Jumat, 12 Juni 2015

Raptor In Love ( Jurassic World Versi Fabel)

Di Pulau Isa Nublar, hiduplah empat Velociraptor yang tumbuh bersama. Mereka adalah Tinki Winky Blue, Charlie, Delta dan Echo. Selama bertahun-tahun, mereka hanya hidup di dalam kandang, dilatih oleh  pawang paling seksi sedunia Owen Grady, yang keseksiannya sejajar dengan aktor Chris Pratt (iyalah oknumnya sama).
 
pic cr to google
 
 
Owen mengasuh mereka sejak bayi, Blue dan saudarinya menganggap Owen seperti ayah mereka. Waktu berjalan, Blue – Charlie – Delta- Echo pun beranjak remaja. Blue menyadari ada yang tidak beres dengan pawang yang ngaku-ngaku sebagai ayah mereka ini.
 
Blue     : Kok, bapak kita beda sama kita ya ?
Charlie : Iya, Bapak kita seksi banget. Bikin aku keblingsatan tiap lihat dia.
 
Delta,  raptor paling cerdas di antara mereka pun menjelaskan, bahwa mereka dan ayahnya memang spesies yang berbeda. “Ayah itu manusia, sementara kita cuma hewan purba,” kata Delta. Ia heran para saudarinya tidak menyadari perbedaan ini sejak dulu. Delta menceritakan awal mula ia tahu bahwa ia dan ayahnya tidak memiliki hubungan darah.
 
“Pernah suatu ketika Papa nyuruh aku makan beling, terus aku bilang ke Papa aku ini raptor. Bukan kuda lumping.”
Saat mendengar jawaban Delta, sang Ayah yang seksinya minta ampun itu pun terdiam. Lalu, Owen menjelaskan bahwa ia hanya mencoba agar Delta mengerti posisinya. “Aku cuma mau kesan kalian hewan pemangsa itu hilang. Lebih baik kalian berubah image jadi hewan kesurupan dari pada terus dicap sebagai hewan yang jahat,” Delta menirukan ucapan Owen saat itu.
 
Owen , kata Delta, lalu mengungkap jati dirinya pada Delta. Ia mengatakan bahwa sebenarnya ia bukanlah ayah mereka. Mereka lahir dan diciptakan dari  hasil rekayasa genetika.
“Anjrit, gue pikir selama ini kita lahir dari hasil Rekayasa Cinta . Gue pikir kita masih keturunan Camelia Malik, makanya montok begini,” Charlie menanggapi.
 
Mendengar cerita Delta, Blue sama sekali tidak kecewa. Ia justru bersyukur, karena selama ini sebenarnya ia memendam rasa pada Sang Ayah angkat. “Gilak!! Lo kenapa baru bilang sekarang sih Del ? Gue tuh dari dulu pengen nyatain cinta ke Owen, tapi takut durhaka. Gue takut kalo nyatain cinta, si Owen ngamuk terus gue dikutuk jadi tokek!!! Cuy, Gigi gue mau dikemanain kalo gue jadi tokek coba ?!”
 
Delta pun menggelengkan kepala mendengar jawaban para saudarinya. Ia heran, apa selama ini saudarinya tidak pernah bertanya-tanya pada Owen tentang asal usulnya ? Kenapa mereka sangat berbeda.
Blue tak terima dinilai rendah oleh Delta. Ia pun menjawab. “Ah, gue juga pernah nanya sama Owen. Gue nanya ke dia, kenapa nama gue jadi Blue ? Kalo diurut abjad nama gue mestinya Beta. Apalagi dia selalu nyebut dirinya Alpha sama kita.”
“Terus, Owen jawab apa ?” Tanya Delta Penasaran.
“Kata Owen dia gak kasih nama gue Beta, karena gue bukan berasal dari Ambon.” Blue jawab sekenanya.
“T*eeeeekkkkk!” Delta emosi.
 
Charlie pun tak mau kalah. Ia sekarang paham kenapa Owen pantang menyerah mengajarinya lagu “Ada Raptor Bertanya Pada Bapaknya.”
 
Ada raptor bertanya pada bapaknya
Buat apa berlapar-lapar puasa ?
Ada raptor bertanya pada bapaknya 
Makan manusia kenapa tak berguna ?
 
Ternyata, pikir Charlie, Owen benar-benar berniat melatih mereka menjadi Raptor yang berbudi pekerti dan menghormati hak asasi manusia.
“Tapi itu percuma!!!” Charlie bangkit tiba-tiba. “Pada hakikatnya kita itu Raptor dan gak bakal bisa diubah!”
“Emang apa hakikat Raptor ?” Delta bingung.
“Lah, emang lau gak tahu Raptor itu singkatan dari apa ? Coba Blue jelasin!” 
 
Blue pun menjelaskan, bahwa RAPTOR itu adalah singkatan dari ; 
R …. Raptor namanya
A….Abang Chris Pratt idolanya
P…..Pengennya kawin ama abang Chris Pratt
T….. Terus bulan madu ama si abang
O….Orang dibilangin pengen kawin sama Chris Pratt
R….Resek deh nanya-nanya terus!!!
 
“Noh!!!!” jawab Blue puas. Tiba-tiba terdengar derap lari raptor lainnya, kali ini si Echo…paling bungsu.
“Cuuuuyyyy…..buru Cuyyyyyyyyy…..ada babi lepas!!!” teriak Echo. Mereka semua pun berlari mengejar si babi, berebut untuk jatah makan hari ini.
 
“Enaknya diapain nih ? Kita panggang apa semur ?,” kata Charlie yang sudah berada di paling depan.
“Diapain aja terserah Char, tapi jangan pake garem. Gue lagi diet mayo soalnya!!!” Delta yang berada di paling ujung menanggapi.
 
Tak disangka, begitu di TKP bukan cuma babi yang mereka jumpai. Ada bonus manusia, tepatnya pegawai baru, yang jatuh ke kandang bersama babi. Gigi tajam empat raptor itu pun bergemeretak, penasaran untuk mengoyak daging manusia. Baru siap-siap mereka akan menerkam manusia ceking itu, tiba-tiba terdengar suara Owen.
 
“Hey….stop..stop,” teriak pawang pujaan mereka.
Blue dan Charlie saling lirik. Mereka melempar kode , “Apa si Owen kita terkam aja ya ? Lagian dia bukan bapak kita ini,” kata Blue penuh nafsu. 
 
“Ho oh……gue udah gak sabar buat cakar-cakar pawang keceh ini dari dulu. Errrrrrrr,” geram Charlie. Sayang, Owen salah paham geraman gemez Charlie sebagai geraman kelaparan.
 
“Wuooo….wuoooo, Charlie. Mundur,,,mundur. Ayo inget…lagu Ada Raptor bertanya pada bapaknya.”
Charlie menatap tajam Owen. Kampret, pikir Charlie, lagu itu lagi. Lagu yang bikin Charlie merasa hina kalo sampe icip daging manusia. Kesannya dia binatang purba yang ga tahu norma susila.
 
“Eitttsss….Delta, aku tahu kamu di belakang aku. Jangan coba-coba serang aku dari belakang,” ujar Owen sambil menoleh.
 
Delta pun menyesal, padahal tadi niatnya nongol dari belakang cuma mau mengagumi bokong Owen yang super seksi. Bokong yang bikin Delta meleleh tiap melihatnya. 
 
“Duhh, ketahuan lagi kan gue,” ujar Delta. “Blue, Charlie…kalo lo berdua suka sama tampangnya Owen terserah deh. Gue Cuma naksir ama pantatnya. Plisss disisain buat gue.”
Owen yang tak paham apa arti geraman percakapan para raptornya itu pun panik, apalagi tiba-tiba si Echo nongol dari samping dan ikut menggeram dengan nada tinggi. Dia pikir Echo bakal ikut menerkamnya. Padahal, Echo cuma teriak … “Mana babinya ? Mana babinya ? Lah kok si Owennnnnnn ? Yang ini mah ga enak buat dimakan. Enaknya buat dikawinin,” kata Echo polos.
 
