Minggu, 29 Desember 2013

Frozen, Animasi yang Menghangatkan Hati

WARNING : Tulisan ini banyak berisi spoiler untuk yang belum menonton

Akhirnya! Setelah sekian lama, Disney kembali dengan keklasikannya. Maksud saya, animasi kembali dibawa pada cerita yang kuat dan penuh makna, bukan sekedar karakter imut atau lucu yang membuat kita tertawa. Lalu lupa.

Begini, saya pecinta kartun dan animasi..tapi jujur animasi yang belakangan ada di layar bioskop tampak lupa bahwa ketika bicara kartun atau animasi, rata-rata sasaran utama penontonnya adalah anak-anak atau keluarga. Tapi kisah dan komedi yang mereka sajikan, kadang terlalu dewasa untuk dapat ditangkap para bocah. 

Kapan terakhir kali kalian menonton animasi lalu terbayang-bayang terus sampai rumah, mengunduh lagunya, bahkan mau menonton ulang untuk kesekian kali ? Mungkin itu zaman-zaman masih 2D seperti Lion King, Pocahontas, dan lainnya. Setelah itu ? Animasi yang ada , banyak diantaranya, hanya pamer teknologi yang semakin canggih dengan menyuguhkan monster-monster unyu dan menjadi lucu karena adegan slapstick saja. *maaf nyinyir*

Di Desember ini, banyak film lokal maupun luar yang berlomba menjadi jawara. Saya sudah menonton Hobbit The Desolation of Smaug (yang begitu mewahnya) dan melepas rindu pada Keanu Reeves dengan menonton 47 Ronin. Tapi dari semua film itu, saya harus mengakui saya jatuh hati pada Frozen yang berdurasi kurang dari dua jam.



Kesan klasik ini sangat kuat dan sengaja disampaikan oleh Disney (bahwa mereka masih jawara animasi dunia) dengan menghadirkan sekilas film pendek Mickey Mouse bertajuk Get A Horse!
Mickey yang ditampilkan adalah Mickey zaman baheula, berwarna hitam putih dan produk perdana Disney hingga mampu mendunia.

Ini cukup berhasil mengecoh penonton, setidaknya saya, untuk bertanya-tanya apa maksudnya ? Sebab durasinya lumayan lama, sekitar 10-15 menit. Ah, masa sudah duduk di bioskop mahal mesti lihat film kartun jadul hitam putih sih! Sementara mata ini sudah terbiasa dimanja gambar-gambar animasi 3D yang seakan nyata, terbaru bahkan ada 4Dx.

Tapi ini uniknya, toh karena kita sudah di dalam, mau tidak mau kita harus tonton dan akhirnya kita nikmati tanpa rasa terpaksa! Disney mengajak kita mengingat siapa mereka, bagaimana mereka lahir dan bagaimana mereka bisa sejaya ini (dan menegaskan bahwa mereka masih raja animasi). Adegan di animasi Mickey semula biasa, kisahnya khas kartun zaman dahulu yang ternyata masih mampu membuat kita terpingkal-pingkal. Asyik menikmati kisahnya, tiba-tiba Disney memberi kejutan dengan membuat gambar menjadi animasi 3D , Mickey zaman modern. Lalu animasi itu dicampur-campur, 2D-3D-2D-3D dalam satu adegan dengan dahsyatnya. Ya mereka menunjukkan, bahwa mereka masih ahlinya. Hingga akhirnya masuk ke cerita utama, Frozen.

Disney sempat ketularan produsen animasi lainnya yang berlomba-lomba dalam teknologi dan adegan komedi. Tapi di Frozen, Disney menegaskan bahwa teknologi hanya alat bantu untuk menguatkan kisah utama film ini.

Frozen berkisah tentang kakak-adik di sebuah negeri, Elsa dan Anna. Keduanya adalah putri dari sebuah kerajaan yang damai dan indah (klasik!). Sang kakak, Elsa, memiliki kekuatan super yang intinya bisa membuat salju (namun belum bisa mengendalikannya). Si adik, Anna, hanyalah gadis periang yang selalu ingin bermain dengan kakaknya. Sewaktu kecil, keduanya sangat akrab. Hingga pada suatu saat, Elsa yang hendak melindungi Anna agar tidak terjatuh ketika mereka bermain salju di istana, secara tak sengaja melukai adiknya dengan kekuatan yang ia miliki.

Raja, Ratu, Elsa dan Anna akhirnya menuju ke pemukiman troll untuk menyembuhkan Anna. Untungnya, luka Anna berada di kepala sehingga masih bisa disembuhkan. Tapi sebagai resikonya, Anna harus dihapus memorinya soal kecelakaan itu dan soal kekuatan yang dimiliki si kakak. Tapi segala kenangan indah mereka, yang normal dan tanpa ada sihir, tetap bertahan.

Melihat si adik terluka parah, Elsa ketakutan setengah mati pada kekuatannya dan semakin tak bisa ia kendalikan. Akhirnya, sepulang dari sana, Elsa memutuskan untuk mengurung dirinya agar tak ada yang bisa ia lukai. Ia memilih bersembunyi dan tenggelam dalam sepi.

Suatu ketika, Raja dan Ratu tewas. Anna hanya memiliki Elsa sebagai keluarga satu-satunya. Meski bersedih, Elsa tetap bersembunyi dan hubungannya dengan Anna pun semakin jauh.

Beranjak dewasa, Elsa resmi menjadi ratu. Pelantikannya adalah kali pertama gerbang dibuka dan mau tidak mau ia harus keluar dari kamarnya untuk menemui rakyatnya. Semua menantikan saat itu, apalagi Anna. Meski ketika berjumpa lagi dengan kakaknya, ada keganjilan yang ia rasakan. 

Sesuatu terjadi, hingga semua penduduk kerajaan mengetahui kekuatan Elsa dan takut padanya. Elsa pun melarikan diri untuk melukai adiknya dan penduduknya. Celakanya, Elsa tak sadar ulahnya itu membuat kerajaannya terus tertimpa badai salju. Ia pun tak tahu cara menghentikannya.

Anna pun mencoba mencari Elsa dan menyelamatkan kerajaannya. Ia yakin Elsa tak akan menyakitinya dan ada jalan keluar dari masalah ini. Sementara isu bahwa Ratu Elsa adalah ratu yang menakutkan sudah tersebar di mana-mana.

Kisah Anna dan Elsa ini penuh misi penyelamatan, bukan sekedar menyelamatkan kerajaan dari salju, tapi juga upaya menyelamatkan hubungan kekeluargaan mereka dan menyelamatkan diri mereka sendiri dari rasa takut dan kesalahpahaman yang membelit mereka selama bertahun-tahun. Dikemas dengan lucu dan tetap mengharukan, Disney menyampaikan pesannya secara efektif di film ini bahwa The Power of Family is the strongest magic at all!

Ya, kita diajarkan secara literasi bahwa cinta sejati tak melulu soal hubungan pria dan wanita. Sebelum pasangan kita datang, ada orang-orang yang lebih dulu mencintai dan tak pernah berhenti mencintai kita sampai kapanpun , yaitu keluarga.

This! Disney membawa kita kembali ke era Lion King! 

Klasiknya film ini juga dikuatkan oleh Disney melalui soundtrack-soundtrack animasi , yang tampaknya sudah lama kita tak dengar. Semua masih ingat lagu A Whole New World, You'll be in My heart, dan lainnya yang sangat timeless. Kali ini Disney menghadirkan kembali lagu itu, Let It Go, Do you Want to build a snowman ? , dan first time in forever..akan melekat di kepala begitu selesai menonton filmnya. Well, setidaknya peringkat mereka di itunes selama berpekan-pekan bisa menjadi bukti betapa banyak yang menggilai lagu itu.

Ada satu lagi sebenarnya yang membuat keklasikan film ini makin kuat, karena memang Frozen terinspirasi dari sebuah cerita klasik karya Hans Christian Andersen yang berjudul Snow Queen. Tapi, karena kita tahu kisahnya Om Hans rata-rata bernuansa gelap, Disney mesti berjuang mati-matian untuk mengemasnya supaya bisa jadi produk mereka...yang selalu happy ending. Perjuangannya bertahun-tahun, mereka harus menyuguhkan karakter Ratu Salju yang tak menakutkan dan bisa dipahami orang atas segala tindakannya. 

Disney, untuk kali ini...saya cuma mau ucapkan terima kasih sudah kembali menyuguhkan kisah yang mampu menghangatkan hati.

Xoxo


Rabu, 25 Desember 2013

Review : Hakata Ikkousha Japanese Ramen Senayan City

Well, sebenarnya saya bukan penggemar ramen. Soalnya saya masuk kategori fans indomie ayam bawang garis keras..hahahaha

Ketimbang ramen, sebenarnya saya lebih suka udon. Habisnya saya selalu berpikir bahwa ramen itu cuma indomie versi Jepang dan lebih mahal..hahaha (susah emang).

Meski bukan penggemar berat ramen, karena saya masih pecinta kuliner Jepang, jadi coba-coba restoran ramen lumayan sering juga. Apalagi temen-temen saya juga penggila makanan Jepang dan Korea, walhasil kalo jalan-jalan ke mall ujungnya makan di resto Jepang atau Korea.

Belakangan ada heboh-heboh restoran ramen baru di Senayan City, katanya rame dan enak banget. Namanya Hakata Ikkousha Ramen, akhir pekan lalu karena penasaran, saya dan kawan saya pun mencicipi ramen satu ini.

Sebenarnya ini cabang ke berapa ikkousha ramen gitu, sebelumnya mereka ada di Kelapa Gading klo ga salah. Bedanya, yang di Senayan City ini tidak menyajikan produk yang mengandung babi baik daging maupun kaldunya.

Lokasinya ga terlalu besar yang di Senayan City, tapi meski ada di dalam mall, dekorasinya tetep seperti kios-kios ramen yang ada di pinggir jalan di Jepang. Waktu mau masuk, kami ditanya sama embaknya nama dan alamat. Loh kok pake alamat juga ? Biasanya klo antri kan pake nama aja..ini pake alamat segala, gak sekalian tanggal lahir ? Hahahaha.

Mungkin si mbaknya takut ada yang nyasar kali ya jadi ditanya alamat, selain itu kita juga ditanya apa sebelumnya udah pernah mencicip ramen ikkousha lainnya ? Kami jawab, belum. Mungkin mereka lagi survey kali yak.

Begitu masuk, kami dapat kursi yang di tengah. Meski kami cuman berdua, embak-embaknya menyediakan 4 kursi untuk kami. Dua kursi lagi adalah untuk tas kami. Wuohhh! I like it! 
Btw, FYI saya gak suka taruh tas di lantai, soalnya saya inget pesen Pak Agus Marto (sekarang Gubernur BI) bahwa tas itu cerminan pemiliknya dan ukuran kesuksesan..masa ditarih di tempat paling bawah. Ahay!

Kami pun ditawari menu, ragamnya ga begitu banyak. Saya pesen yang direkomendasikan disitu, Ramen Ayam Tam Tam (kategori pedas sedang) dan kawan saya pesan Ramen Ayam Naga merah (yang isinya bukan daging naga, cuma karena dinilai pedas banget oleh si restoran jadi dinamain itu).


Ini tampilan ramen ayam tam tam, secara keseluruhan rasanya emang enak dan kaldunya juga meresap. Tidak terlalu pedas dan taburan wijennya kebanyakan (ingatkan u dikurangi klo makan lagi disini). Porsinya menurut saya banyakkkk banget, soalnya saya ga habis tuh. 

Untuk yang naga merah, selain rasa pedas yang lebih. Telurnya juga ga telur rebus, telurnya dibikin semacam urak-arik yang bercampur langsung dengan kuah. Saya icip-icip enak juga (berhubung saya cuma bisa bedain dua rasa, yaitu enak dan enak banget...hahahah)

Kita juga disediakan irisan cabe, sambel, bawang putih yang disediakan alat penghancurnya kalo-kalo mau nambahin bumbu sesuai selera masing-masing. Selain mesen ramen, kami juga pesen ayam karage, semacam ayam goreng gitu. 


Rasa dari ayam karagenya ini enak banget, mungkin karena saya penggemar ayam kali ya. Bumbunya yang khas meresap banget, ditambah ada pilihan semacam cocolan mayonaise dan lainnya yang bikin segar. Salah satu yang bikin saya ga habisin ramen itu ya sebenarnya ayam ini..hahaha kenyang di ayam duluan. 

Secara keseluruhan, ramen ini emang enak. Dari sisi harga, menurut saya agak mahal. Seporsinya dipukul rata untuk semua jenis ramen Rp 59.800 dan minumnya untuk ocha segelasnya Rp 12ribu (bisa di refill). Jadi diitung-itung sekali makan disini bisa habis Rp 80ribuan. Standar mungkin ya bagi warga Jakarta, tapi buat saya masih terhitung agak mahal untuk semangkuk mie :)).

Well, berhubung restoran ramen dan udon lagi menjamur di Jakarta...yuk mari icip-icip lainnya. 

Senin, 23 Desember 2013

Review : Indomie Taste of Asia, Mewah di Bungkus, Biasa di Rasa

Well, harus diakui kalo saya itu korban iklan banget. Mulanya tau ada varian Indomie rasa asia ini dari percakapan di salah satu grup whatsapp (dari lusinan grup whatssapp yang ada di hape dan hampir semuanya update gosip).

Salah seorang kawan yang kebetulan gadis keturunan arab, Ferial, tiba-tiba bilang di grup bahwa ada Indomie rasa Bulgogi ala Korea. Saya pun penasaran, ada di mana itu barang ? Beli di mana supaya dapat itu barang ? 
Lalu Mb Ferial menjawab dengan jawaban umum, sangat umum. "Ada di Indonesia, Gus" --!!!!!
Jawaban itu seakan sayah dan dia tinggal di negara berbeda! Padahal cuman beda waduk doang, doi di kawasan banjir kanal timur..eike di kanal barat.

Singkat cerita, saya pun mencari tahu soal produk baru Indomie ini. Jadi, waktu saya baca koran (karena saya jarang nonton tipi), di iklan Indomie itu disebut bahwa sebagai produsen mie instan terbesar yang sukses bertaon-taon di Indonesia dan unggul dalam menyajikan varian rasa nusantara. Kali ini, Indomie mencoba merambah rasa-rasa asia. Ada tiga rasa baru yang ditawarkan yaitu ; Indomie Bulgogi ala Korea, Indomie Laksa ala Singapore, dan Indomie Tom Yam ala Thailand.



Gak tahu kenapa di iklan yang dijagokan itu rasa bulgogi ala Korea, mungkin karena demam Kpop dan demam korea-korea yang lagi melanda Indonesia. Tapi, meski diakui iklannya cukup eyecatching dan berhasil menjerat penggila ala ala korea kaya saya..ya kan!

Ketiga varian Indomie ini masih susah dijumpai di warung kelontong setempat, dan juga di alpamart ato indomart setempat. Saya ketemu ini barang di foodhall dengan harga per bungkusnya Rp 3.700, lumayan mahal. Sayah beli buat coba semua rasa *serakah*

Pertama yang saya coba adalah Indomie Bulgogi, beda dengan yang lain, konsep Bulgogi adalah mie goreng. Sementara dua yang lainnya adalah mie rebus. (Ya sebenernya semua direbus sih, cuman yang bulgogi kuahnya ditiriskan haha).

Jenis mie goreng bulgogi ini agak beda dari biasanya, dari sisi ukuran, mie yang disediakan ukurannya lebih lebar. Tapi sayang porsinya sedikit ( tolong ditekankan ini bukan karena saya hobi makan mie goreng dua porsi sekaligus ya!) . Tapi kalo dibandingin ama mie goreng yang biasa pun, porsi bulgogi ini lebih dikit. Sementara bumbunya, banyakkkkkk banget. Kebanyakan malah. Jadi kurang seimbang.

Topingnya ada semacam daging asap, yes daging, dan potongan sayur, serta wijen untuk ditaburkan saat ingin disajikan. Begitu bumbu dan mie terolah, lalu taburkan wijen, saat disantap rasanya..... biasa aja, hahahahah. Seperti rasa indomie goreng biasa ditambah taburan wijen dan daging asap aja. Bulgoginya kurang begitu rasa. Well seenggaknya rasa mie goreng yang ini ga seaneh yang rasa cabe ijo :((

Rasa kedua yang saya coba adalah Laksa Singapore, yang masak waktu itu adek saya. Saya icip sedikit, karena saya ga begitu hobi ama laksa. Pas sayah coba, rasanya kaya makan indomie pake kuah lontong sayur, hahahahhaha. Saya bilang gitu ama bapak saya dan orang perpustakaan kantor, tanggapan mereka sama. "Ya iyalahhh, kan rasa laksa!" (Ga paham apa maksudnya haha)

Terakhir adalah rasa tom yam, dari semua rasa asia yang ada menurut sayah ini yang lumayan enak. Meski tom yamnya kurang kuat, tapi lumayan seger lah dan bisa jadi alternatif kalo lagi bosen makan rasa soto ato ayam special. Pedesnya juga lumayan, bumbunya merah dan pas. Klo kalian punya sambal Bu Rudi yang khas Surabaya itu, boleh tuh dicampur dikit di indomienya biar pedesnya nendang tapi ga merusak rasa. Ketimbang pake saos dan ngerusak rasa mie-nya.

Btw, kemaren saya juga dapat oleh-oleh mie instan cup asal Myanmar dari Mb Ira. Kebetulan rasanya rasa tom yam juga, begini penampakannya.


Gambarnya gaul banget yak..(tolong abaikan gelas sebelahnya yang ada pesan sponsor, hahahaha).

Ketimbang Indomie Tom Yam, mie instan Myanmar dengan gambar cewek punk ini lebih nonjok rasa tom yam-nya (mungkin itu alasannya dikasih gambar cewek punk, karena rasanya bisa nonjok hahaha). Pedesnya kuat juga, tapi sayang karena ini mie instan cup, mienya kurang kenyal haha jadi klo boleh pilih mienya pake yang indomie aja.

Okeh sekian dulu, besok-besok kita bikin review-review lagi selama ada iklan yang menggoda hahahahaha. Xoxo

Minggu, 15 Desember 2013

Melawan Jerawat di 2013

Well, di tahun 2013 ini ada beberapa peristiwa yang sepanjang hidup saya baru kali ini saya alami. Diantaranya : jerawatan.
Ampun deh sama yang satu ini, sejak masa puber biasanya ini kulit muka bandel-bandel aja. Bahkan waktu tinggal di Semarang yang panasnya ampun-ampunan dan debu-debuan terus...ga pernah tuh jerawat nempel sampe segerombolan. Yah paling satu ato dua biji jelang haid, abis itu ilang lagi.

Nah, ini ga tahu kenapa, sekitar tengah tahun lalu jerawat datang secara berjamaah ke muka saya T.T. Musabab pastinya masih belom ketahuan sih, tapi saya curiga ini gara-gara ganti pelembab dan pembersih muka. Awalnya, sedari SMP saya pakai clean n clear yang ada scrubnya. Khawatir kulit menipis karena scrub, coba ganti ke produk lain dari jepang ituuhh..terus ga cocok karena kulit jadi kering.

Begitu kulit kering, coba ganti lagi sama produk sabun yang tinggi kandungan shea butter. Sehari dua hari okey, kulit mulai lembap lagi. Sayangnya, sabun ini ga punya efek membersihkan yang tinggi. Walhasil di hari ke empat mulai datang tuh jerawat dan kawan2nya.

Habis itu, saya dinas ke Malaysia,  cuma dua hari. Tapi lupa bawa pembersih, pelembab, dan sunblock. Nekad jalan-jalan panas-panasan, jadilah muka ini ibarat kampung buat jerawat. Segala jerawat ada, jerawat batu, jerawat nasi, bruntusan, dan lain-lain. Ya ampunnn, rasanya dihinggapi jerawat di seluruh muka itu gimanaa gitu. Malu, gak enak dipegang dan di elus-elus, dan ngerasa kotor aja ini muka.

Jujur, saya paling takut ke dokter muka karena pas browsing-browsing rata-rata hasilnya seperti ada efek ketergantungan. Begitu stop obat dokter, jerawat datang lagi. Banyak yang nyaranin produk2 dokter kulit yang dijual bebas, beberapa kasih contoh berhasil. Cuma ngeluarin Rp 200 ribu sebulan buat beli paket sabun dan krim pagi-malam, siapa coba yang gak tergoda. Tapi saya ogah, takut beli obat sembarangan.

Akhirnya saya browsing terus, dan lumayan kebantu dengan melihat tulisan-tulisan para blogger kecantikan. Utamanya My lovely Sister , di situ dia nekenin untuk menghilangkan jerawat kuncinya cuman satu, yaitu perawatan!! Dan saya pun mencoba menerapkannya.

Di bawah ini perbandingan kulit wajah saya, sebelum dan sesudah perawatan. Maaf ya kalau gambarnya agak mengganggu mata T.T. Di sini keliatan bedanya , mulai dari jerawat dimana-mana dan pori2 yang membesar perlahan mulai hilang :)



Untuk bantuan darurat membersihkan wajah dan mengurangi jerawat di tahap awal, saya pakai sabun Gen Java , lumayan ngebantu banget. Tapi produk ini ga bisa bekerja sendiri, saya pakai produk ini sekitar dua bulanan. Habis itu stop dan balik ke pembersih biasa.

Setelah itu, saya melakukan perawatan rutin dengan produk-produk berikut. Agak ribet sih, tapi semua demi kulit wajah yang kembali aduhai..ihihihi


1. Evian Facial Spray
Biasanya saya semprotkan di sela-sela aktivitas, menjaga supaya kulit tidak kering atau sehabis panas-panasan dan terkena debu. Kalau habis panas-panasan dan kena debu, langsung diusap dengan tisu supaya kotorannya keangkat. Saya pakai produk ini, karena muka saya ga bisa pakai tisu basah. Habis, tisu basah rata-rata mengandung alkohol dan kulit saya sensitif ama yang satu itu. Evian ini kandungannya cuman air , terus apa bedanya ama air biasa ? Air di Jakarta itu ternyata kotor bangettt.. Pernah coba cuci muka, udah pakai sabun, terus habis itu semprot pakai Evian dan lap pakai kapas..jeng jengg....itu kapas masih kotor dong. Padahal mukanya abis dicuci T.T, itulah kenapa saya pakai Evian. Lagian facial mist yang lain juga mengandung alkohol T.T ..sedih deh pokoknya kalo punya kulit sensitif begini.

2. Shu Uemura Cleansing Oil
Bersihan muka pakai minyak ? Ternyata ini efektif banget, meskipun muka kita berminyak tetapi kotoran wajah tetap bisa diangkat maksimal. Biasanya saya pakai ini kalo lagi pakai riasan berat, misal pakai BB cream atau fondatian buat riasan formal yang tebel-tebel itu, pakai ini lebih efektif buat make up remover loh. Cukup diusap-usap pakai tangan, terus dibilas pakai air biasa. Bersih dah.

3. Clean and clear Facial Wash
Yah, namanya orang udik kayanya belom cuci muka kalo belom ada busa. Saya pakai ini buat double cleaner, balik ke pembersih wajah jaman SMP dulu. Pakainya sebentar saja, ga usah digosok terlalu keras ke muka, kasihan nanti kulitnya.

4. Nivea Visage Refreshing Toner
Usai bersihin muka, buat bersihin sisa-sisa kotoran yang menempel dan menyiapkan kulit wajah untuk menyerap pelembab dan lainnya, biasanya saya usap dengan toner. Toner ini saya pakai bergantian dengan Evian facial spray. Milih toner ini mesti hati-hati, kalo kandungan alkohol terlalu tinggi nanti muka bisa meradang lagi. Sejauh ini toner keluaran Nivea ini masih oke dan bisa diandalkan hehe

5.SK II / Missha Facial Treatment Essence
Bisa dibilang produk ini yang paling efektif buat usir jerawat dan bekas-bekasnya. Awalnya saya pakai SK II, dan hasilnya langsung keliatan dalam beberapa minggu. Dipakai setelah bersihin wajah, cukup tiga-empat tetes aja dan ditepuk-tepuk ke muka. Karena SK II ini ampun-ampunan mahalnya, pas habis saya coba cari produk serupa dan salah satunya adalah Missha Facial treatment essence. Emang sih efeknya ga sedahsyat SKII tapi lumayan lah untuk menghapus bekas jerawat dan melembabkan kulit wajah.

6.Olay 7 Total Effects
Olay ini emang pelembab saya dari dulu, pas diganti malah jerawatan hahahaha. Jadi balik lagi, tapi kali ini produknya ditingkatin jadi pakai yang total effect. Tujuannya satu, buat hilangin bekas-bkeas jerawat dan sampai saat ini masih oke-oke aja.

7. Wardah anti acne powder
Nah, buat bedak sengaja cari yang aman buat kulit jerawatan dan alhamdulillah produk lokal yang satu ini cocok cocok aja. Hehehehe

8. Beach Hut Ultra Sensitive Hypoallergenic Sunblock for Face with SPF 65
Hahaha dibaca dari nama produknya aja udah jelas kan kenapa saya pilih produk ini buat sunblock. Pengalaman setiap panas-panasan bisa bikin kulit muka ngamuk-ngamuk. Nah, sekitar sebulan lalu waktu memutuskan berlibur ke pantai, terpaksa cari sunblock yang kira-kira aman buat muka di drugstore setempat. Alhamdulillah yang ini cocok bangett...., saya pakai ini kalo mao ada agenda panas-panasan aja. 

9. Body Shop Tea Tree Oil
Sampe saat in, utamanya jelang menstruasi, jerawat masih ada yang nongol dua atau tiga biji. Pakai ini, lumayan bisa ngempesin jerawat. Cukup dioles di tempat jerawatnya dan diamkan, beberapa hari kemudian ..hilang.

10. Laneige Water Sleeping Pack Ex
Ini perawatan khusus malam hari aja, mestinya dipakai seminggu dua kali. Tapi saya doyan ama produk satu ini, hahahahaha jadi kadang dua hari sekali dipakai. Tiap pakai ini, kulit wajah pas bangun tidur enak banget!! Recommended banget yang satu ini mah.

 Sejauh ini produk-produk tersebut cukup efektif mengurangi dan menghapus bekas jerawat di kulit wajah saya. Jadi ini cocok-cocokan ya, belum tentu di saya cocok di kalian cocok juga. Terus kalo diliat-liat kok kayanya ribet amat ya, yah namanya juga pengorbanan. Tapi ini ga seribet yang dibayangkan kok, lagian saya emang nekenin di perawatan dasar dan kurang suka buat mempertebal riasan. Cuman pakai bedak, terus caw deh berangkat kerja.

Kamis, 12 Desember 2013

Ketika "The Heirs" Berakhir

I CAN'T BELIEVE ITS ENDED!!!!

1. Termangu menatap layar laptop, tidak percaya setelah tiga bulan lebih bersama harus berakhir di sini.
2. Masih termangu menatap layar laptop
3. Berimajinasi ada episode selanjutnya atau mencari harapan akan ada spoiler episode berikutnya. Hasilnya nihil.
4. Tetap istiqomah menatap layar laptop, dan memutar ulang satu atau dua episode terakhir.
5. Setelah habis, masih menatap layar laptop dan tidak percaya akan akhir yang begitu saja.
6. Tidak beranjak dari depan laptop, sekarang mulai gila nonton ulang dengan menonton dari episode pertama. Beberapa bagian dicepetin, fokus pada adegan yang bikin senyum-senyum dan terharu ajah.
7. Ketiduran di depan laptop
8. Bangun tidur dan masih gak percaya The Heirs udah habis.
9. Kerja seadanya, bayangin Kim Tan dan Young Do semaunya.
10. Mulai download sontrek dan MV-MV the heirs yang enak-enak buat dilihat berulang-ulang.
11. Ngobroling episode terakhir The Heirs sama penggemar laennya
12. Sampe rumah, buka laptop lagi dan nonton ulang lagi The Heirs
13. Browsing ke forum-forum, kali-kali bakal ada sekuel atau apaan gitu. Tapi hasilnya nihil.
14. Melampiaskan ketidakpuasan akhir cerita drama dengan membaca Fan Fiction terkait tokoh-tokoh tertentu. Kalau gak ada,bikin fan fiction sendiri. Kalo gak ada juga, minimal cerita ke temen ending versi yang kita mau.
15. Masih gak percaya udah ga bisa lihat Kim Tan dan Young Do lagi.
16. Rabu dan Kamis malam mendatang gak tahu mesti ngapain dan apa yang ditunggu.
17. Begitu terus, sampe ada drama baru yang bikin gila.


