Minggu, 16 Juni 2019

Review Super Junior Show 7S: Lepas Usia, Lepas Rindu, Lepas Baju!


Sebelum konser dimulai 



Gimana jadinya kalau nonton konser saat idola kita dan kita sendiri sama-sama menua?
Begitulah yang terjadi di konser Super Show 7 S Super Junior di ICE BSD, Sabtu 15 Juni 2019, semalam. Meski debut sejak 2005, mendunia lewat 'Sorry-Sorry' sejak 2009, Suju sendiri baru datang ke Indonesia pada 2011.


Waktu itu mereka datang buat acara KIMCHI, sumpah gue lupa kepanjangannya. Pastinya saat itu usia gue juga masih awal 20-an...uhuk.  Super Junior juga, masih mayan komplit dan muda-muda. (Ulasan gue pun masih berantakan lah).

Mereka baru gelar konser resmi di 2012 lewat Super Show 4 YANG TIKETNYA GAK BISA DIBELI ONLEN! Kita kudu antri berhari-hari demi beli tiketnya di sebuah hotel di kawasan Slipi. Untung gue masih muda, jadi sanggup. 

Sushow 4 berlangsung di MEIS, Ancol, yang waktu mereka konser bahkan GEDUNGNYA AJA BELOM JADI! Masih berdebuuuu.....masih bangun sana-sini, belom banyak jajanan. Sedih dah. Meskipun dari sisi lokasi dan tata letak gedung sebenernya udah okey banget buat jadi arena konser, sayang sekarang terabaikan. 

Dulu, konsernya malam sebelum lohor kita udah ada di TKP. Di kisaran lokasi konser, sambil cari makan dan siap-siap antri biar dapat posisi depan ketemu idola. Masih kuat, masih muda. 




Sekarang, meski rasa cinta dan hawa nafsu masih sama besar...faktor umur membuat kemampuan fisik kami terbatas. Konser jam setengah 7, jam 5-an sore aja baru jalan ke TKP. Masuknya belakangan aja, kalo semua udah masuk. Nontonnya belakang-belakang aja gak apa-apa, yang penting bisa nafas ama duduk kalo capek. 

Gue paham bener kalo Super Junior separuh dari penampilannya lypsinc, kan seumuran kitah! Gak usah dia joget-joget nonstop di panggung, gue yang antri kamar mandi 20 menit berdiri aja langsung encok. Gak bohong umur, mah. 

Ini juga sempat jadi bahasan gue dan kawan-kawan sebelum ke lokasi konser, seperti kita ketahui bersama sebelom ke Jakarta..saudagar kaya raya Choi Si Won kan liburan di Bali tuh sister sekalian. Membuat kami berpikir, "Lah emangnya dia kaga gladiresik gitu dan latihan-latihan dulu sebelom konser?"

Saudagar Choi leha-leha di Bali sebelum konser, pic cr: instagram @Siwonchoi 



Mungkin yaaa...mungkin loh ini, karena mereka udah bawain dan jogetin lagu ini belasan tahun ya udah apal gitu jadi kaga perlu si Saudagar Siwon latihan. Atau, seperti kata temen gue Ka Nao berkata. "Paling dia mikir, udahlah gak usah latihan Siwon buka baju aja udah kelar tuh konser. Mau kaya gimana, bakal teriak-teriak juga kita liat dia buka baju."

Gue pun meng-iyakan. Ner uga, Siwon mao kaga bisa nyanyi juga kaga napa, dia buka kemeja kelar semua masalah dunia.

Sebenarnya, bukan cuma si idola doang yang tampak kurang persiapan. Fans juga, misal gue dan kawan-kawan tidak ada yang membawa lighstick, hahahha.

Bahkan salah satu temen gue tanpa sadar legingnya sobek, terus gue bilang... "Tenang aja Kak, abis konser juga udah copot semua itu leging kaga bakal berasa."

Begitulah, itu sebelum sadar kalo konsernya Super Junior meskipun menua masih bisa bikin keringetan luar dalam juga. Dahsyat. 


Super Junior Masih Panas...
Nah, saat gue berpikir gue sudah menjadi fangirl yang lebih rasional seiring bertambahnya usia dan dengan segala kebijakan dari pengalaman hidup. Ternyata gue salah, besar!!

Fangirl tetaplah fangirl, mau setua apapun kamu dan sepahit apa hidup menerpamu, saat bertemu idola hilang semua kewarasan dan batas-batas keimanan. Puasa 30 hari untuk latihan menahan hawa nafsu, bablas dalam semalam!

Lokasi nonton gue di purple B, mahal...tapi masih jauh dari idola. Harusnya ini masuk sejak jam 3 atau 4 sore gitu, gue mah lengang aja dan baru masuk jam 18.25, lima menit sebelum konser. 

Lagian, gue pikir, gue ga perlu deket-deket amat lah ini sudah konser ke sekian kalinya melihat Suju. Gue pernah dari jarak dekat, dan dekat banget sampe disapa LeeTeuk sendirian (nanti ini terpisah ceritanya, hehe).

"Aku gak ingin maksain diri," kata gue ke diri sendiri. YA, KALI. 

18.30 ...lampu mati, pengumuman safety dari pihak gedung. Fans jerit-jeritan. 

"Apaan sih ni, gak pernah ditegor satpam kali ya bocah-bocah." Pikiran julid gue. 

Lalu, lagu Indonesia Raya dikumandangkan dan seluruh fans bernyanyi. "Oh, okay," pikir gue, mulai merinding. 

Langsung lah VCR-VCR itu nongol, mukanya satu satu di zoom dan fans makin histeris. "Apaan dah, norak. Video doang itu belom orangnya," kepala gue berkata, tapi wajah gue memerah dan senyum-senyum. Lain di hati, lain di birahi. Sampah!

Gak lama, Ryeowook membuka dengan main piano..lalu se-ICE BSD gempar. "Apaan dah, Ryeowook doang itu...Ryeowook sister kita bersamaaa!" Kata gue lagi, tapi maju lima langkah. Bangke! Gitu terus, maju mundur sampe dapat spot yang pas. 



Black Suit jadi lagu pertama, kecuali soal nada-irama, dan bagian chorus..gue gak hapal-hapal banget lirik lagu ini. Tapi tiba-tiba badan gue goyang sendiri, aneh! Ini ICE BSD pasti ada penunggunya nih, kalo gak jin alay ya jin doyong!

Habis itu mereka bawain lagu Superman yang liriknya sangat dalam itu, yang mengukuhkan posisi mereka sebagai senior Kpop dan masih bertahan. Mereka nyanyinya sih duduk aja, tapi gaya pangeran gituuu....pujian gue berikan pada penata rambut Leeteuk.

Bener-bener mirip pangeran di komik-komik si Abang LeeTeuk, Aku jadi sayang...



Kalo tadi badan gue doyong-doyong di Black Suit, pas nyanyi Superman...tau-tau tangan dan jari gue ngacung ke atas kaya peserta aksi kampanye pilpres yang lagi heboh. Aneh dah!

"Bam..bam..bam...bam bam...bam!" Super Junior we are super super man!" Tau-tau gue ikut teriak. Bodo ah!

Sekitar 3 lagu, lalu mereka perkenalan..tiba tiba aku lihat jodohku (UHUK!) Lee Dong Hae ganti baju, pake lengan bunting baju kokoh-kokoh warna merah gitu. Sementara yang lain pake jas a la pangeran rapi. "Ya ela Bang, nanggung amat..buka aja udah."

TUH KAN, AKU MULAI LIAR! Ini keluar sendiri pikiran kaya gitu, astagfirulloh.

Masuk sesi perkenalan, gue sangat bangga babang-babang gue ini belajar bahasa Indonesia dan menyapa kami. Kecuali saudagar Choi saudarah-saudarah, sejak jadi duta Unicef ..saudagar Choi ini aktif sekali berbahasa Inggris. Dia effort banget ngomong English dari awal sampai akhir, tapi kalo agak capek sedikit dia balik bahasa Korea lagi.

Tapiiiiii, tiap ngomong bahasa Inggris kata-kata yang keluar dari mulutnya itu positif semuaaaaa. Gue sangat yakin dia belajar bahasa Inggris bukan buka kamus, tapi buka alkitab!

"Ingat hidup cuma sekali, cintai diri kalian," begitu ujarnya. Gue sampai bertanya-tanya, MARIO TEGUH APAKAH ANDA MERASUKI PIKIRAN SAUDAGAR CHOI???



Waktu gue bilang Saudagar Choi ini seperti motivator karena ngomong positif terus, salah satu kawan di grup whatsapp menanggapi dengan selow tapi epik. 

"Ya kan dia duta organisasi internasional, kudu menebar kebaikan. Masa menebar ujaran kebencian."

Bener juga, lebih baik Saudagar Choi dirasuki kata-kata motivasi Mario Teguh ketimbang kerasukan Fadli Zonk.

Rabu, 03 April 2019

Cerita Cinta yang Benar-Benar Buta!

Mumpung sedang lowong, kali ini gue ingin bercerita tentang sepasang kawan yang kadar cintanya berlebihan.

Sebenarnya, gue pernah menceritakan pasangan ini di blog yang serba tidak jelas dan dibikin saat-saat masa galau dulu; di sini

Nah, ini masih membahas pasangan yang sama. Sebut saja nama mereka adalah Hani dan Bani. Hani si perempuan, dan Bani si lelaki.

Hani ini jurnalis ekonomi, kini sudah menikah dengan Bani dan memiliki putri yang lucu. Meski berkawan bertahun-tahun dengan Hani, kadang sampai sekarang gue gak ngerti bagaimana cara dia memandang dunia dan isinya.

Tiga tahun lalu, waktu kami masih hobi nonton drama Korea di Press Room Kementerian ESDM. Gue iseng bertanya pada Hani untuk menguji rasa cintanya dia pada Bani – yang waktu itu masih pacarnya.

“Han, Lee Min Ho sama laki loe gantengan mana?”

Ini Lee Min Ho, pic courtesy @li_min_ho_official


Hani jelas menjawab pacarnya lebih ganteng. Tapi bukan itu yang membuat gue terkezut. Yang bikin gue shock adalah kalimat lanjutannya.

“Jelas Bani lah, Mbak. Lagian si Lee Min Ho kan mirip MS Hidayat!”

MS HIDAYAT, mohon maaf ini buat yang belum tahu Pak MS Hidayat, ini bapak mantan Menteri Perindustrian. Gue shock lah. 

MS HIDAYAT MIRIP LEE MIN HO DARI MANANYAAA????



(Gue sebenernya mau bilang ; MS Hidayat ganteng belah mananya?? Tapi takut kualat kan).

Singkat cerita, tiga tahun kemudian setelah pernyataan itu, saya pikir Hani sudah sembuh. Tapi ternyata enggak juga tuh.

Intinya, awal Maret lalu kami janjian untuk kondangan ke Padang karena salah satu kawan karib kami akhirnya menikah. Setelah memacari 13 anak gadis tanpa memberi kepastian. 

Waktu mau ke Padang, Hani ini ribet banget. Nanya-nanya mulu kaya wartawan. Ya, emang profesinya sih.

Mbak, lo ikut ga?”
“Ikut, kenapa emang?”
“Kalo lo ikut, gue pengen bawa anak gue. Kalo lo gak ikut gue jalan sendiri aja. Anak gue ama bapaknya.”
“Lah, ngapa bisa gitu? Gue entar jagain anak lo?”
“Kagak Mbak, kalo ada loe kan anak gue ada temen mainnya.”

Gue bingung ini, anak dia itu umurnya 3 taon. Gue 30 tahun. TEMEN MAIN DARI MANA, YA TUHANNNNN!

Jawaban dia simple;  “Ya kan lo berdua sama-sama suka Elsa Frozen!”

Ya kalo gitu caranya AKU BERTEMAN DENGAN SELURUH BOCAH DI PENJURU DUNIA DONG! Biarlah sudah LET IT GOOO!


Alhasil, ujungnya si Hani gak jadi bawa anaknya. Bukan karena gue gak mao nemenin dan maen frozen-frozenan, tapi karena tiket pesawat yang naiknya lebih cepat dan tinggi dibanding kenaikan gaji. 

Sampai di Padang, siang jelang sore. Kami memutuskan ke Bukit Tinggi dulu buat cari makan dan foto-foto. 

Perjalanan dari Bandara ke Bukit Tinggi ada kali sekitar 2 jam. Nah, sepanjang jalan ini lah gue rasanya mau muntah. Bukan karena jalanan di Padang naik turun dan meliuk-liuk, tapi karena kelakuan si Hani. 

Loe bayangin aja, saat mobil naik turun. Tiba-tiba Hani berceloteh. 

“Mbak, Hamish Daud ganteng ya.”

Gue Diemin.

“Hamish Daud ganteng ya, Mbak ya! Kaya lakik gue, Bani!”

ASTAGFIRULLOH, “SITU RAISA YA?” -> spontan gue teriak. Intinya gue berargumen, dilihat dari sisi mana sih suaminya itu mirip Hamish Daud. Kan Kelen tahu lah seganteng apa Hamish Daud. 

Mohon maaf ya para penggemar Hamish Daud


Hani masih kekeuh, “Ya Mbak, coba lo liat deh. Laki gue sekarang agak gemukan Mbak, kalo dilihat-lihat bisa mirip Hamish Daud.”

Gue tantang untuk cek Instagram Hamish Daud. 

Lalu, dia scroll sampai bawah. “Iya Mbak, kok gak ada ya. Perasaan kalo gue liat muka Bani mirip kok.”

JADI INI RAISA KW PAKE PERASAAN SAJAH SODARA-SODARA.

TIAP LIHAT MUKA SUAMINYA DIA PIKIR MIRIP HAMISH DAUD. TAPI DIA TIDAK PERNAH CEK DAN KONFIRMASI DENGAN FOTO HAMISH DAUD SENDIRI.

guling-guling dulu biar sehat jiwa inih


Lelah hamba. 

Sabtu, 19 Januari 2019

Pertemanan (Ceritanya) Kepingin Sehat

Seperti orang kebanyakan, setiap awal tahun pasti dimulai dengan resolusi. Apa yang mau dicapai tahun ini?

Dan seperti tahun-tahun, atau bahkan dekade, sebelumnya. Resolusi 2019 pastinya masih tetap mainstream; pengen kurus, pengen sehat, pengen hemat, pengen kawin, pengen kawin lagi..eh. Gitulah.

Nah, menurut penelitian orang-orang yang kerjanya meneliti dan kami tinggal baca, agar suatu impian atau resolusi bisa terwujud ada baiknya dilakukan secara berkelompok. 

Sama toh seperti kerja kelompok, mau tidak mau pasti kelar, meskipun yang kerja akhirnya cuma seorang. Mungkin itu alasannya, kenapa berkelompok selalu sukses. Meski ada yang dikorbankan. 

Kebetulan, saya punya geng yang sangat-sangat tidak jelas. Isinya orang-orang yang punya keinginan fisik warbyasa dengan nafsu makan dan jajan yang tak kalah juara. Sebut saja nama sebenarnya; Gue, Rangga, Iwan, Abud, Maik. 

5 sekawan ini mulai resah dengan bentukan badannya, dan ingin sehat di tahun ini. Kami ingin punya pertemanan sehat seperti Dian Sastro dan kawan-kawan. Pertemanan yang kalo janjian lari bareng di Jerman, atau buka restoran diet di mal. 

Kek gini loh contoh pertemanan sehat. Pic by Hitts via Google


Bukan pertemanan yang kalo janjian buat; males datang pagi ke kantor, mabur nonton, bagi donlotan, atau janjian nirfaedah lainnya. Kami ingin jadi #Pertemanansehat.

Tapi, berhubung kami masih sebatas kepingin sehat, jadilah saat dilontarkan ide-ide hidup sehat banyak terjadi tawar menawar dan persengketaan di grup BBM. 

Oh iya, kami pake BBM Group, soalnya buat cari duit di #groupwar!  Mayan buat nonton gratis kalo dapat uang di DANA wkwkwkw. 

Ajakan pertama adalah sepekan tanpa gorengan, reaksinya adalah sebagai berikut. Penolakan yang terjadi adalah penolakan kelas berat, ini ibarat tawaran untuk memilih Jokowi sebagai presiden ke kaum kampret atau sebaliknya, tawaran memilih Prabowo ke kaum cebong. Mustahil disepakati. 

Seminggu Tanpa Gorengan, Berat!

Minggu, 13 Januari 2019

Review K Drama Memories of The Alhambra; Duda, Granada, dan Cinta!

Akhirnya, setelah sekian lama bisa juga menulis blog ini. Kali ini gue bakal bahas drama terbarunya Oppa (kesayangan kita semuah) Hyun Bin…..!!



Merasa ndak sih, setelah Secret Garden tahun 2010 lalu, Oppa tamvan kita ini agak kurang beruntung mendapat drama atau film yang ditawarkan kepada dia. Habis Secret Garden, si Oppa kan wamil tuh (dan sempat visit ke Indonesia!), terus habis itu dia comeback gak ada yang greget banget gitu. 

the unforgetabble scene from Secret Garden, huhuhuu


Drama terakhirnya 2015; Hyde, Jekyll, and Me kurang begitu sukses. Meski di situ dia meranin dua karakter sekaligus, tapi naskahnya gak bangettt…jadi nda begitu sukses. Tapi tenang Oppa, aku fans abadimu..sejele apapund dramamu tak mengurangi ketamvananmu…eh..loh. 

Tapi dari sisi film, karakter si Oppa mayan ngembang kaya adonan roti didiemin sejam. Kecuali yang zombie-zombie terakhir itu, gue sih paling suka si Oppa Hyun Bin ini pas di The Swindlers yak..jadi pencuri dan penipu ulung gitu. CURI HATIKU DONG, OPPA!

Hyun Bin and the gang di The Swindlers!


Beklah, kita masuk ke drama barunya yakni Memories of The Alhambra. Sebelum gue review lebih jauh, gue mau bilang di awal dulu:

THIS IS SUCH A BEAUTIFUL DRAMA EVER………!!! LOVE LOVE LOVE!



Beautiful places, beautiful actress, beautiful Hyun Bin, beautiful story, dan gara-gara drama ini…aku mao ke Granada, Plisss!

Okay, kita masuk ke Beautiful Story dulu ya:

Beautiful Story
Duh TvN mesti banget diakui paling andal menyajikan drama yang storynya tidak biasa. Ndak mainstream seperti tv lain yang hobi sajikan tema; adzab dan mistis (LOH INI MAH TV LOKAL). 

Kali ini TvN lagi lagi mengangkat tema yang gak biasa, soal dunia games. Meskipun soal percintaannya masih manusia dengan manusia, gak kaya Goblin di mana yang satu manusia satu lagi makhluk halus. 

Untung yang bikin orang Korea itu drama Goblin, kalo dibikin sutradara lokal sini pasti udah dihujat jadi drama musyrik! 

Nah, Hyun Bin di sini menjadi Yoo Jin Woo CEO perusahaan gamers terkemuka yah ibarat kata di bosnya Mobile Legend atau PUBG yang lagi naek daun itu. Dan tiba-tiba dia dapat email dari seorang pemuda bernama Jung Se Ju (tamvan juga) soal games AR-nya yang dia ciptakan dengan lokasi di Granada, tempat ia bermukim.

Duh aku lagi main game, jatuh, tapi tetap tamvan!


Memainkannya kaya main pokemon Go gitu, jadi pemainnya mesti jalan-jalan buat kalahin musuh, dapat senjata, dan lainnya. Dan games ini masih uji coba, dan tentunya dicoba oleh Hyun Bin. 

Dilalah, pencipta games ini tidak diketahui keberadaannya, Yoo Jin Woo sambangi ke Granada dan hanya bertemu dengan kakaknya, yakni Jung Hee Ju (diperankan Park Shin Hye). Jin Woo pun mendekati Hee Ju secara bisnis untuk beli hak cipta game yang dirancang adiknya itu, dan sukses. 

WHY U TAMVAN BANGET


Jadi selama beberapa episode awal, kalian tidak akan dapat adegan cinta-cintaan! Sabar! Cinta di dunia nyata aja lebih lama datangnya, di drama boleh dong tarik ulur dikit.