- Gue nemuin tulisan ini di hape Nokijem, ya ampun hampir dua taon lamanya tulisan ini tersimpan rapih. Niat hati mau diposting ke blog, tapi ternyata tertunda-tunda sampe dua tahun. Jadi, untuk menebus rasa bersalah pada diri sendiri...yang udah nulis lumayan lama untuk ini. Gue posting sekarang aja dah... tapi emang daku sendiri lupa gimana perjalanan ini waktu itu...jadi terakhirnya rada - rada...ngatung kaya celana jaman sekarang.
Enjoy! -
Ini adalah kisah nyata, kisah seorang gadis manis keturunan Jawa, 24, kuning langsat, imut, Islam beriman menginginkan pria baik-baik sebagai pasangan hidup, duda tak masalah...
Gadis manis ini, sebut saja Gusti, nama sebenarnya.. Nama kerennya agus. Nama alaynya Gu5tI3.. nama bapaknya Budi. Jadi kalo ini Bapak Budi, berarti itu Kakek Gusti... Haiyahh
Sehari-harinya gusti adalah pewarta disebuah media terkemuka yang enak dibaca dan perlu *promo*. Ngakunya sih wartawan desk Ekonomi dan Bisnis dengan fokus liputan sektor energi, tapi suatu ketika takdir berbicara lain padanya. Gusti mendapat tugas yang mulia, tugas yang bisa mengasah sisi kewanitaannya yang selama ini terabaikan layaknya sumur tua. Gusti mendapat jatah liputan resort dan spa.... Oh Yeahhh!
Gusti sangat gembira, 24 tahun jadi wanita seumur2 belum pernah masuk spa. Disatu sisi dia merasa sedih juga loh, karena bingung harus menulis apa. Perawatan dan keindahan fisik bukanlah sesuatu yang dia miliki, selama ini gusti percaya hanya bermodal kecantikan hati dan kecerdasan berpikir saja..toh banyak pria yang jatuh hati sampe jatuh bangkrut gara-garanya.. Wowww!
Pihak penyelenggarapun menghubunginya, menyampaikan kabar buruk untuk gusti ..yang tengah bermimpi indahnya perjalanan nanti. Si Mbak penyelenggara kasih tahu ke dia, akibat telat konfirm terpaksa Gusti pisah pesawat dengan rombongan lainnya. Gusti naik pesawat aseli Jakarte alias Batavia, yang laen naik pesawat singa alias lion. Oh Okay, pikir gusti, jelaslah sudah ini merupakan rombongan yang terpisah dan pesawat yang tertukar.. *mulai sinetron*
Perjalanan Gusti ke Bandara Bung Karno dan Bung Hatta tidaklah mudah alias it's not easy babeee. Gusti harus bangun pagi-pagi buta, sampe2 ayam di kandang sebelah pun minder gara2 keduluan bangun ama gadis imut itu. Belum lagi, gusti harus berjuang keras ngebangunin om-nye yang mesti antar doi ke gambir! Loh kok gambir ? Emang ke pontianak bisa dari stasiun...
Kawan, jangankan ke Pontianak, ke Eropa atau mau naik haji pun bisa dari gambir. Ingat,dimana ada kemauan disitu ada jalan! Dari gambir, kita akan menemukan bis ajaib bernama DAMRI yang akan mengajak kita ke Bandar Udara terdekat.... Hahahahay
Setelah menempuh perjalanan hampir 3600 detik lamanya, Gusti tiba di Cengkareng. Waktu masih menunjukkan pukul 07 pagi, gusti yakin bel sekolah aja baru bunyi ituuu..
Sampe disana, ternyata gusti sendirian!! Belum ada satu rombongan pun yang sampai, padahal menurut jadwal pesawat take off jam setengah 9. Tapi jam 7 belum ada orang...
Gusti pun menanti, sendiri. Bersandar pada sebuah tembok. Gusti yang kebetulan belum jadi selebtwit ini tetep ngetwit,"Kalau liat gadis manis menyendiri di Soekarno Hatta, tolong sapa ya biar gak kesepian. Itu gue." tweet Gusti.
Tak lama, twit yang cukup mengagetkan lini masa pada pagi hari itupun berbalas. Dari seorang kawan, dekat tapi kurang ajar."Gus, klo soal manis mungkin iya. Gadis-nya itu gue ragu" balas dia. SOMPRETTT!!
Alkisah jam setengah 8 rombongan kumpul. Kecuali si manager Spa yang merupakan wanita paruh baya, rombongan hanya terdiri dari 4 pewarta yang semuanya pria, sudah berumur dan beristri! Gagal sudah harapan mencari tambatan hati..lagi.
Dengan pesawat berbeda, Gusti sampai di Pontianak...lebih akhir ketimbang lainnya T.T...kasihan sekali Gusti. Perjalanan di Pontianak pun dimulai, dan Gusti terkena masuk angin akut akibat cuaca Pontianak yang panassss dan hujan bergantian.
Melihat kondisi Gusti yang rentan penyakit, si Ibu Manager baik hati dan setengah baya *tetep diulang, sebagai penekanan di rombongan itu cuma gusti yang masih muda* menawarkan Gusti untuk melakukan terapi Spa.
"Boleh Juga, Tuh" jawab Gusti seperti jimbot abang-abang jaman dulu. Gusti baru tahu, klo untuk di Spa itu semua baju mesti dibuka. Padahal Gusti itu orangnya pemalu abis. Belum lagi si Gusti ini udik abis, kena AC dikit langsung parah masuk anginnya.
Si Ibu paruh baya masuk ruang berbeda, sementara Gusti masuk ruang berbeda. Tak lama masuk seorang gadis dengan bobot menakjubkan. Gusti lirik kelingking si Mbak itu, ukurannya sama kaya dua kali jempol tangan Gusti.
Si Mbaknya pun menyodorkan terapi-terapi Spa yang disediakan. Gusti lirik satu-satu, deep massages, massages and scrub, dan mata Gusti terpana pada kata "Coin Therapy". Apa terapi ini sama kayak terapi yang diterapkan emak si Gusti tiap masuk angin ya, pikir gusti.
Gusti pun bertanya,"Mbak, Coin Therapy itu apa? Itu semacam kerokan bukan mba?"
Mbak bertubuh sekal pun menjawab,"Iya, Mbak. Itu kerokan. Disini soalnya banyak tamu yang suka masuk angin juga."
Gusti pun menimpal tanpa ragu,"Okeh mbak, saya pilih coin therapy aja."
Begitulah pengalaman pertama Gusti di Spa Terapi. Ke Pontianak, jauh-jauh hanya buat kerokan. Namanya hidup, emang gak sesuai impian.
XOXO
Sabtu, 06 Oktober 2012
Minggu, 30 September 2012
Pemuda, SNSD, dan Gelora Bung Karno
THIS.. TIFFANY SNSD!!! MY SISTAAA!!!
Mungkin ada alasannya, mungkin loh ini ya.... Stadion Senayan namanya diubah lagi jadi '
Gelora Bung Karno' oleh pemerintah.
Mungkin...mungkin loh ya..saat itu pemerintah memperkirakan kelak stadion ini akan dipenuhi lagi oleh
Harapan itupun terkabul, tepat tanggal 22 September lalu...ribuan pemuda berbondong-bondong memadati stadion dengan geloranya. Tapi bukan untuk mendengarkan proklamasi, apalagi antri sembako... Mereka datang untuk mencari kebahagiaannya..*tsahhhh*
Tapi, gue berani bertaruh..diantara perkiraan- perkiraan para founding father tersebut. Mereka gak akan menyangka ribuan pemuda itu datang, bergerombol, dengan menggunakan kaos warna PINK secara sukarela....
Yak...para pemuda itu adalah SONE! para penggemar SNSD...bisa dibilang juga jemaah pemuja 9 dewi dari negeri ginseng.
Selama ini, setelah bertaon-taon gw nonton konser Kpop..biasanya gue bersaing sama abege-abege labil yang mayoritas perempuan dalam memburu idola. Buat gue, itu semua cemen...karena untuk bersaing dengan para abege itu kelemahan gue cuma satu, yaitu faktor umur.
Faktor stamina, pengalaman, senioritas, berat badan dan jangkauan suara gue..lebih unggul ketimbang para krucil-krucil itu. Tapi , segala keunggulan gue itu gak ada artinya klo harus bersaing dengan para pemuda yang lapar untuk melihat sembilan paha beserta perangkat lainnya yang diimpor langsung dari Korea. Kalah gueee!!!
Badan kekar berotot, wajah tipis berjambang..bahkan rambut setengah gondrong. Meski mengenakan kaos warna pink, tetep aja ciri-ciri kegaharan tersebut gak bisa ditutupinnnn...
Gue dapet tiket di festival A yang kebetukan wilayahnya para Sone, begitu gw masuk.behhh...semua lelaki itu udah setia di pinggir panggung..padahak kan badan mereka tinggi besar semuaaa....gimana coba nasib penonton cebol kaya gue klo bagian depan udah diisi oleh para jaka lelono begitu...ya salam dah.
Belom lagi klo mereka udah teriak,"Hoy hoy hoy hoy," gitu... Gue berasa lagi dihakimin massa gara-gara ngegarong rumah.
Belom lagi klo mereka lagi lari-larian mengikuti gerak para dewi dewi tersebut..bruk bruk bruk bruk bruk.....sementara gue yang juga mao ngejar babang donghae gw..udah kesenggol sana-sinibkalah tenaga..buset, itu rasanya kayak bancik lagi digrebek satpol PP dah. Ampunnnnnn makjangg.
Tapi tapi tapi......mereka itu kadang-kadang so sweet ama idolanya, gue sempet curi dengar mereka pengen jadi bodyguardnya si SNSD itu aja supaya para dewi itu ga terlukaaa diserang fans..ouchhhhh.
Sebenarnya para fanboys itu banyak yang ganteng dan lucu......sama kayak fangirls banyak yang manis dan imut...ouchhh meski gak laku-laku alias jadi jomblo secara berkesinambungan. Habissss gimana dongggg.....sebagai fans kan kita setia sama pujaan hati kita.
Gak cuma penggemar SNSD aja yang dateng kesana, gue juga lihat para lelaki matang..datang bergerombol mengenakan kaos basket. Dari depan sih biasa aja, ga keliatan fanboysnya..tapi tulisan dii belakang baju basket itu, "BoA no 1" semuaaa... Jelas udah klo diliat dari idolanya, mereka pasti angkatan jadul wkwkwkwkw. Ato pergi konser secara menyelinap tanpa diketahui oleh para bini.
Tapi, di jaman yang sangat terbuka ini....kita ga boleh menjudgee para lelaki itu datang hanya demi melihat kemolekan tubuh wanita aja. Kotor pikiran anda klo gitu!!! Karena, temen gw jelas bertemu dengan lelaki yang datang jauh-jauh ke Senayan bukan untuk mengintip aurat SNSD.. Terus siapa dong..
Gak tahu siapa jelasnya, kaosnya sih warna pink..tapi tulisan di kaosnya itu..
"SIWON PLEASE TAKE ME HOME!"
*Oke sip! cukup tahu aja
Sabtu, 08 September 2012
Tragedi Seangkot bersama Banci!!!
Gue gak tahu kenapa sering banget ketiban kejadian kejadian aneh ... Ampe sekarang, HAHAHAHA..... Rasanya gue mao nangis, ketawa sekaligus naek haji pas nulis ini... HAHAHAHA
Kejadiannya baruuuuu ajaaaaa, ini langsung gue ketik begitu sampe rumah.
Jadi tadi, gue pulang dari kantor sekitar pukul 21.40. Berhubung udah jam segitu, gue memutuskan untuk pulang - ke arah Bunderan HI- naek angkot C01 aja.
Itu angkot emang terkenal dan sering dimuat di koran beberapa bulan belakangan gara-gara aksi-aksi kriminal. Jadi, biasanya gue kalo mao naek angkot baca-baca dulu biar selamet sampe rumah.
Nah, tadi berhubung gue buru-buru dan keburu kesel ama taxi yang hampir nyerempet gue pas nyebrang. Yang ada, dari nyetop angkot aja muke gue udah jutek dan ngedumel mulu.
Whuzzzzzzz!!! Alloh langsung turunkan adzabnya saat itu juga. Begitu gue naek angkot, wangi kembang semerbak mencolok hidung gw -______-.
Biasanya wangi kembang malam jumat tanda ada kehadiran makhluk jejadian berupa golongan jin. Nah, klo malam minggu wangi kembang makhluknya masih dari jenis manusia..yaitu BANCIK!! Alias Bencong! Alias kaum yang dilaknat pada zaman Nabi LUTH!!!
Begitu pantat gue nempel, gue duduk berhadapan pas ama pintu angkot, di depan gue duduk 3 Bancik tersenyum manis dan disamping gue 2 bancik yang sepertinya masih dalam masa training..duduk tidak begitu tenang.
Totalnya ada 7 orang di angkot, 5 bancik, 1 supir , 1 gadis yang merupakan kembang tanah abang alias gue ...
Bancik yang gue maksud bener-bener bancik yang kaya di taman lawang itu.. Ini pada mao berangkat dinas ceritanya.
Ya Allohhhhhhh, ga mungkin gue turun tiba-tiba dari angkot kan. Yang bikin gw merasa aman di angkot itu, karena percakapan awal yang gue denger diantara para bancik itu adalah....
"Lah kalo jadi laki ya harus lelaki, sekarang kita jadi banci," ujar Banci berstoking jala gambar kembang, longdress biru seatas paha, Kardigen item, wig panjang sebahu, bulu mata anti tsunami... Yang setelah belasan menit perjalanan gue ketahui punya nama panggilan DEWI FORTUNA!!! Karena dia penggemar si pemaen sinetron itu... Ya owohhhh Щ(ºДºЩ)
Si Mas Dewi Fortuna, berdasar percakapan yang gue simak sambil menahan tawa, tampaknya senior diantara para baci.
Di sebelah Mas Dewi Fortuna, ada Mas berbaju sanghai selutut, stoking hitam transparan sedikit robek mulai betis, rambut kuncir samping, kacamata dan punya nama samaran ARUMI BACHIN.
Gue gak tahu nama banci lainnya, karena ga sempet kenalan tapi yang gue tahu, Mas Dewi Fortuna CS itu banci pertama yang sangat medok yang pernah gw temui. Lima-limanya....hadahhhhhh.
Gue ga berani lirik dengan seksama pakaian banci-banci training disamping gue. Yang gw tahu, itu banci pake pashmina untuk melindungi diri dari dinginnya ibukota *halahhhhhhh*
Selanjutnya banci-banci itu bercakap dengan bahasa mereka. Dalam Hal ini, gw bersyukur pernah bertemah dengan Ahmad Nurismarsyah alias MARE yang pernah mengajarkan gue bahasa-bahasa banci masa kini selama menjadi wartawan.
Beginilah omongan2 yang gw tangkap :
Mas Arumi : Aduhhh males nihhh, stoking eike sutra rusiaaaa. Mawar beli lagi tapi ndak ada duittt...
(Aduh males nih, stoking ogut udah rusak. Mao beli lagi kere).
Mas Dewi : Ihhhhhhh, Makanya beli yang kaya eike pake nih... Anti selip boww.. Jadi kalo entar kita naik panggung banyak yang meges-meges
*APA ITU MEGES-MEGES?????!!!*
Mas Pasmina : Iya Ya, entar kita naek panggung gitu biar dipeges-peges, kan asyik tuh.
Mas sebelah Pashmina : Situ maunya dipeges-peges, eike juga mao dong... Hahahahahhahahahaha
*lalu mereka tertawa cekikin berjamaah*
Gw : hadehhhhh , mao ikut ngakak takut ditabok. Mao nangis ga punya permen, mao kawin belom ada calon.... HadehhhhhHhhhh!
Walhasil gue pura2 nguap aja buat mencicil tawa...
Percakapan berlanjut,
Mas Dewi : Aduhhhh kenapa mesti lampu merah sih..
*terus doi duduk ngangkang*
Gw panik tingkat monasssss!!!!
Mas Arumi : Aduhhh itu nanti Pak Supirnya cerita ke istrinya, abis ngangkut banci semua..hahhaha
Mas Dewi : Dinaekin banci booook! Abis itu naekin istri
*Supir : kalem*
Gw : pura2 nguap ditambah air mata sekarang.
*percakapan2 berikutnya ga layak untuk ditulis di blog, cukup untuk ditertawakan aja*
Tiba-tiba ada Mas-Mas ganteng, di kawasan senayan setop angkot durjana ini. Alhamdulillah ada temennnn.
Masnya tampak tak sadar ada banci diantara kita. Begitu naek angkot, duduk....samping gue, muka dia pucet.
Banci pun pada diem, jaga image kaya presiden kita.
*Sial tuh banci, gw jadi mesem-mesem sendiri ngeliat si Mas menyadari kekhilafannya memilih angkot*
Naek di Senayan, si Mas-nya gak kuat. Dan memutuskan turun di Bendhil..... Cukup 1 halte bersama para banci milennium itu
Banci pun pada ketawa, lalu lanjut bergosip.
Mas Dewi : Kemaren, Mamake si Yudha telepon. Curhat karo eike, katanya "Yudha pacaran wis suen, lima taon...tapi belum mao nikah,"
Mas Dewi : Bathinku yooo, Yudho Banciiik makkkk. Manah mau kawinnnn...
Gw : *pengen ngakak sengakak2nya.... Siallllllllllll*
Mas Bachin : Ya iyolah, Kan si Yudha itu udah dilangkahin sama adek perempuannya. Dadi mboke was-was
Mas Pasmina : Yudho ki anak sulung toh?
Mas Dewi : Dudu, Mboke Yudha punya 4 anak. Pertama Laki, Kedua Banci, Ketiga Peyong, Keempat Lekong
Mas Bachin : Hahahahhahahahaha jadi lengkap ya anaknya, Lekong, Bencong, Peyong, Lekong
Gw : Mao ngakakkkkkkkkk!!! Setannnnnn!!!!
Alhamdulillah Tosari di depan mata, gue pun berucap,"Bang, Kiri,"
Turun dari angkot, gue langsung ngakak sejadi-jadinya... Ga percaya ama kejadian tadi. Hahahahahahahaha, kamfret tuh banci-banci!!!!!
Gw cerita soal ini live di What's Up grup Iwabil.
Lalu balasan si Iwan pipa nyus adalah :
"Hahahahaha untung lo pake jilbab gus, klo gak entar loe dikira banci juga ama si Mas yang tadi naek angkot,"
*lempar bakiak berbungkus sempak ke Iwan*
Smoga ini kali pertama dan terakhir gue seangkot ama rombongan bancik.
Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!
Kejadiannya baruuuuu ajaaaaa, ini langsung gue ketik begitu sampe rumah.
Jadi tadi, gue pulang dari kantor sekitar pukul 21.40. Berhubung udah jam segitu, gue memutuskan untuk pulang - ke arah Bunderan HI- naek angkot C01 aja.
Itu angkot emang terkenal dan sering dimuat di koran beberapa bulan belakangan gara-gara aksi-aksi kriminal. Jadi, biasanya gue kalo mao naek angkot baca-baca dulu biar selamet sampe rumah.
Nah, tadi berhubung gue buru-buru dan keburu kesel ama taxi yang hampir nyerempet gue pas nyebrang. Yang ada, dari nyetop angkot aja muke gue udah jutek dan ngedumel mulu.
Whuzzzzzzz!!! Alloh langsung turunkan adzabnya saat itu juga. Begitu gue naek angkot, wangi kembang semerbak mencolok hidung gw -______-.
Biasanya wangi kembang malam jumat tanda ada kehadiran makhluk jejadian berupa golongan jin. Nah, klo malam minggu wangi kembang makhluknya masih dari jenis manusia..yaitu BANCIK!! Alias Bencong! Alias kaum yang dilaknat pada zaman Nabi LUTH!!!
Begitu pantat gue nempel, gue duduk berhadapan pas ama pintu angkot, di depan gue duduk 3 Bancik tersenyum manis dan disamping gue 2 bancik yang sepertinya masih dalam masa training..duduk tidak begitu tenang.
Totalnya ada 7 orang di angkot, 5 bancik, 1 supir , 1 gadis yang merupakan kembang tanah abang alias gue ...
Bancik yang gue maksud bener-bener bancik yang kaya di taman lawang itu.. Ini pada mao berangkat dinas ceritanya.
Ya Allohhhhhhh, ga mungkin gue turun tiba-tiba dari angkot kan. Yang bikin gw merasa aman di angkot itu, karena percakapan awal yang gue denger diantara para bancik itu adalah....
"Lah kalo jadi laki ya harus lelaki, sekarang kita jadi banci," ujar Banci berstoking jala gambar kembang, longdress biru seatas paha, Kardigen item, wig panjang sebahu, bulu mata anti tsunami... Yang setelah belasan menit perjalanan gue ketahui punya nama panggilan DEWI FORTUNA!!! Karena dia penggemar si pemaen sinetron itu... Ya owohhhh Щ(ºДºЩ)
Si Mas Dewi Fortuna, berdasar percakapan yang gue simak sambil menahan tawa, tampaknya senior diantara para baci.
Di sebelah Mas Dewi Fortuna, ada Mas berbaju sanghai selutut, stoking hitam transparan sedikit robek mulai betis, rambut kuncir samping, kacamata dan punya nama samaran ARUMI BACHIN.
Gue gak tahu nama banci lainnya, karena ga sempet kenalan tapi yang gue tahu, Mas Dewi Fortuna CS itu banci pertama yang sangat medok yang pernah gw temui. Lima-limanya....hadahhhhhh.
Gue ga berani lirik dengan seksama pakaian banci-banci training disamping gue. Yang gw tahu, itu banci pake pashmina untuk melindungi diri dari dinginnya ibukota *halahhhhhhh*
Selanjutnya banci-banci itu bercakap dengan bahasa mereka. Dalam Hal ini, gw bersyukur pernah bertemah dengan Ahmad Nurismarsyah alias MARE yang pernah mengajarkan gue bahasa-bahasa banci masa kini selama menjadi wartawan.
Beginilah omongan2 yang gw tangkap :
Mas Arumi : Aduhhh males nihhh, stoking eike sutra rusiaaaa. Mawar beli lagi tapi ndak ada duittt...
(Aduh males nih, stoking ogut udah rusak. Mao beli lagi kere).
Mas Dewi : Ihhhhhhh, Makanya beli yang kaya eike pake nih... Anti selip boww.. Jadi kalo entar kita naik panggung banyak yang meges-meges
*APA ITU MEGES-MEGES?????!!!*
Mas Pasmina : Iya Ya, entar kita naek panggung gitu biar dipeges-peges, kan asyik tuh.
Mas sebelah Pashmina : Situ maunya dipeges-peges, eike juga mao dong... Hahahahahhahahahaha
*lalu mereka tertawa cekikin berjamaah*
Gw : hadehhhhh , mao ikut ngakak takut ditabok. Mao nangis ga punya permen, mao kawin belom ada calon.... HadehhhhhHhhhh!
Walhasil gue pura2 nguap aja buat mencicil tawa...
Percakapan berlanjut,
Mas Dewi : Aduhhhh kenapa mesti lampu merah sih..
*terus doi duduk ngangkang*
Gw panik tingkat monasssss!!!!
Mas Arumi : Aduhhh itu nanti Pak Supirnya cerita ke istrinya, abis ngangkut banci semua..hahhaha
Mas Dewi : Dinaekin banci booook! Abis itu naekin istri
*Supir : kalem*
Gw : pura2 nguap ditambah air mata sekarang.
*percakapan2 berikutnya ga layak untuk ditulis di blog, cukup untuk ditertawakan aja*
Tiba-tiba ada Mas-Mas ganteng, di kawasan senayan setop angkot durjana ini. Alhamdulillah ada temennnn.
Masnya tampak tak sadar ada banci diantara kita. Begitu naek angkot, duduk....samping gue, muka dia pucet.
Banci pun pada diem, jaga image kaya presiden kita.
*Sial tuh banci, gw jadi mesem-mesem sendiri ngeliat si Mas menyadari kekhilafannya memilih angkot*
Naek di Senayan, si Mas-nya gak kuat. Dan memutuskan turun di Bendhil..... Cukup 1 halte bersama para banci milennium itu
Banci pun pada ketawa, lalu lanjut bergosip.
Mas Dewi : Kemaren, Mamake si Yudha telepon. Curhat karo eike, katanya "Yudha pacaran wis suen, lima taon...tapi belum mao nikah,"
Mas Dewi : Bathinku yooo, Yudho Banciiik makkkk. Manah mau kawinnnn...
Gw : *pengen ngakak sengakak2nya.... Siallllllllllll*
Mas Bachin : Ya iyolah, Kan si Yudha itu udah dilangkahin sama adek perempuannya. Dadi mboke was-was
Mas Pasmina : Yudho ki anak sulung toh?
Mas Dewi : Dudu, Mboke Yudha punya 4 anak. Pertama Laki, Kedua Banci, Ketiga Peyong, Keempat Lekong
Mas Bachin : Hahahahhahahahaha jadi lengkap ya anaknya, Lekong, Bencong, Peyong, Lekong
Gw : Mao ngakakkkkkkkkk!!! Setannnnnn!!!!
Alhamdulillah Tosari di depan mata, gue pun berucap,"Bang, Kiri,"
Turun dari angkot, gue langsung ngakak sejadi-jadinya... Ga percaya ama kejadian tadi. Hahahahahahahaha, kamfret tuh banci-banci!!!!!
Gw cerita soal ini live di What's Up grup Iwabil.
Lalu balasan si Iwan pipa nyus adalah :
"Hahahahaha untung lo pake jilbab gus, klo gak entar loe dikira banci juga ama si Mas yang tadi naek angkot,"
*lempar bakiak berbungkus sempak ke Iwan*
Smoga ini kali pertama dan terakhir gue seangkot ama rombongan bancik.
Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!
Sabtu, 01 September 2012
Sok-Sok an Fashion Airport
Situs-situs berita gosip artis korea demen banget nampilin gaya berpakaian si artis saat di bandara. Awalnya sih ulah para stalker aja, terus lama2 jadi kebiasaan dah. Merasa sering dikuntit dan dijepret sama tustel para stalker dan Kpoprazy, si artis yang tadinya ke bandara biasa aja gitu....lama2 jadi pada adu gaya..
Tiap nongol poto di bandara, dibahas abis2an style si artis mulai dari bawah sampe atas, selatan ke utara, timur ke barat ... Apa tas-nya bermerek, sepatunya rancangan siapa..kadang mereka pake headset cuman jadi aksesoris aja...padahal ga ada musiknya..ckckckc..
Begini kira2 contohnya
SNSD fashion airport!!!! Kaga ada yang pake daster
Nah terus , ada nih tiga cewek ga jelas yang sok-sok an mau bergaya Fashion Airport..... Tapi tolong jangan dibandingin yak... Hahahahhaa
Poto ini diambil tanggal 28 Agustus di Bandara SoeHatt jam 5 subuhhhhh!!!! Mata senep, tapi tetep minta dipoto.,
Poto 1 , paling kiri.
Gadis yang diperkirakan punya nama panggung Uci Tsunami ini, mengenakan kerudung corak warna warni yang serasi dengan kawat giginya. Bisa di zoom klo kurang jelas, bisa ditabok klo nanya langsung ke orangnya.
Kerudung : Produk Thamrin City cuman 25rebu, klo di blog sebelah yang hijabers itu bisa sampe 60 rebu.
Sepatu : bercorak hijau dan belang- belang mengartikan simbol jalanan yaitu zebra cross dan traffic light. Sepatu hijau artinya jalan terus, klo merah berarti berhenti. Terbukti, sepatu ini membuat Uci tersiksa di Singapura karena jalan terus.
Celana : Biru ala SNSD di klip 'Genie, celana ini masih dipake sampe hari ketiga di singapore..ckckckck'
Poto 2
Nama oknum : Anggie
Korban gaya hijab ala Uci Tsunami, kelak Uci Tsunami ini akan jadi Fahion Stylist yang mengalahkan Dian Pelangi. Nama Tsunami sengaja dipilih karena mempunyai efek lebih besar ketimbang Pelangi.
Baju : jelas tanah abang punya produk, price by nawar not by request
Sepatu : terima pasrah dibeliin emak, harga unknown...namanya juga hadiah masa mau nanya harganya. Sukur udah dibeliin
Jam tangan : Swatch , dibeliin emak juga..tadinya mao pake jam gadang tapi dilarang pemprov sumatra barat.
Poto 3
Ini yang paling heboh, bombastis!!! Fantastis!!! Gaya pakaian Lady Bontang alias Ratu Kebon Sayur Tanah Abang ini melebihi Lady Gaga
Klo Lady Gaga pernah pake baju terbuat dari daging, Lady Bontang lebih dahsyat..dagingnya langsung dia makan dan nyatu sama kulit. Sehingga lebih awet dan hemat ruang karena ga dihitung masuk beban koper.
Baju : punya emak, ambil diem2 pas emak lagi molor
Celana : Thamrin City Rp 110.000, awet udah 1,5 taon tapi bagian tengah atas agak menipis akibat gesekan paha yang terus melebar.
Sok-sok an pake masker karena alergi udara dingin...tapi pakenya kebalik..yah maklum lah.
Kaos Kaki : Doraemon, tapi baru kepasang sebelah
Sandal : Air walk, berhubung berat dan basah akhirnya dibuang di Singapura itu sandal *HORANG KAYAH!!!!!*
Tas dan Koper : Diadora, hasil ngumpulin dan malakin stiker Hypermart...beli dengan harga murah tapi dapet barang bagus.
Poto ini gw posting Twitter, kata oknum berakun @poktanju6686 itu poto kaya diagram kesejahteraan klo dari kiri ke kanan, kurus...sedang..dan makmur!!!! *lalu gw marathon ngiterin khatulistiwa*
Begitulag poto ini diambil, kita cuma mau nunjukin untuk fashion airport atau fashion blog ga harus pake barang mahal juga okehhh! Asal kalian pede dan punya muka kece, klo enggak mah..mending diem aja.
Tadinya gaya fashion airport ini mau kita tambahin dengan poto2 pas pulang..tapi berhubung kita pulangnya via (low) budget terminal, agak ga keren gitu buat bekgron. Kaya bukan di bandara tapi kaya lagi di stasiun kereta.
Meski begitu, temen gw Uci Tsunami tetap berprinsip gaya tetap harus nomor satu. Gw salut bener ama temen gw satu itu, selera fashion yang tinggi disertai tubuh yang menunjang gue ga ragu klo kelak namanya bakal berkobar di dunia bahkan akherat.
Sampe Soekarno-Hatta, pas lagi nunggu bagasi...tiba2 Uci nyamperin gw selepas dia dari kamar mandi."Sialan Gus!!!! Tadi gw lagi antri ama ibu-ibu ditanya klo gue abis pulang kerja ya jadi TKI. kampretttttt!!!!"
Oke Ci, mungkin selama ini gue salah menilai lo.....perjalanan adi busana Uci Tsunami masih jauh dari kata sukses.
Xoxoxo
Tiap nongol poto di bandara, dibahas abis2an style si artis mulai dari bawah sampe atas, selatan ke utara, timur ke barat ... Apa tas-nya bermerek, sepatunya rancangan siapa..kadang mereka pake headset cuman jadi aksesoris aja...padahal ga ada musiknya..ckckckc..
Begini kira2 contohnya
Nah terus , ada nih tiga cewek ga jelas yang sok-sok an mau bergaya Fashion Airport..... Tapi tolong jangan dibandingin yak... Hahahahhaa
Poto ini diambil tanggal 28 Agustus di Bandara SoeHatt jam 5 subuhhhhh!!!! Mata senep, tapi tetep minta dipoto.,
Poto 1 , paling kiri.
Gadis yang diperkirakan punya nama panggung Uci Tsunami ini, mengenakan kerudung corak warna warni yang serasi dengan kawat giginya. Bisa di zoom klo kurang jelas, bisa ditabok klo nanya langsung ke orangnya.
Kerudung : Produk Thamrin City cuman 25rebu, klo di blog sebelah yang hijabers itu bisa sampe 60 rebu.
Sepatu : bercorak hijau dan belang- belang mengartikan simbol jalanan yaitu zebra cross dan traffic light. Sepatu hijau artinya jalan terus, klo merah berarti berhenti. Terbukti, sepatu ini membuat Uci tersiksa di Singapura karena jalan terus.
Celana : Biru ala SNSD di klip 'Genie, celana ini masih dipake sampe hari ketiga di singapore..ckckckck'
Poto 2
Nama oknum : Anggie
Korban gaya hijab ala Uci Tsunami, kelak Uci Tsunami ini akan jadi Fahion Stylist yang mengalahkan Dian Pelangi. Nama Tsunami sengaja dipilih karena mempunyai efek lebih besar ketimbang Pelangi.
Baju : jelas tanah abang punya produk, price by nawar not by request
Sepatu : terima pasrah dibeliin emak, harga unknown...namanya juga hadiah masa mau nanya harganya. Sukur udah dibeliin
Jam tangan : Swatch , dibeliin emak juga..tadinya mao pake jam gadang tapi dilarang pemprov sumatra barat.
Poto 3
Ini yang paling heboh, bombastis!!! Fantastis!!! Gaya pakaian Lady Bontang alias Ratu Kebon Sayur Tanah Abang ini melebihi Lady Gaga
Klo Lady Gaga pernah pake baju terbuat dari daging, Lady Bontang lebih dahsyat..dagingnya langsung dia makan dan nyatu sama kulit. Sehingga lebih awet dan hemat ruang karena ga dihitung masuk beban koper.
Baju : punya emak, ambil diem2 pas emak lagi molor
Celana : Thamrin City Rp 110.000, awet udah 1,5 taon tapi bagian tengah atas agak menipis akibat gesekan paha yang terus melebar.
Sok-sok an pake masker karena alergi udara dingin...tapi pakenya kebalik..yah maklum lah.
Kaos Kaki : Doraemon, tapi baru kepasang sebelah
Sandal : Air walk, berhubung berat dan basah akhirnya dibuang di Singapura itu sandal *HORANG KAYAH!!!!!*
Tas dan Koper : Diadora, hasil ngumpulin dan malakin stiker Hypermart...beli dengan harga murah tapi dapet barang bagus.
Poto ini gw posting Twitter, kata oknum berakun @poktanju6686 itu poto kaya diagram kesejahteraan klo dari kiri ke kanan, kurus...sedang..dan makmur!!!! *lalu gw marathon ngiterin khatulistiwa*
Begitulag poto ini diambil, kita cuma mau nunjukin untuk fashion airport atau fashion blog ga harus pake barang mahal juga okehhh! Asal kalian pede dan punya muka kece, klo enggak mah..mending diem aja.
Tadinya gaya fashion airport ini mau kita tambahin dengan poto2 pas pulang..tapi berhubung kita pulangnya via (low) budget terminal, agak ga keren gitu buat bekgron. Kaya bukan di bandara tapi kaya lagi di stasiun kereta.
Meski begitu, temen gw Uci Tsunami tetap berprinsip gaya tetap harus nomor satu. Gw salut bener ama temen gw satu itu, selera fashion yang tinggi disertai tubuh yang menunjang gue ga ragu klo kelak namanya bakal berkobar di dunia bahkan akherat.
Sampe Soekarno-Hatta, pas lagi nunggu bagasi...tiba2 Uci nyamperin gw selepas dia dari kamar mandi."Sialan Gus!!!! Tadi gw lagi antri ama ibu-ibu ditanya klo gue abis pulang kerja ya jadi TKI. kampretttttt!!!!"
Oke Ci, mungkin selama ini gue salah menilai lo.....perjalanan adi busana Uci Tsunami masih jauh dari kata sukses.
Xoxoxo
Langganan:
Postingan (Atom)