---------------------> dua bulan kemudian
18. Udah lupa sama Kim Tan CS, udah tergila-gila ama tokoh drama baru.


Goodbye kiss for us T.T


Sekian.

Bonus dikit, plesetan adegan The Heirs

pic cr to : dramatroll tumblr

Selasa, 10 Desember 2013

DIY : Korean Idol 3D Frame With Mason Jar

FYI, ini tulisan saya kedua setelah sebelomnya capek2 ngetik di aplikasi draftcraft... Hilang begitu saja.

Kali ini, saya mau posting tutorial menggunakan mason jar sebagai frame foto. Ide ini tercetus dari niatan pengen kasih kado yang unik ke salah satu kawan, tapi saya lagi bosen bikin scrapbook. Jadilah pengen bikin sesuatu dari mason jar. 

Setelah saya intip-intip, belum banyak yang pakai wadah kaca satu sebagai frame. Ada yang pakai acara minyak sayur segala, tapi..beresiko buat saya. Hahhaha.

Begini kira-kira hasil jadinya .


Nah untuk membuatnya, ini bahan-bahan yang diperlukan : 
1. Mason Jar ukuran sedang atau wadah bekas selai, buat yang mau cari mason jar bisa mampir ke Ace hardware.
2. Foto idola Kpop ukuran 2R 3-4 lembar
3. Bubuk glitter
4. Lem jitu yang bisa nempelin apapun ke manapun (kecuali hati yang belom berjodoh)
5. Kuas dan gunting
6. Pita atau benang kasur warna-warni
7. Salt spa with aroma
8. Pernak pernik hiasan lainnya


Berikut tahap-tahap pembuatannya : 

1. Cuci bersih mason jar atau wadah kaca lainnya dan keringkan
2. Begitu kering, oleskan bubuk glitter dengan menggunakan kuas secara merata ke seluruh wadah kaca. Glitter akan menempel tanpa lem.
3. Ambil dua foto 2R ukuran penuh, tanpa digunting, lalu tempelkan di dua sisi berlawanan. Terserah enaknya gimana, tapi pastikan simetris dan ada ruang yang cukup untuk mengintip foto ketiga di tengah-tengah.
4. Pastikan foto terekat sempurna. Jika ingin hiasi kaca dari dalam, mulai bisa dilakukan.
5. Setelah menempel foto dan hiasan di wadah kaca. Mulai isi wadah dengan salt spa, disini saya pakai yang aroma stroberi karena warnanya lucu (dan punyanya itu doang). Salt spa disini selain untuk fondasi dasar foto di tengah, berfungsi juga sebagai dekorasi dan pemberi aroma. Agar wadah tidak bau lem dan lainnnya. 
6. Setelah salt spa, silahkan isi wadah dengan apapun. Di sini saya pakai pecahan kerang dan sterefoam ball kecil-kecil dengan warna serupa.
7. Jika fondasi dan isian wadah dinilai cukup, gunting foto sedemikian rupa sehingga hanya bentuk orangnya saja yang kita ambil. Sisakan ruang di tengah wadah untuk meletakkan foto.
8. Letakkan foto di tengah, agar bisa berdiri tegak bisa gunakan alat bantu seperti lidi, karton dan segenggam rasa percaya diri.
9. Alat bantu kemudian ditutup dengan tumbuhan kering atau hiasan lainnya untuk memperindah.
10. Copot bagian kaleng tutup wadah dan ganti dengan apapun yang lebih unyu, bisa foto atau kertawa berwarna atau busa.
11. Lingkarkan pita atau benang kasur warna-warni , atau tali di sekitar tutup wadah untuk hiasan.

Selain untuk frame, wadah ini bisa juga dijadikan tempat pensil atau pulpen lohh... Ini hasil jadinya



Have fun dan semoga berhasil :) 

Ps : maaf ya mba ira kadonya telat :)), cepat pulang mbak! Woobin menunggumu di toples!