Minggu, 28 November 2010

Juru Tinta Labil & Tamasya Taman Safari

(judulnya kayak karangan anak Esde gak sih? *plakkk*)

Alkisah, pada suatu akhir pekan sekelompok wartawan labil hendak melepas rasa jenuh dan menghilangkan stress mereka selama ini. Setelah berunding berhari-hari, akhirnya terpilihlah Taman Safari sebagai lokasi tamasya mereka.

Terdiri dari Anton & Dwika (yang keduanya masih diragukan status prianya) , Uci & Ocha (Saingan Upin & Ipin se velbak), Evana, Febro, dan saya sendiri yang merasa paling manis diantara mereka *dilempar balokk!*
gerombolan calon kuli tinta mau bersiap tamasya..yihaa!




Jadilah kami berangkat ke Taman Safari, Naik Avanza punya Dwika, Anton duduk di muka. Ku duduk samping evana yang tak henti mengunyah, mengendarai mobil mewah supaya murah ongkosnya.. haii.. tuk tik tak tik tuk *halahh*. Sepanjang perjalanan, kelompok wartawan labil itu tak henti-hentinya tertawa dan berghibah, soal kerjaan terutama.

Memasuki Cisarua, kami melihat penjual wortel menjajakan dagangannya, yaitu wortel *ya iyalahhh masa penjual wortel nyewain Villa!!* di sepanjang jalan masuk Taman Safari. Kami, yang gajinya tak seberapa ini, pun tak mampu membeli wortel-wortel itu. Namun, kawan kami Anton yang datang jauh dari Padang dan selama ini berada di dunia perbintangan, serta baru pertama kali menginjak Taman Safari, ternyata memiliki rasa gembira yang tak terkira. Dengan semangat, Anton melambai dan mengucap "Haiii, dadahhhh," pada para pedagang wortel itu. Ya Tuhan, dia mengira para pedagang itu menyambutnya ternyata!! *pliss dehh*

Tibalah saat kami harus membayar tiket, ternyata harganya mahal juga, 75 rebu rupiah!Padahal, sebelumnya Anton bilang tiketnya cuma 30 rebu rupiah saja *gampar Anton! lempar ke kandang gorilaa!!!*, yah salah kami juga sih percaya sama dia yang baru pertama kali ke Taman Safari ini.

anton, yang girang setengah mati pertama kali ke Taman Safari
Dengan posisi 2, 3, 2 di dalam mobil. Saya duduk di jok paling belakang bersama Evana, di tengah ada si kembar tapi tak mirip, Ocha dan Uci + Febro, di depan tentu saja Dwika sang supir dan mpunya mobil, bersama Anton yang tidak diketahui gunanya dia duduk di depan *Mao Eksis doang dan gak mao sempit tuhh*.
Onta, hewan pertama yang kita liat. Tapi kok dijaga sama Wan Abud ya? hehey

Jumat, 05 November 2010

ES Krim Magnum's Gate


Penat, wanita itu menggigit es krim yang tengah dia genggam... keajaiban pun terjadi. Bak seorang putri dari Eropa, itulah sensasi yang dia rasakan ketika menikmati es krim itu.

Sabodo lah yah ama tuh cewek, toh daku bukan penyuka sesama jenis yang bisa napsu melihat ekspresi nikmatnya dia menjilati es krim. Yang jadi permasalahan buat daku disini itu adalah , ES KrIM nya!!!

Sial, baru kali ini ada iklan di tipi yang bisa mengalihkan perhatian daku dr layar laptop dan gambar2 cowok korea di dalamnya _ _"

"Magnum with Belgium Chocolate," begitu tag line di iklannya..Belgiumm chocolate cuyyyy!!!! coklat belgia..bukan coklat ayam!! es krim itu menjanjikan kenikmatan surgawi di tengah kepanasan Jakarta..

Begitu iklan keluar di tipi, 4 hari kemudian daku libur, dan dengan semangat perjuangan ala ibu-ibu jumantik yang tiap jumat memantau rumah warga demi memberantas penyakit DBD, daku pun mulai menapaki satu demi satu warung yang ada di Rw 03A *berhubung kampung daku lagi heboh berebut RW* kelurahan Kebon Melati, Kec Tanah Abang..

Total 3 warung yang menjual es walls daku sambangi, tak kutemui si Magnum Belgium itu..alhasil, karena gak enak dah ngubeg2 warung..daku membawa pulang coki-coki *warung 1*, pedelpop *warung 2*, dan panadol *warung 3, kali2 aja pusing abis muter2*..

Pencarian berlanjut, aku pun bersilaturahmi ke Alpamaret, indomaret, hypermart..yang ada di kelurahan kebon melati, bahkan kelurahan seberang, Kebon Kacang. Hasilnya tetap nihil.

Saya sempat berpikir , jangan2 itu iklan fiksi lagi..sebenernya itu khayalan daku saja akan keberadaan es dengan lapisan coklat belgia. Daku pun coba bercoleh di twitter.. "Duh, nyari es krim magnum baru susah bener ya," tulisku. Total, sebanyak 8 followers pun membalas tweet daku dengan hal yang serupa.. "He, eh susah bener,". "iya gus, gw juga lagi nyari tuh es,", begitu kata mereka.

Tapi ada yang jawab, "Disini banyak mbak, di Yogya.." .. Oh Mai Goat...Oh Kambing ku yang jenggotan, mase aye kudu ke Yogya buat beli ES! kalo punya jin mungkin dah aye ambil tuh es!

Kemana lagi saya harus mengeluhkan susahnya mendapat es ini selain kepada Keluarga, daku pun bercerita, berulang, satu jam sekali, setiap itu iklan nongol..setiap ada yang duduk disampingku.. bahwa daku pengen es krim itu!! dengarlahhh curhatkuuuuuu *ala viera*.. Alhamdulillah, doaku terdengar, kakak sepupuku, sepulang syuting ingat bahwa adiknya ini tengah ngidam es krim magnum , dan membawanya ke rumahh..Yipppppieeeeee ^^..


Dibawakannya daku magnum classic, with almond..dan rasanya... you could say..Harga Gak bisa bohong cuyy! dengan 10 ribu rupiah,,, anda mendapatkan sensasi coklat belgia yang luarrr binasaaaahhhh *ini bukan blog berbayar, tapi ya mudah2an pihak magnum ada yang baca trus kasih gw es krim magnum segerobak :)*