen ngamuk terus gue dikutuk jadi tokek!!! Cuy, Gigi gue mau dikemanain kalo gue jadi tokek coba ?!”
 
Delta pun menggelengkan kepala mendengar jawaban para saudarinya. Ia heran, apa selama ini saudarinya tidak pernah bertanya-tanya pada Owen tentang asal usulnya ? Kenapa mereka sangat berbeda.
Blue tak terima dinilai rendah oleh Delta. Ia pun menjawab. “Ah, gue juga pernah nanya sama Owen. Gue nanya ke dia, kenapa nama gue jadi Blue ? Kalo diurut abjad nama gue mestinya Beta. Apalagi dia selalu nyebut dirinya Alpha sama kita.”
“Terus, Owen jawab apa ?” Tanya Delta Penasaran.
“Kata Owen dia gak kasih nama gue Beta, karena gue bukan berasal dari Ambon.” Blue jawab sekenanya.
“T*eeeeekkkkk!” Delta emosi.
 
Charlie pun tak mau kalah. Ia sekarang paham kenapa Owen pantang menyerah mengajarinya lagu “Ada Raptor Bertanya Pada Bapaknya.”
 
Ada raptor bertanya pada bapaknya
Buat apa berlapar-lapar puasa ?
Ada raptor bertanya pada bapaknya 
Makan manusia kenapa tak berguna ?
 
Ternyata, pikir Charlie, Owen benar-benar berniat melatih mereka menjadi Raptor yang berbudi pekerti dan menghormati hak asasi manusia.
“Tapi itu percuma!!!” Charlie bangkit tiba-tiba. “Pada hakikatnya kita itu Raptor dan gak bakal bisa diubah!”
“Emang apa hakikat Raptor ?” Delta bingung.
“Lah, emang lau gak tahu Raptor itu singkatan dari apa ? Coba Blue jelasin!” 
 
Blue pun menjelaskan, bahwa RAPTOR itu adalah singkatan dari ; 
R …. Raptor namanya
A….Abang Chris Pratt idolanya
P…..Pengennya kawin ama abang Chris Pratt
T….. Terus bulan madu ama si abang
O….Orang dibilangin pengen kawin sama Chris Pratt
R….Resek deh nanya-nanya terus!!!
 
“Noh!!!!” jawab Blue puas. Tiba-tiba terdengar derap lari raptor lainnya, kali ini si Echo…paling bungsu.
“Cuuuuyyyy…..buru Cuyyyyyyyyy…..ada babi lepas!!!” teriak Echo. Mereka semua pun berlari mengejar si babi, berebut untuk jatah makan hari ini.
 
“Enaknya diapain nih ? Kita panggang apa semur ?,” kata Charlie yang sudah berada di paling depan.
“Diapain aja terserah Char, tapi jangan pake garem. Gue lagi diet mayo soalnya!!!” Delta yang berada di paling ujung menanggapi.
 
Tak disangka, begitu di TKP bukan cuma babi yang mereka jumpai. Ada bonus manusia, tepatnya pegawai baru, yang jatuh ke kandang bersama babi. Gigi tajam empat raptor itu pun bergemeretak, penasaran untuk mengoyak daging manusia. Baru siap-siap mereka akan menerkam manusia ceking itu, tiba-tiba terdengar suara Owen.
 
“Hey….stop..stop,” teriak pawang pujaan mereka.
Blue dan Charlie saling lirik. Mereka melempar kode , “Apa si Owen kita terkam aja ya ? Lagian dia bukan bapak kita ini,” kata Blue penuh nafsu. 
 
“Ho oh……gue udah gak sabar buat cakar-cakar pawang keceh ini dari dulu. Errrrrrrr,” geram Charlie. Sayang, Owen salah paham geraman gemez Charlie sebagai geraman kelaparan.
 
“Wuooo….wuoooo, Charlie. Mundur,,,mundur. Ayo inget…lagu Ada Raptor bertanya pada bapaknya.”
Charlie menatap tajam Owen. Kampret, pikir Charlie, lagu itu lagi. Lagu yang bikin Charlie merasa hina kalo sampe icip daging manusia. Kesannya dia binatang purba yang ga tahu norma susila.
 
“Eitttsss….Delta, aku tahu kamu di belakang aku. Jangan coba-coba serang aku dari belakang,” ujar Owen sambil menoleh.
 
Delta pun menyesal, padahal tadi niatnya nongol dari belakang cuma mau mengagumi bokong Owen yang super seksi. Bokong yang bikin Delta meleleh tiap melihatnya. 
 
“Duhh, ketahuan lagi kan gue,” ujar Delta. “Blue, Charlie…kalo lo berdua suka sama tampangnya Owen terserah deh. Gue Cuma naksir ama pantatnya. Plisss disisain buat gue.”
Owen yang tak paham apa arti geraman percakapan para raptornya itu pun panik, apalagi tiba-tiba si Echo nongol dari samping dan ikut menggeram dengan nada tinggi. Dia pikir Echo bakal ikut menerkamnya. Padahal, Echo cuma teriak … “Mana babinya ? Mana babinya ? Lah kok si Owennnnnnn ? Yang ini mah ga enak buat dimakan. Enaknya buat dikawinin,” kata Echo polos.
 
“Antri Loe!!! Gue dulu yang tuaan yang dapet Owen,” Blue menjawab dengan emosi.
Kepanikan makin menjadi, Owen berpikir raptor-raptor yang diasuhnya sejak bayi ini sedang berkompromi bagian tubuh mana yang akan mereka kunyah lebih dulu dari jasad Owen. Sementara para penjaga kandang sudah bersiap dengan senjata mereka untuk menembak para Raptor.
 
“Jangan ada yang tembak!!!!!” Perintah Owen , “Mereka raptor gue!! Kalau kalian tembak, nanti mereka gak percaya lagi ama gue!”
 
“GILAKKKKKKKKK!!!!” Teriak Blue , “Kalian denger kan tadi Owen ngomong apa ??? Mereka gak boleh nembak kita, kita itu cuma miliknya.”
 
“Oucchhhhh so sweet amat sih Bang Owen,,, tembak aku dong Alphaku. Pimpinlah aku dengan keposesifanmu. Uhuyyyy,” Charlie menanggapi penuh semangat.
“Ahahaahaha, Jinakkan aku Bang!” Echo ikut-ikutan.
“Eya…eyaaaa…eyaa,” Delta memeriahkan suasana sambil mendorong moncongnya ke tubuh Owen. Ini membuat Owen salah kaprah, dan justru berlari dari mereka.
“Yahhhh kabur,” kata Blue yang kali ini kesal.
Sementara Owen berpesan pada kawannya si manusia ceking untuk tidak pernah lengah dan membelakangi para raptor. Apalagi raptor-raptor ini hobi menggoda.
“Massssss…….Rrrrrrrrrrrrrrrr!!!” Goda Charlie yang sebenarnya ditujukan untuk Owen yang kini terpisah terali besi, tapi justru ditangkap oleh si manusia ceking sebagai pesan menakutkan.

Minggu, 07 Juni 2015

When Gusti Meet Yuki ( a fangirl's story)

Sebentar, dari mana enaknya saya memulai cerita ini….
Oke kita mulai dari awal, benar-benar dari awal.

15 tahun lalu hiduplah seorang gadis bernama Gusti. Gusti tinggal di pelosok kota Jakarta, tepatnya di Tanah Abang di mana menjumpai preman lebih mudah ketimbang menjumpai pangeran tampan. Hidup di keluarga sederhana, salah satu hiburan yang bisa dinikmati oleh Gusti adalah siaran televisi. Untungnya saat itu TV belum mengenal Syahrini apalagi Tujuh Manusia Harimau.

Siaran televisi saat itu, meski belum bisa dibilang bermutu, jauh lebih baik dari masa kini. Menonton televisi, bagi Gusti, adalah bermimpi. Melihat pria tampan, jagoan keren, dan makhluk magis yang melengkapi fantasi. Hingga suatu saat, salah satu tv swasta menayangkan drama ini : Itazurana Kiss.

Drama yang berkisah tentang pria tampan, Naoki Irie, berIQ 200 yang akhirnya jatuh cinta pada gadis ceroboh, Kotoko Aihara, yang mengejarnya sejak dulu.  Gusti sangat tergila-gila dengan Naoki Irie yang diperankan oleh Takashi Kashiwabara. Ia bermimpi bisa menjumpai lelaki seperti itu di dunia ini.

“Kalo gue nemu laki kaya gini, langsung gue minta kawin!” tekadnya.


Irie Naoki 1996 diperankan oleh Om Takashi Kashiwabara :D


Gusti percaya pasti ada lelaki seperti itu. Saking percayanya, dia tabah menjalani hidup sekolah, disetrap di sekolah, dengan harapan suatu saat bertemu lelaki seperti Naoki.
Tapi drama adalah mimpi.

Gusti banyak bertemu kawan lelaki yang mengajaknya bolos sekolah bareng
Lelaki yang hobi minta makanan dan menghabiskannya kalau ia membawa bekal
Dan lelaki yang lebih sering dia maki-maki. Yup, Gusti menjelma jadi wanita perkasa dan penuh emosi.

Waktu berjalan, Gusti mulai melupakan mimpinya. Ia bahkan memilih pekerjaan yang sangat keras untuk menjalani hidupnya, wartawan. Profesi yang ia pilih karena cita-citanya sebagai atlit senam indah kandas di tengah jalan. “Soalnya waktu audisi saya cuma bisa senam SKJ dan senam hamil,” tutur Gusti.

Di tengah kerasnya hidup dan pekerjaan, tiba-tiba di 2013, Fuji TV Jepang mengumumkan akan memproduksi kembali drama yang pernah tenar dahulu. Itazurana Kiss. Dikemas dengan pemain dan konsep baru. Gusti girang bukan main, mimpi masa kecil menghampirinya kembali.

Diperankan oleh Furukawa Yuki, pemeran Naoki Irie tak kalah bikin kebat-kebit hatinya seperti dulu lagi. Ketampanan dan karakternya membuat Gusti meleleh episode demi episode. For the first time in her life, Gusti jatuh cinta pada hari Senin. Yes the f*cking Monday is no longer exist in her dictionary. Senin adalah jadwal dia mengunduh drama kesayangannya itu, menanti kejutan di episode baru, dan mendapat kebahagiaan untuk seminggu penuh dari tayangan yang berdurasi kurang dari 60 menit.


Para pemeran Itakiss Love In Tokyo 2013, pojok kanan si Yukii XDD

Ia tak gentar menghadapi rapat usulan tiap Senin di kantor. Meski kepalanya kosong, hatinya penuh dengan cinta (perasaan aja sebenernya). Ia yakin hati yang bahagia dan senyum yang ikhlas mampu mengalahkan segala halangan, termasuk rapat usulan.

Kalau ditanya usulan, dia cuma nyengir lalu jawab. “Belum ada usulan Mas, tapi aku punya bekal cinta yang bisa dimanfaatkan untuk menerjang apapun,” ujarnya….dengan ekspresi tolol.

Untung bosnya baik, dia tak pernah memarahi Gusti...cuma promosinya aja ketunda terus dengan alasan : kelabilan emosi.

Buat kalian, mungkin Gusti gila…cuma sekedar drama kok bisa bikin bahagia ??

Try to live her life kalau begitu. Kalian tidak akan pernah bisa bayangkan apa yang Gusti harus hadapi untuk menulis dua sampai tiga halaman per pekan. Ia melihat kelam dan kotornya di dunia, ia menyaksikan dunia elit yang menjijikkan. Segala mafia ia pernah telusuri, mafia migas, mafia beras, hingga mafia patok… (ITU BAKPIA!!!!).

Secuil kebahagiaan sangat berarti di hidup Gusti, mulai dari traktiran teman sampai nonton drama. Ia hargai, apalagi kalau temannya mau beli barang dagangannya untuk nambah-nambahin biaya beli tiket konser dan jalan-jalan.

Sampai akhirnya drama berakhir di awal tahun 2015. Gusti kembali membenci Senin, donlodan yang ia tunggu hanya serial Game of Thrones…yang semakin hari semakin kelam ceritanya.

Tak disangka, kabar bahagia datang tiba-tiba. Yuki Furukawa datang ke Jakarta! OMG!!!! OMG!!!
Yuki datang tanggal 6 Juni 2015, Gusti baru mendapat kabar tanggal 5 Juni. Gusti Frustasi! Segala cara ia lakukan untuk dapat bertemu Yuki ; ikut kuis, berdoa, rajin bekerja, giat berolahraga, dan minum yakult dua kali sehari. Maklum jomblo, kalau hatinya belum ada yang sayang, baru sekedar usus yang bisa ia sayang…Sayangi ususmu, minum yakult tiap hari. Begitu.

Sabtu 6 Juni, dengan tekad setinggi gunung dan setebal bulu Rhoma Irama, dia pergi ke Annex Building. Datang siang, ia berhasil bertemu Yuki jelang petang.

Ruangan diisi sekitar 700 orang, 500 orang diperkirakan penggemar Yuki, 100 orang wartawan (dan ngaku-ngaku wartawan), dan puluhan WOTA JKT 48.

Yuki nongol di atas panggung, Gusti hampir tidak bisa mempercayai matanya. Tapi ia tetap percaya Tuhan, segila apapun pada idola…rukun iman tetap Gusti pegang teguh. Itu pesan ayahnya, kalau ia melawan, resiko kaga bakal dapat warisan di masa depan.

Yuki, dibalut jas hitam, tampak menawan. Begitu ia jalan ke atas panggung, fans histeris. Padahal cuma jalan, gimana kalo Yuki ke panggung sambil ngesot coba atau sambil naik otopet. You just can’t imagine!

Disambut histeris, Yuki senyum-senyum aja. Saat dia ingin menjawab, fans makin histeris. Sampai-sampai Yuki harus menaruh telunjuknya ke bibir dan berkata… “Hush…Hush!!!” sambil menahan tawa.

  (SUMPAH DEH BARU KALI INI GUE BERCITA-CITA PENGEN JADI TELUNJUK!!! * biar bisa deket bibir Yuki * huhu).

Ya Ampun,,,,,Yuki dari belakang di acara J Series XDD 

Yuki ditanya oleh MC (yang lumayan keren, asal Jepang, dan terlalu lama tinggal di Indonesia karena sampai pake batu akik …..plis) , apa yang membuatnya terkesan soal Jakarta ?
Yuki jawab, ini kali kedua dia datang ke Jakarta. Pertama sekitar 2012-2013 lalu untuk casting film. HAH????
FILM Indonesia apah yang Yuki sampe bela-belain ke sini untuk Casting ?
Orang Ganteng Naik Haji ?
Ganteng-Ganteng Furukawa ?
Tujuh Manusia Keceh ??

Oh itu judul Sinetron…kalaupun ada judul film si Yuki bisa main di sini apa ya ; Tusuk Si Jangkung ? , Ada Apa Dengan Yuki ?, Yuki Di Atas Bantal (Kalo kasur bisa gakk ? Sama akuh ? *plakkkk *) ,  Ketika Yuki Bertasbih ?

 (Duh yang ada gue yang bertasbih saban liat doi). Feeling gue sih mengatakan Film Killers.

Masuk sesi tanya jawab, pertanyaan berbagai wartawan pun mulai berdatangan. Menurut Gusti, banyak sekali kesempatan untuk bertanya kepada Yuki hal-hal yang lebih esensi, tapi pertanyaan yang diajukan ke wartawan malah banyak yang tidak penting.

Malah, lanjutnya, ada yang bertanya kepada Girl Band Doll Elements ; Apa yang membedakan girlband itu dengan girlband lainnya ?
“Kalau gue jadi si Doll ya, gue bakal jawab…ya bedalah, kita Doll alias Boneka, yang laen Jelangkung!!!” keluh Gusti yang mulai sewot.

Ini wajar, soalnya Gusti itu pengen banget bertanya kepada Yuki , bersedia gak Yuki untuk menjalani sisa hidup bersamanya ???

Seluruh pengisi acara J Series



Yuki at Reception Party :D


*hoekkkkkkkkk!!!! *

Acara tanya jawab berakhir, beralih ke Reception Party. Tanpa diduga, Yuki hadir ke sana dan jarak Gusti ke Yuki semakin dekat. Sayang, Gusti belum berani menyapa dan mendekati Yuki secara langsung. Maklum, malu-malu bangsat. Malu tapi tetep gatel.

Sepanjang acara Gusti stay cool, tapi detak jantungnya tak terkontrol, seperti orang yang dikejar anjing ketika jalan…lalu debt collector ikutan ngejar juga. Capek dan deg-degan.

Yuki tidak berjarak, tapi Gusti menghargai privasinya….Cuma poto diem-diem aja dari jauh. Saat acara bersulang minuman berlangsung, minuman yang disediakan hanya jus oleh panitia, tapi Gusti udah mabuk.
“Ini positif, Yuki itu haram! Dia mengandung alkohol jenis cinta, memandangnya aja udah bikin mabok….” Tutur Gusti.

Cuih lo Gus!!!! Cuihhhh!!!

Usai reception party, Yuki diamankan. Gusti baru ingat sepanjang hari itu dia belum makan, akhirnya bersama kawannya yang setia menunggu update dan juga mengejar Yuki, mereka makan malam di hotel bintang lima tempat Yuki menginap. Gaya bener dah!
Setelah makan, Gusti kenyang. (YA IYALAH!!)

Lalu ia berpikir, “Ah, masa Yuki yang jaraknya Cuma 300 meteran dari rumah gue gak bisa gue kejar buat poto bareng sih.”

Malam itu Gusti bertekad, memastikan bisa foto bareng dengan Yuki keesokan hari. Membujuk kawannya untuk sarapan bareng di hotel besok pagi, berdua mengejar Yuki. Alhamdulillah kawannya bersedia (dan nafsu!!).

Gusti bangun pagi di hari libur (TUMBEN bener), lalu solat duha dan bernazar sama Tuhan. “Tuhan, kalau aku bisa foto bareng Yuki aku besok Senen bakal puasa buat bayar puasa Ramadan tahun lalu.”

Kata Gusti itu nazar, kata sayah itu bukan Nazarrrrrrrrr!!! Itu emang udah harus lo bayar utang puasa Romadon mah, Gus!!!!!

Sebelum ke hotel Gusti yang pramuka sejati tak lupa mencium tangan kedua orangtuanya, meminta restu agar jihadnya untuk foto bareng idola tercapai.
Sampai hotel, Gusti sarapan lebih dulu, kawannya belum tiba. Beberapa menit kemudian, kawannya tiba. Mereka sarapan berdua, menunggu kehadiran Yuki. Jam berlalu, satu jam, dua jam, tiga jam, empat jam. Sang kawan mulai putus asa.
“Ya udahlah, Gus, gue pulang aja,” katanya.

Tepat setelah ia berkata begitu, Yuki dan managernya lewat….menuju restoran, dan mereka berdua …….GIRANG MENDADAK!!!!!!! ITUHHH DIAAAA

Mereka pun duduk kembali, kembali menanti, dan mengintip pergerakan yuki
15 menit, 25 menit…Yuki belum keluar juga. Dia makan ngunyah berapa kali sih ???!
Sambil menunggu, kawan Gusti mulai keganjenan… “Gue pake lipstick dulu ah, … duh gue lagi jerawatan di leher nih, aduhhh lo bawa bedak gak ?”
REMPONG!!!!!
Mereka berdua sepakat , saat yang lain dipoto, yang lainnya ga boleh jadi photo bomb. Harus bersedia menyingkir demi kesenangan bersama!
40 menit kemudian, Yuki keluar, mereka berlari.

“Yuki Sannnnn!” ujar Gusti setengah teriak. Yuki menengok, dunia Gusti terbalik tiba-tiba. Masya Alloh tampannnnnnnnnnnnya! (dan kurusnya!)
“Yes,” jawab Yuki.
“Mmmmm…mmm…may I have your sign ? Please,” pinta Gusti.
Yuki tersenyum dan menjawab , “Of course,”
“And if you don’t mind. Can we take a pict, with you ?” (lah nambahhhhh Gus!!)
Yuki tetap tersenyum dan menjawab serupa. Terus Gusti dan kawannya nyengir begok.
Gusti menyodorkan buku dan pulpennya. Terpana menatap wajah Yuki. Sampai Yuki harus menegurnya
“And your name ?”
“Ehmmm Gusti, it’s not easy to write it.”
“Can you spell it?”
“Yes!! Yes!! G…U…”
“G…U..”
“S….T..”
“S….sorry what ?”
“T…”
“Oh….” (tapi dia nulisnya D!!! hahahahahah)
“and I,”
“I, oke…here it is.”
“Thank you very much!!!!!!!”

Giliran kawan Gusti, awalnya dia berniat supaya Yuki tanda tangan di tabletnya dengan aplikasi tertentu. Tapi Yuki kesulitan, dia sampai mencoba dua kali. Hingga akhirnya menyerah. Dan menawarkan untuk tanda tangan di kertas. Gusti pun meminjamkan buku dan pulpennya pada kawannya itu. (YOU OWED ME MBAKKKKK! Hahahhhahaha).
Setelah tanda tangan, Gusti dan kawannya bengong, terpana. Gusti berpikir, tahu dia gampang banget diminta tanda tangan…..mending tadi bawa buku nikah sekalian!!!!!
Yuki menunggu.

OH YA AMPUN, IYA FOTO BARENG!!! Pikir Gusti dalam hati. Awalnya kawan Gusti terlebih dulu, kemudian Gusti.

Karena Gusti bertubuh pendek sekali, Cuma 1,5 meter lebih 1,5 centi….pret, kalau di foto bersisian…bakal jomplang abis. Gusti pun meminta pada Yuki.
“Would you mind if we take a selfie ?? Because I’m so shooooooooorrrrrttt!” pelas Gusti.
Yuki hanya tersenyum dan menjawab, “It’s okay.” Lalu mengambil hape dari tangan Gusti, dan mengambil gambar dengan tangannya sendiri. Berhubung Gusti sangat pendek, dibanding Yuki yang tingginya 180cm-an, Yuki tanpa keberatan membungkukkan badannya (sangat banyak), agar sejajar.
“Is this okay ?” katanya, saat menyesuaikan posisi. Aduhhhh, andai Yuki tahu, posisi apapun oke selama sama Yuki mah.


TARAAAAA!! Mission accomplished, wefie with Yuki!!

Selesai selfie. Gusti kembali bengong dan ucapkan terima kasih. Tiba-tiba Yuki menyodorkan tangan untuk berjabatan.

(YA AMPUN GUSTI, FANS JAHANAM KAMUHHHHH!!! MASA IDOLA DULUAN YANG NGAJAK JABAT TANGAN!!!!!!!)

Gusti girang bukan main, tangan Yukiiiiiiiiiii….ya ampunnnnnnnnn tangan Yuki menyentuh tangannya. Tangan yang selama ini dia tonton di layar Laptop untuk mengusap wajah Kotoko dan membelai rambutnya….kini berada di tangannya. OUCH!!!!!!!!
Selama jabatan tangan, Gusti memperhatikan lengan Yuki yang diam-diam berbulu pirang…lumayan banyak. Ampun dah!

Tangan yang biasa nyentuh Kotoko ini, udah pernah aku sentuhhh XDD

Usai sudah perburuan, Gusti dan kawannya pun kegirangan. Salah satu tujuan hidup mereka tercapai, foto dengan idolanya. Biaya makan dua hari di hotel terbayar dengan keramahan si Idola.
(Lagian kan mulai Senin si Gusti puasa….buat hemat sekalian).

Menuju keluar hotel, tanpa disangka, Yuki dan managernya juga keluar hotel. Gusti dan kawannya girang bukan main, tapi mereka menghargai privasi Yuki, tidak berniat menganggunya lagi. Gusti dan kawannya terus berjalan keluar, berpikir Yuki mungkin akan menunggu taksi depan hotel. Ternyata, YUKI jalan kaki!!!!! Berada tepat di belakang mereka. OMG!!! OMG!!!

Gusti tetap berjalan, ya ampun dia diikutin Yuki, begitu pikirnya dengan persepsi yang GR setengah mati.
Ia berjalan semakin pelan, menaiki tangga penyebrangan..dan Yuki masih di belakangnya. Ya ampunnnnnnnn!!!!!!
Getting closer, Gusti sengaja berhenti, membiarkan Yuki melewatinya. Ia hanya ingin melihat Yuki untuk terakhir kalinya di Jembatan Thamrin.
Ia pun berpapasan, Yuki membungkuk lebih dulu padanya. YA AMPUNNNNNNNNNNNN!!! PRIA INIHHHH!!!!! Mana ada artis Indonesia kayak begini coba!

Yuki terus berjalan, Gusti berteriak “Enjoy Jakarta Yuki San!!” (while you can)
Yuki menengok dan melambaikan tangan sambil tersenyum, hampir aja Gusti pingsan…tapii itu di atas jembatan, kasihan nanti yang boyong kalau sampai dia pingsan.
Yuki terus berjalan, menuruni tangga, Gusti tetap di belakangnya, kembali memuja diam-diam seperti biasa.

Yuki belok menuju salah satu pusat perbelanjaan, berjalan terus ke dalam.
Gusti berhenti dan tersenyum. Sampai sini saja, Yuki bagaimanapun adalah manusia yang harus kita hormati waktu privasinya.

Sampai sini saja, hubungan Gusti dan Yuki selamanya adalah fans dan idola. Meski sudah sedekat apapun, pada akhirnya mereka tetap harus berjauhan secara jarak. Pada akhirnya Yuki menjadi kenangan seumur hidup bagi Gusti, tapi pertemuan dengan Gusti mungkin hanya terkesan sesaat bagi Yuki.

Sampai sini saja, soalnya kalo Yuki memutuskan ngekos di tanah abang juga berabe….bisa kaga betah kerja si Gusti!!!

Bye bye Yuki, see you again jika kita berjodoh :)

Sampai sini saja, segitu pun Gusti sudah sangat bersyukur pada tuhan Tuhan yang sangat baik, yang mewujudkan mimpinya untuk bertemu dengan Naoki Irie, pria impianya sejak berseragam putih biru.
Sampai sini aja, paling besok-besok si Gusti punya ritual khusus nyebrang jembatan Bunderan HI buat mengingat kenangannya. Jembatan yang dulu punya kenangan buruk dalam hidupnya (karena pernah menangis di atas sana), kini diganti Tuhan dengan kenangan indah. Tuhan memang punya sejuta cara untuk bahagiakan hambaNya!!!

Demikianlah kisah Gusti dan idolanya. Kalau kamu ?

Ps ; begitu Gusti kasih tahu teman-temannya bahwa Yuki jalan kaki dan nyebrang tangga di Bunderan HI, temannya langsung komentar, “Wah hebattttt…Yuki nyebrang dan jalan kaki biasa.”
YAELAAAAAAAH…….Cuma gara-gara Yuki yang nyebrang di situ dibilang hebat. Padahal Gusti udah berteman bertaon-taon sama kawannya itu dan jalan kaki serta nyebrang di jembatan itu berjuta kali tapi ga pernah dibilang hebat. Gusti yakin, kalaupun dia kayang di atas jembatan, temennya juga ga bakal bilang dia hebat.

Begitulah dunia fangirl, hal-hal biasa yang dilakukan oleh manusia, jika dilakukan oleh seorang idola..nilainya naik jadi istimewa.

XOXO