“Antri Loe!!! Gue dulu yang tuaan yang dapet Owen,” Blue menjawab dengan emosi.
Kepanikan makin menjadi, Owen berpikir raptor-raptor yang diasuhnya sejak bayi ini sedang berkompromi bagian tubuh mana yang akan mereka kunyah lebih dulu dari jasad Owen. Sementara para penjaga kandang sudah bersiap dengan senjata mereka untuk menembak para Raptor.
 
“Jangan ada yang tembak!!!!!” Perintah Owen , “Mereka raptor gue!! Kalau kalian tembak, nanti mereka gak percaya lagi ama gue!”
 
“GILAKKKKKKKKK!!!!” Teriak Blue , “Kalian denger kan tadi Owen ngomong apa ??? Mereka gak boleh nembak kita, kita itu cuma miliknya.”
 
“Oucchhhhh so sweet amat sih Bang Owen,,, tembak aku dong Alphaku. Pimpinlah aku dengan keposesifanmu. Uhuyyyy,” Charlie menanggapi penuh semangat.
“Ahahaahaha, Jinakkan aku Bang!” Echo ikut-ikutan.
“Eya…eyaaaa…eyaa,” Delta memeriahkan suasana sambil mendorong moncongnya ke tubuh Owen. Ini membuat Owen salah kaprah, dan justru berlari dari mereka.
“Yahhhh kabur,” kata Blue yang kali ini kesal.
Sementara Owen berpesan pada kawannya si manusia ceking untuk tidak pernah lengah dan membelakangi para raptor. Apalagi raptor-raptor ini hobi menggoda.
“Massssss…….Rrrrrrrrrrrrrrrr!!!” Goda Charlie yang sebenarnya ditujukan untuk Owen yang kini terpisah terali besi, tapi justru ditangkap oleh si manusia ceking sebagai pesan menakutkan.
 
***

Kejadian itu ternyata berakibat buruk bagi hidup mereka. Dinilai kembali liar, 4 raptor yang berhasrat tinggi pada pawangnya itu pun dihukum. Owen pun tidak mengunjungi mereka lagi, kabarnya dia terpikat pada wanita berambut merah di pulau itu.
 Tak lama, mereka melihat penampakan pawang kesayangan mereka. Owen masuk ke pintu kandang dengan membawa sebongkah daging. 
 
Semula Owen tampak berbincang dengan laki-laki gendut dengan lemak menggelambir di perutnya yang menggoda rasa lapae para raptor. Sebentar-bentar Owen melirik ke arah para raptor, lalu sibuk berbincang lagi dengan para manusia. Hingga akhirnya, Delta mendengar Owen berujar. “Kalau terpaksa melakukannya, harus pake cara gue.”
 
Para raptor saling berpandangan, cuma itu yang mereka bisa. Kalau harus saling berdendang agak susah, soalnya gak ada suling dan gendang yang bisa mengiringi.
Blue yang pertama dihampiri, Owen membawa sebongkah daging itu untuk dicium Blue. “Cari dia sampai dapat,” perintah Owen. Hal yang sama dilakukan kepada Charlie, Delta, dan Echo. Dalam hati, Delta berpikir….Owen meminta mereka untuk move on dan mencari reptil (jantan) lain untuk menggantikannya. Delta sebenarnya berat melakukannya, tapi jika harus sendiri dengan Owen, ia juga tidak sanggup. Takdir reptil adalah hidup sebagai komunal. Jika saudarinya memutuskan pergi, ia akan pergi juga.
Delta menatap ke arah Blue, yang tampaknya sudah bulat menatap ke depan. Siap meninggalkan Owen dan memburu reptile yang lebih baik. “Baiklah, kalau memang harus move on , lebih baik kita move on berjamaah. Supaya pahalanya berkali lipat,” pikir Delta.
 
