Sabtu, 05 November 2011

FLY DADDY FLY

Ayah, seharusnya adalah seseorang tempat kita bisa bergantung. Ayah, selalu bisa diandalkan dalam segala hal. Mungkin, selama ini seorang anak lebih dekat dengan ibunya ketimbang Sang Ayah. Tetapi, naluri seorang ayah untuk melindungi buah hatinya...tidak ada yang bisa mengalahkan.

Beberapa hari lalu, saya menemukan komik keren yang cukup terkenal dan legendaris di negeri Jepang. Sudah lama mencarinya, akhirnya saya temukan ditumpukan bundelan komik diskonan.. sayang :'(
Hanya dengan Rp 18.000 , saya berhasil mendapatkan komik legendaris itu. "FLY DADDY FLY"


komik FLY DADDY FLY :D ga nyesel beli ini deh 



Komik karya Kaneshiro Kazuki ini mengangkat kisah seorang Ayah yang berjuang mati-matian membela harga diri putri dan keluarganya.

Hajime Suzuki, adalah pria berusia 40-an yang biasa-biasa saja. Dia hanya pegawai swasta biasa, dengan rutinitas hampir membosankan. Setiap hari dia berangkat dan pulang bekerja mengendarai bus yang sama, berjumpa dengan orang yang sama dan terlihat lelah. Keluarganya juga sederhana, tapi disitulah sumber kedamaian hidupnya.

Hidupnya yang datar berubah pada suatu musim panas akibat musibah yang menimpa putrinya, Haruka. Sepulang kerja, dia dikabarkan putrinya yang masih berstatus pelajar tersebut dianiaya oleh orang tak dikenal. Tubuh Haruka babak belur, tapi yang paling hancur adalah keadaan jiwanya yang trauma akibat pelecehan dan penganiayaan tersebut.



Malang, yang menganiaya gadis itu adalah Ishihara..seorang atlit tinju nasional kelas bulu, anak seorang politisi terkemuka yang tak dapat disentuh oleh hukum. Suzuki yang masyarakat biasa tak bisa melawan Ishihara, baik secara hukum apalagi fisik. Diamnya Sang Ayah, membuat Haruka semakin terluka. Haruka, bahkan tak mau menemui ayahnya lagi yang dia anggap tak bisa membelanya.

Merasa tak berguna, Suzuki pun berencana membalaskan dendam dengan mencelakakan Ishihara. Membawa senjata tajam, tapi dia salah sasaran. Alih-alih bertemu Ishihara, Suzuki malah berpapasan dengan Park Soon Shin dan rekan-rekan berandalnya.

Park Soon Shin, pemuda asal Korea yang terdampar di Jepang, biasa menjalani hidup yang sangat keras sejak kecil. Dia pandai berkelahi dan bela diri. Mengetahui peristiwa yang menimpa Suzuki, Soon Shin pun memutuskan untuk membantu Suzuki membalaskan dendam kepada Ishihara.

Ishihara tak bisa dilawan secara hukum adalah hal yang jelas, maka satu-satunya cara menghadapi Ishihara dan memberinya pelajaran adalah dengan berada di ring tinju. Dimana tidak ada satupun pihak yang dapat campur tangan. Soon Shin berjanji akan melatihnya sehingga bisa bertanding melawan Ishihara.

Suzuki, berusia 40-an tahun, lama tak berolahraga, tidak punya pengalaman bertanding apalagi tinju. Pun, menerima tawaran Soon Shin. Dia mengambil cuti panjang di kantor, fokus berlatih berbulan-bulan dengan Soon Shin. Mulai dari latihan fisik, mental, tarung, bahkan pola makan.

Disinilah hal-hal menarik dan lucu terjadi, selama latihan selalu ada benturan antara Soon Shin dan Suzuki yang beda usia, beda cara pandang dan beda kekuatan fisik.

Komik ini cukup laris di pasaran, bahkan di buat Film oleh dua negara berbeda yaitu Jepang pada 2005 dan Korea Selatan pada 2006 dengan judul serupa "FLY DADDY FLY"


FLY DADDY FLY KOREAN MOVIE 


Saya baru menonton yang versi Koreanya, secara keseluruhan film yang dibintangi oleh Lee Jun Ki ini tidak jauh melenceng dari cerita komik. Ada bebarapa gubahan latar belakang memang, tetapi tidak mengubah inti cerita. Kisah perjuangan Suzuki yang berlatih fisik sangat keras juga dapat digambarkan dengan baik dalam film.

Ada satu adegan yang saya suka dalam komik dan digambarkan dengan apik di filmnya, yaitu adegan Sang Ayah berlari mengejar bus. Jadi, ketika Suzuki memutuskan mengubah hidupnya dan menerima tawaran Soon Shin. Dia memilih mengubah kebiasaan hidupnya, mulai dari berhenti menaiki bus yang sama yang dia tumpangi selama belasan tahun.

Alih-alih pulang dengan naik bus, ia memilih untuk berlari mengejar bus yang kira-kira berjarak 4-5 halte untuk sampai ke kediamannya.  Awalnya kalah, tidak ada yang menanggapi dan menyadari sikapnya tersebut. Namun seiring staminanya bertambah akibat latihan fisik yang dia lakukan, lama-lama dia sanggup mengejar bus tersebut. Si Supir dan para penumpang pun takjub dan terharu atas usaha Suzuki.

Haruka, pun mengetahui apa yang sedang dilakukan oleh Ayahnya. Suzuki berjanji akan menjemput Haruka segera setelah ia berhadapan dengan Ishihara. Berhasilkan Suzuki melawan Ishihara di pertandingan tinju? Apakah Haruka bersedia menerima kehadiran ayahnya kembali?
Well... baca dan beli aja bukunya ;)

Pokoknya gak bakal sia-sia deh bacanya, ada perasaan haru, lucu, sedih, gembira bercampur aduk ketika membacanya. Jarang-jarang nih sayah mereview buku dan menulisnya di blog kalau enggak bagus-bagus amat, hehehe...
Intinya, komik atau Film  Fly Daddy Fly ini bisa jadi alternatif hiburan sodara-sodara mengisi liburan lah...
enjoy ;)

Tidak ada komentar: