Sabtu, 06 Oktober 2012

Gusti & Spa Pertamanya

- Gue nemuin tulisan ini di hape Nokijem, ya ampun hampir dua taon lamanya tulisan ini tersimpan rapih. Niat hati mau diposting ke blog, tapi ternyata tertunda-tunda sampe dua tahun. Jadi, untuk menebus rasa bersalah pada diri sendiri...yang udah nulis lumayan lama untuk ini. Gue posting sekarang aja dah... tapi emang daku sendiri lupa gimana perjalanan ini waktu itu...jadi terakhirnya rada - rada...ngatung kaya celana jaman sekarang.

Enjoy! -


Ini adalah kisah nyata, kisah seorang gadis manis keturunan Jawa, 24, kuning langsat, imut, Islam beriman menginginkan pria baik-baik sebagai pasangan hidup, duda tak masalah...

Gadis manis ini, sebut saja Gusti, nama sebenarnya.. Nama kerennya agus. Nama alaynya Gu5tI3.. nama bapaknya Budi. Jadi kalo ini Bapak Budi, berarti itu Kakek Gusti... Haiyahh

Sehari-harinya gusti adalah pewarta disebuah media terkemuka yang enak dibaca dan perlu *promo*. Ngakunya sih wartawan desk Ekonomi dan Bisnis dengan fokus liputan sektor energi, tapi suatu ketika takdir berbicara lain padanya. Gusti mendapat tugas yang mulia, tugas yang bisa mengasah sisi kewanitaannya yang selama ini terabaikan layaknya sumur tua. Gusti mendapat jatah liputan resort dan spa.... Oh Yeahhh!

Gusti sangat gembira, 24 tahun jadi wanita seumur2 belum pernah masuk spa. Disatu sisi dia merasa sedih juga loh, karena bingung harus menulis apa. Perawatan dan keindahan fisik bukanlah sesuatu yang dia miliki, selama ini gusti percaya hanya bermodal kecantikan hati dan kecerdasan berpikir saja..toh banyak pria yang jatuh hati sampe jatuh bangkrut gara-garanya.. Wowww!

Pihak penyelenggarapun menghubunginya, menyampaikan kabar buruk untuk gusti ..yang tengah bermimpi indahnya perjalanan nanti. Si Mbak penyelenggara kasih tahu ke dia, akibat telat konfirm terpaksa Gusti pisah pesawat dengan rombongan lainnya. Gusti naik pesawat aseli Jakarte alias Batavia, yang laen naik pesawat singa alias lion. Oh Okay, pikir gusti, jelaslah sudah ini merupakan rombongan yang terpisah dan pesawat yang tertukar.. *mulai sinetron*

Perjalanan Gusti ke Bandara Bung Karno dan Bung Hatta tidaklah mudah alias it's not easy babeee. Gusti harus bangun pagi-pagi buta, sampe2 ayam di kandang sebelah pun minder gara2 keduluan bangun ama gadis imut itu. Belum lagi, gusti harus berjuang keras ngebangunin om-nye yang mesti antar doi ke gambir! Loh kok gambir ? Emang ke pontianak bisa dari stasiun...

Kawan, jangankan ke Pontianak, ke Eropa atau mau naik haji pun bisa dari gambir. Ingat,dimana ada kemauan disitu ada jalan! Dari gambir, kita akan menemukan bis ajaib  bernama DAMRI yang akan mengajak kita ke Bandar Udara terdekat.... Hahahahay

Ini poto Duren Pontianak, emang ga ada hubungannya sama tema postingan kali ini. Tapi ini gambar aseli dipoto ama Gusti waktu ke Pontianak waktu itu. Durennya udah dibelah emang, tapi si Gustinya masih belom.... *apa sihh?!!*


Setelah menempuh perjalanan hampir 3600 detik lamanya, Gusti tiba di Cengkareng. Waktu masih menunjukkan pukul 07 pagi, gusti yakin bel sekolah aja baru bunyi ituuu..
Sampe disana, ternyata gusti sendirian!! Belum ada satu rombongan pun yang sampai, padahal menurut jadwal pesawat take off jam setengah 9. Tapi jam 7 belum ada orang...

Gusti pun menanti, sendiri. Bersandar pada sebuah tembok. Gusti yang kebetulan belum jadi selebtwit ini tetep ngetwit,"Kalau liat gadis manis menyendiri di Soekarno Hatta, tolong sapa ya biar gak kesepian. Itu gue." tweet Gusti.

Tak lama, twit yang cukup mengagetkan lini masa pada pagi hari itupun berbalas. Dari seorang kawan, dekat tapi kurang ajar."Gus, klo soal manis mungkin iya. Gadis-nya itu gue ragu" balas dia. SOMPRETTT!!

Alkisah jam setengah 8 rombongan kumpul. Kecuali si manager Spa yang merupakan wanita paruh baya, rombongan hanya terdiri dari 4 pewarta yang semuanya pria, sudah berumur dan beristri! Gagal sudah harapan mencari tambatan hati..lagi.

Dengan pesawat berbeda, Gusti sampai di Pontianak...lebih akhir ketimbang lainnya T.T...kasihan sekali Gusti. Perjalanan di Pontianak pun dimulai, dan Gusti terkena masuk angin akut akibat cuaca Pontianak yang panassss dan hujan bergantian.

Melihat kondisi Gusti yang rentan penyakit, si Ibu Manager baik hati dan setengah baya *tetep diulang, sebagai penekanan di rombongan itu cuma gusti yang masih muda* menawarkan Gusti untuk melakukan terapi Spa.

"Boleh Juga, Tuh" jawab Gusti seperti jimbot abang-abang jaman dulu. Gusti baru tahu, klo untuk di Spa itu semua baju mesti dibuka. Padahal Gusti itu orangnya pemalu abis. Belum lagi si Gusti ini udik abis, kena AC dikit langsung parah masuk anginnya.

Si Ibu paruh baya masuk ruang berbeda, sementara Gusti masuk ruang berbeda. Tak lama masuk seorang gadis dengan bobot menakjubkan. Gusti lirik kelingking si Mbak itu, ukurannya sama kaya dua kali jempol tangan Gusti.

Si Mbaknya pun menyodorkan terapi-terapi Spa yang disediakan. Gusti lirik satu-satu, deep massages, massages and scrub, dan mata Gusti terpana pada kata "Coin Therapy". Apa terapi ini sama kayak terapi yang diterapkan emak si Gusti tiap masuk angin ya, pikir gusti.

Gusti pun bertanya,"Mbak, Coin Therapy itu apa? Itu semacam kerokan bukan mba?"
Mbak bertubuh sekal pun menjawab,"Iya, Mbak. Itu kerokan. Disini soalnya banyak tamu yang suka masuk angin juga."
Gusti pun menimpal tanpa ragu,"Okeh mbak, saya pilih coin therapy aja."

Begitulah pengalaman pertama Gusti di Spa Terapi. Ke Pontianak, jauh-jauh hanya buat kerokan. Namanya hidup, emang gak sesuai impian.

XOXO

Tidak ada komentar: