Jumat, 17 Maret 2017

Treatment Jerawat di Euro Skin Lab

Awal pekan lalu, saya menerima panggilan telepon dari Euro Skin Lab yang menawari perawatan dan konsultasi kulit wajah secara cuma-cuma. Semula saya pikir ini tawaran palsu, seperti tawaran telemarketing bank-bank biasa. Untung mbak yang menelepon saya bisa menjelaskan dengan sabar, sampai akhirnya saya menyanggupi penawaran mereka dan mengatur janji untuk perawatan di pekan berikutnya.

Usai menutup telepon, lalu saya gugling lah apa itu Euro Skin Lab. Hasilnya masih sedikit yang mereview, meskipun klinik kecantikan/aesthatic centre  ini cukup lumayan lama ada di Indonesia. Tepatnya sejak tahun 2008.

Pencarian kemudian mengarahkan saya untuk mengunjungi situs mereka di  euroskinlab.com, di situ baru saya tahu banyak juga orang femes yang jadi klien mereka. Wow, mugi-mugi saya ketularan deh yes.

foto brosur ESC :D





Akhirnya, saya memutuskan untuk menjajal perawatan di euroskinlab hari Sabtu, 11 Maret 2017 lalu. Sesuai janji, saya tiba jam 10 di klinik mereka yang berada di kawasan Jalan Iskandarsyah Raya. Lokasinya persis di sebelah Blok M Pasaraya. Saya ditemani oleh konsultan bernama Mbak Vera, dia menjelaskan terlebih dulu apa itu Euroskinlab dan program-program apa yang mereka miliki untuk membuat wajah berseri-seri. Uhuk.

Sebenarnya, Mbak Vera menawarkan saya untuk menjajal dua perawatan. Tapi setelah saya mengisi data dan menjelaskan kondisi secara umum, saya disarankan untuk fokus pada perawatan jerawat terlebih dulu. Karena untuk treatment jerawat memang harus fokus, setelah masalah jerawat teratasi baru deh bisa perawatan kulit lainnya, mau dikencengin kek, dihalusin, dilembutin, disemen, ditambal, bebas!

Mbak Vera kemudian menyarankan saya untuk menjajal treatment ACT (Advanced Cell Therapy) yang sudah menjadi trademark mereka, yang khusus untuk Acne. Soalnya mereka ada yang untuk firming, whitening, dan lainnya. Supaya treatment lebih optimal, saya disarankan melakukan crystal dermabrasi telebih dulu untuk mengangkat sel-sel kulit mati.

Biar perawatan lebih mantap, sebelum benar-benar jajal, Mbak Vera mengajak saya untuk ketemu langsung dengan salah satu dokter di ESC. Saya lupa nama dokternya, tapi dia menjelaskan segala perawatan dan saran perawatan kulit atau kosmetik apa yang semestinya saya pakai dengan kondisi kulit saya. ESC juga menjelaskan produk-produk mereka, apakah terdapat obat minum atau tidak, beserta dengan efek sampingnya secara blak blakan. Ini jarang-jarang saya temui di klinik-klinik perawatan wajah.

Misal, si dokter menjelaskan kalau mau pengobatan lebih cepat ada pilihannya tetapi karena obat bekerja dengan mengoptimalkan kolagen dll jadi disarankan untuk tidak dalam keadaan atau sedang program hamil (Lagian saya mau hamil ama siapa?), atau ditanya dulu riwayat2 penyakit yang pernah calon klien jangkit supaya mereka berhati-hati dalam treatment. Jadi gak sekedar maunya klien apa lalu langsung dikabulin mentah-mentah. Semua disesuaikan dengan keadaan tubuh, kulit, dan juga kantong si klien, hehe.

Gimana kalo udah cocok secara kulit dan tubuh tapi kantong gak sanggup hayo? Ya ..dokter pun hanya bisa mendoakan setelah konsultasi :D  (ini dokter apa ustadzah?).
Setelah puas konsultasi dan berondong pertanyaan, Mbak Vera kemudian mengajak saya, biar lebih yakin lagi, untuk tes kulit di mesin pemindai wajah bernama Janus (mungkin mesin ini lahir bulan Janusari).

Mesin Janus yang pandai memindai jenis dan kondisi kulit kita 


Kalau kalian pernah coba mesin SK II untuk pemindai wajah, ini mirip-mirip lah. Bedanya...ini lebih rinci dan holistik. Dalam 5-10 menit, hasil pindai pun bisa diprint, dan raport kulit saya...jelek banget! Kecuali masalah kerutan, kulit saya bermasalah di semua sektor mulai dari jerawat, berminyak, pori-pori besar, wajah kusam, dan lainnya. Masalah klasik untuk kulit berminyak. Mungkin ini karena saya kelamaan liputan di sektor migas dulu kali ya, jadi muka saya ikut-ikutan jadi blok sama lapangan minyak. Kalo bisa saya sumbang ini minyak di muka buat dongkrak lifting nasional, saya bakal daftar jadi donatur paling wahid!

Selesai proses konsultasi dan pengecekan wajah, masuk lah ke babak paling penting. Eng..Ing..Eng, kita memulai treatmentnya. Awalnya wajah dibersihkan dulu, lalu mbak terapisnya akan memulai proses dermabrasi untuk angkat sel kulit mati. Rasanya cenut cenut gitu di muka, tapi gak sakit.
Usai dermabrasi sekitar 15 menit, lalu masuk ke proses ACT yang tahapannya sama seperti facial. Bedanya di proses ini kulit wajah kita akan dimasukkan serum dengan molekul khusus melalui mesin. Serum akan diinject ke kulit lewat mesin tersebut, dengan bantuan mesin itu katanya serum bisa diserap lebih optimal karena mesin bekerja untuk membuka akses untuk serum supaya bisa langsung masuk ke lapisan dalam kulit.

Setelah serum dimasukkan, kulit wajah didinginkan kembali kemudian dioleskan dengan masker untuk menutup pori-pori. Total perawatan kurang lebih selama 1,5 jam, dari dermabrasi sampai peeling.

Hasilnya : beware ketagihan, Sis!

Untuk menghilangkan jerawat jelas ga bisa serta merta ya, minimal kita harus 3 atau 4 kali treatment dulu buat basicnya. Tapi, dengan satu kali perawatan hasilnya yang terasa udah kelihatan sih, kulit jadi halus banget! Enak aja gitu megang kulit muka sendiri. Kali ini saya berani deh kalo pipi saya dibandingin sama paha SNSD. Pasti mulus!

Meskipun untuk flek dan lain2 belum bisa hilang, tapi dalam 2-3 hari kelihatan kulit agak cerah dan kontrol minyaknya jadi lebih bagus. Misalnya saya yang biasa pake BB cream, kalau siang minyaknya pasti udah bisa buat goreng lele deh.Nah ini sampe sore, bisa masih terlihat oke loh. Meski ada minyaknya tapi gak banyak-banyak amat.

Beda banget emang hasilnya ama facial salon biasa :D, ada rupa ada harga ya sis.
Untuk paket dermabrasi harganya sekitar Rp 590 ribuan, sementara untuk ACT nya sekitar Rp 1.170.000 sekali treatment. Kalau ambil paket 7 kali treatment bisa dikasih harga khusus sama mbaknya.

Well, terima kasih Euro Skin Lab sudah memberikan saya pengalaman perawatan wajah bak sosialitas Jakarta J

ps : Tadinya mao tampilin foto2 pas treatment tapi krn pencahayaan gelap dan pas jadi banyak aurat yang tampak, demi kemaslahatan umat kita tidak usah pasang hehehe


Tidak ada komentar: