Rabu, 08 November 2017

Omong-Omong Soal Riasan Pengantin


Tenang aja, postingan ini bukan berarti gue lagi sibuk cari cari tukang rias manten. Ya boro cari MUA, cari laki buat ke KUA aja belom nemu nemu.

Tulisan ini dibuat berhubung beberapa waktu belakangan ini banyak banget tokoh tokoh nasional yang melangsungkan pesta perkawinan, sebut saja Raisa, Laudya Cinthya Bella, Mesty, dan yang terakhir adalah Kahiyang, putri presiden kita (Ya kalo kelen belom ikhlas nerima Jokowi sebagai presiden sih gue sih gak tahu ya).

Sebenarnya istilah tokoh buat mereka juga kurang tepat sih, karena mereka itu perempuan semua. Kalo perempuan kan lebih lazim dipanggil Cici ketimbang Tokoh (ITU KOKOH, GUS!!!!).

Beklah, intinya wece wece femes ini  ketemu jodohnya terus kawin. Nah, di kalangan para wece wece jelata seperti gue dan kawan-kawan, momen istimewa wece wece femes ini jelas jadi bahasan rumpian menarik terutama soal  urusan tetek bengek seperti busana dan dandanan mereka.

Tapi sebelum kita bahas lebih jauh soal dandanan mereka,  gue mao apresiasi dulu kepada semua perempuan di atas yang dalam resepsi pernikahannya mempertahankan adat budaya tradisi leluhur Indonesia. Meskipun mereka femes, mereka gak lupa sama asal daerah masing-masing dan itu kece banget, Sis!

Kenapa gue sampe mengapresiasi khusus? Ya gimana ya..secara hidup di jaman now dan beberapa kali hadir kondangan kekinian, udah mule banyak kawinan-kawinan yang gengges, gaya hollywood lah, gaya arab lah, gaya kupu kupu lah, wis sekarepmu.

Memakai poto Artika Sari Devi sebagai pembuka dan benchmark
riasan manten yang sakses. Pic cr to mamiehardo instagram

Masalah Manglingi

Dedek Eleven dengan tampilan Manglinginya di Season 2 Stranger Things

Okay kita balik ke dandanan, karena hidup sebagai perempuan nusantara entah kenapa pikiran pertama yang menghinggapi rata-rata cewek kalo liat dandanan penganten perempuan adalah,”Dandanannya manglingi gak?”

Setau gue, manglingi itu bahasa Jawa dan gue pikir konsep ini cuma berlaku buat penganten-penganten maupun tamu penganten yang berdarah jawa. Tapi gak tuh, temen gue yang batak, arab, padang pun kalo komentarin riasan penganten juga bahas soal isu “Manglingi” ini. Menurut mereka, dandanan kawinan yang sukses itu yang bisa membuat si mempelai wanita ini kelihatan berbeda dari biasanya, glowing, auranya keluar, dan lain-lain.

Sumpah gue gak tahu bagaimana mereka bisa membedakan dan membaca aura mempelai yang keluar itu kaya apa, sedangkan mereka sendiri masih susah membedakan dan membaca mana berita hoax mana yang bukan.

Apabila dandanan mempelai wanita tidak manglingi, tuduhan dari komentator perempuan (yang rata-rata wajahnya setandar kaya yang ada di bawah motor) pun beragam. Mulai dari si mempelai ini sudah tidak perawan lah, kurang tirakat lah, sampai dugaan akan tidak langgengnya rumah tangga si mempelai. Naudzubillah min zalik … (ciye kaya postingan akhwat2 instagram pake bahasa arab segala).

Tersangkanya kalau dandanan mempelai wanita gak mangling hanya terbatas pada 2 pihak; si mempelai wanitanya, dan tukang riasnya.

Seumur-umur kalo dandanan mempelai perempuan gak cakep gak pernah ada yang nyalahin Mempelai Pria-nya. Padahal kan bisa aja dandanan si cewek jadi biasa aja karena Lakinya gak nyumbang ongkos kawinan yang memadai. WHY WOMAN WHY…kalian ga pernah mikir sampe ke situ??? Gak kan? Karena emansipasi wanita kita kadang-kadang terbatas cuma buat dapat tempat duduk di commuter.

Masalah Manglingi ke Level Internesyenal 

This, masalah kek begini mungkin sudah tertanam di benak perempuan yang lahir dan gede di Indonesia tapi buka internet cuma buat apdet curhat doang.  Kenapa? Karena soal dandanan manglingi ini juga dibawa ke perempuan-perempuan yang bahkan hidup di Indonesia aja gak.

Contohnya siapa? Contoh korbannya adalah Song Hye Kyo , aktris perempuan asal Korea Selatan yang akhir bulan lalu menikah dengan aktor tampan Song Joong Ki. Entah karena mereka haters atau gak pernah buka google translate, kata MANGLINGI itu jelas gak dikenal ama orang-orang Korea.
Tapi tetep aja netijen bebal aksara ketika melihat poto pernikahan Hye Kyo ada yang komen. “Ih kok dandanannya gak manglingi ya?”


Contoh komentar netijen kurang berkaca 

Helllloooooow, situ pikir Hye Kyo turunan Keraton tanjakan Prambanan??!  Mana lah ada konsep manglingi di sana, lagian ya…situ situ yang komen mao dandan 7 lapis segala juga tetep kalah cakep ama muka Song Hye Kyo tanpa make up yang lagi berak (detail yak).


AKU KUDU MANGLINGI GIMANA LAGI COBAK?

Kelen perlu tahu, ndak semua kearifan lokal bisa dicocok-cocokkan dengan dunia internesyenal. Udah lah begitu, masipun ada netijen yang dengan dzolim mempermasalahkan keperawanan Song Hye Kyo. Dik, Song Hye Kyo itu besar di Korea Selatan bukan di pesantren.

Lagipulak ya, di Indonesia ini udah kebanyakan gadis-gadis yang menjaga keperawanan tapi tidak menjaga lisan (tsahhh). Lihat noh komen-komen IG akun gosip, rata-rata diisi oleh perempuan yang menjaga bawahnya tapi tidak memelihara kepalanya.

Coba nih bayangin ya, kalo kalian tahu yang namanya Liv Tayler itu pernah berperan dan didandanin sebagai Peri di film Lord Of The Rings. Liv berperan sebagai Arwen, puteri kerajaan Peri yang digambarkan sebagai peri tercantik di dunia. Tampilan Liv subhanalloh sekali di film itu, mengguncang iman setiap laki-laki yang memandangnya.

Bayangin ya, seandainya Liv ini warga Petamburan terus dia kawinan, sementara dia pernah didandanin jadi Peri tercantik di dunia oleh sutradara..dan netijen tetap menuntut Liv dandan yang mangling..periasnya harus dandanin dia kayak gimana lagiiiii? Masa iya dari Puteri Peri jadi Mimi Peri??? Kan sadis.

Peri Arwen, makhluk tercantik di dunya...masa harus jadi Mimi Peri biar manglingi



Beban Tukang Rias 

Mungkin karena tuntutan netijen dan konsep “Manglingi” ini yang membuat para Make Up Artist kalo ngecharge kursus rias penganten lebih mahal ketimbang kursus privat make-up. Mungkin mereka ingin berbagi beban batin mereka kalo dihakimi gagal dalam mendandani mempelai wanita oleh para netijen ke para peserta kursusnya.

Mungkin itu pula yang membuat tarif dandanan manten lebih mahal dibanding dandanan wisuda, ibarat tarif listrik yang makin tinggi tegangannya maka makin mahal tagihan bulanannya.

Mungkin gampang bagi MUA-MUA itu buat dandanin orang-orang bermuka standar atau bahkan jelek untuk jadi cakep. Tapi, kalo kliennya mao cakep terus masih ada bayang-bayang dandanan yang harus manglingi…mereka harus ngubah muka si cewek kaya apalagi?!!

Misal jika suatu saat Sophia Latjuba mutusin kawin lagi, itu muka dia udah paripurna cantiknya menurut gue. Kalo dipaksa untuk jadi manglingi, ya masa iya si MUA nya bikin Sophia Latjuba jadi keliatan kaya Eli Sugigi. Itu mah bukan Manglingi, tapi Gilani.

Mungkin Ini Jawabnya

Nah, sekarang coba kelen bayangin apa yang dirasakan para MUA ketika diminta oleh artis sekaliber Laudya Cinthya Bella dan Raisa buat dandanin mereka. Pasti seneng abis, yang kedua pasti beban batin abis.

Mereka berdua yang pada dasarnya sudah punya wajah cakep, pasti juga berharap tampil lebih cantik dan memukau di kawinannya dong..dong..dong. Sayangnya, untuk riasan hari spesial mereka dua artis ini justru menuai kritik bertubi dari warga net karena dandanannya.

Buat Bella, sejujurnya saya sebagai penyimak kisah cinta dia dengan Bang Kumbre juga agak kaget pas liat dandanan di acara akadnya dia. Bukan masalah manglingi apa tidaknya, tapi memang riasannya jadi tampak seram di poto-poto tamu undangan yang beredar waktu itu…yang motonya tentu pake hape.

Dandanan Bella yang awal beredar. Pic cr to Kapanlagi

Padahal, katanya dandanan Bella itu dihias oleh MUA yang tarif sekali poles untuk ngedandanin itu setara dengan DP mobil Kijang Innova. MUA senior yang melatih MUA-MUA tenar kekinian. Tapi memang komen netijem saat itu hampir seragam kaya baju pns. Dan komen-komen ini mungkin terdengar cepat ke telinga si MUA, sampai saat itu si MUA yang dimension harus gembok akun IG-nya (sekarang sih udah dibuka lagi).

Saya yang biasanya selow juga gak selow liat dandanan Bella waktu itu, apalagi sebelumnya Bella posting acara pengajian yang riasannya malah terlihat lebih cocok di wajahnya. Waktu poto-poto hape itu beredar, pengen rasanya kirim Bolu Makuta isi mercon ke MUA-nya. “You have one job! Dan kamu dibayar muahal. Bella yang semestinya bisa menjadi Belle malah menjadi Annabelle.” Pikir gue yang sedang kalut waktu itu.

Mungkin gerah membaca komen netizen, gak lama si MUA memposting foto Bella yang dipotret pake kamera canggih. Hasilnya JAUH BEDA!!! Gue pun bingung karena hasil poto kamera si Bella-nya malah keliatan cantik banget. Kok bisa?!

LAH..kalo pake kamera bagus, CAKEP!

Ini baru namanya Manglingi! Jadi kunci untuk manglingi itu bukan di MUA, tapi di KAMERA!!!!
Stop membebani wanita dengan riasan dan ritual-ritual lainnya agar terlihat cantik!

Kalau seorang Bella aja bisa kelihatan tampak beda hanya karena masalah kamera, apalagi kita-kita yang memiliki wajah di bawah rata-rata. Untuk itu ada baeknya saya mulai stop nonton tutorial Yutub soal kosmetik, dan lebih banyak liat tutorial cara cepat dapat duit dalam waktu singkat supaya sanggup beli kamera mahal buat posting-posting foto selfie.

Apalagi kemarenan saya sempat iseng-iseng dandanin muka kawan saya, yang sebenarnya kalo dia ada waktu buat ngaca mungkin akan paham bahwa perjuangan saya buat dandanin dia itu hampir setara dengan perjuangan Kartini menulis surat saat gelap-gelapan. Perlu ketekunan, kehati-hatian, dan kesabaran.

Namun begitu selesai didandani dia cuma berkomentar,”Bagus sih, tapi kok muka gue gak keliatan manglingi ya. Masih gini-gini aja.”

Gue hanya bisa tersenyum, meski dalam hati ingin menjawab.
Kalo ingin wajahmu berubah, bukan MUA yang kau butuhkan. Tapi MUK…JIZAT

9 komentar:

Annisa Rizki Sakih mengatakan...

Hai Gusti! Baca ini bikin aq jd awet muda, inget zaman kuliah. Kebayang gimana kalo beneran ngebahas ini secara langsung wkwkwk..

Topiknya memang bikin cewek2 jd ghibah. Di saat yg hampir bersamaan aq suka mekap Nikahan Vicky Shu yg emang manglingi (apa mungkin krn dia orang Jawa? Atau krn aura Candi Borobudurnya? Entahlah). Kahiyang jg Ayu sesuai namanya di rangkaian acara mantennya.

Ohya Gus, kalau emang hobi dan ada bakat, kayaknya bisa ngelirik side job jd MUA manten. Ciyus, hari gini, sampai di pulauku yg di pelosok Indonesia, bayarannya bisa buat bawa pulang motor metik dua biji! Ampun deh.

Anonim mengatakan...

Kocak banget gaya nulisnya, tapi ngena banget. Suka banget tulisannya. :)

Nita Kusuma mengatakan...

I love you for writing this XD

Udah dari kapan tau gerah ama warganet yang lebih cepet ngetik komen nyinyir daripada ngeluangin waktu buat olahraga otak.

Belajar kosa kata baru of the day~ bebal aksara

Shapie YuPie mengatakan...

Nice mba! Pembahasan bagus. Akupun juga jengah sama orang-orang tentang manglingi itu.. ikut berkontribusi juga engga baik tenaga, pikiran ataupun duit di nikahan orang yg mereka omongin itu. Belom tentu para yg ngomongin itu dandanan mereka pas nikahan manglingi. Xixixixi... Kali kali julid dikit ah mulutnya untuk para penuntut. XD

Anonim mengatakan...

kalau saya kok malah suka yang makeup soft..ga menor, ga kayak tandak bedes ( bahasa jawa ).

Noer Laela Sari mengatakan...

😂😂😂😂😂😂😂😂😂😂😂
Sumpah endingnye ngocol😂

Esty Nur Chadisah mengatakan...

Cukup melegakan buat capeng yg gak terlalu memperhatikan masalah riasan haha keren kak

MyriaRafiz Khasandy mengatakan...

HUAHAHAHAHA aku nggak berhenti ngakak baca postingan ini!

Jadi intinya Sophia Latjuba kalo nikah lagi jangan rikues manglingi ya, nanti malah gilani wkwkwkwkkww

Gustidha Budiartie mengatakan...

@annisa Terima kasih, btw nama kamu mirip sama temen kuliah akuuuu heheheheh.

@yunitagena, @nitakusuma, @shapie, @noerlaela, @esty, @myria Terima kasih semua udah mampir di blog super gak penting ini hehehe