Ikatan moncong mereka dibuka, begitu pula dengan kunci-kunci lain yang terasa mengendur. Delta memberi kode kepada Echo untuk bersiap-siap, saat Blue berlari, yang lain harus menyusul dan mengejarnya. Tinggal gerbang yang akan dibuka, begitu gerbang terbuka…Blue dan raptor lainnya akan melesat.
2…..1……..
 
“INDOMINUSSSS REXXXXXXXXX!!” teriak blue sambil berlari kencang…… diikuti Charlie, Delta, lalu Echo.
“Hahhhh ? APaaaan sih ? Charlie…tadi si Blue ngomong apa dah ?” tanya Delta sembari mengejar kedua saudarinya.
“Tauk apaaan….yang gue denger Indomisaurus Rex,” jawab Charlie , yang kelihatan kalo dia sama budegnya.
Delta yakin jawaban Charlie salah, maka ia bertanya pada Echo, raptor paling muda. Kali aja pendengarannya lebih baik. “Echooo….lu denger kaga tadi nama reptile yang mesti kita kejar ?” tanya Delta sambil menoleh ke belakang, tempat si bungsu masih berlari dan berusaha mengejar saudarinya.
“Dengerlah, loe kira gue bolot apah!” jawab Echo ngos-ngosan.
“Nah, apaan namanya ?”
“Indomii Durex!!!!” Echo menjawab sambil melesat ke depan. Sekarang mereka semua sejajar, tapi Delta bingung….reptil apaan yang diciptainnya pake mi instan ama lubrikan begitu ??
 
Melihat para raptornya yang berlari kencang, Owen pun mempercepat laju motor besarnya. Mencoba sejajarkan diri dengan para raptornya. Badasss!!!!
 
“Gokillllllll…..Owen macho abis booow di samping kitah,” kata Charlie, sempet-sempetnya.
“Ho oh…btw ini kayanya gue udah nyium bau sih indomisaurus deh,” kata Blue. “Harusnya sih udah deket, tapi gue masih mao maen lari-larian ama Abang Owen nih…., gimana dong ??”
“Fokus…Blue..Fokus!!!” kata Delta
“How Can I, Del ??? Now..i’m blue, later I’m black. When Chris Pratt Next To You, you must have heart attack!!”
Blue and Chris Pratt.. "Now i'm blue, later i'm black. When Chris Pratt Next to you, you must have heart attack!"
 
“Jiahhhh dia pantun!!! Buruuu cari tuh reptil mi instan!” Delta menyahut.
Tiba-tiba blue berhenti , mengamati pergerakan sekitarnya. “Sis…..doi ada di balik pohon,” bisik Blue pada sodari-sodarinya.
 
Benar saja, seekor reptil raksasa muncul. Penampakannya ganjil, seperti T-rex yang kebanyakan makan mi instan dan memakai durex. “Halow,” katanya gugup.
“Wuoooooohhhhh….gede banget,” ucap Echo takjub. “Nama, Asl, Pls ?” lanjut Echo.
“Kalian pasti disuruh nyari gue ya, gimana ? Gue okeh gak menurut kalian…gue keluar dari kandang soalnya bete sendirian di sana. Kalo kalian ada yang minat, mau ga jadi pasangan gue ?”
“Ehmmm badan lo bisa gede gitu dikasih makan apa sih ?” Echo masih penasaran.
 
“Makan sih biasa, tapi gue dikasih supplemen susu. Susu L-Rex, trust me..it works! Badan gue gak Cuma jadi kotak-kotak, tapi trapezium-trapesium gini. Gimana, mau ga ?”
“Ehmmm…halow, Indomisaurus. Gue Blue, pimpinan geng. Bukannya gue gak sopan ya….tapi kita kan baru kenal, masa lo udah ajak jadian ? Lagian elo tuh bukan tipe kita,” Blue menjawab judes. Jujur dan Pedes.
 
“RRRRRRRRRRaaaaaaaawwwwwr!!!!”  Indomirex gak terima jawaban Blue. “Loe bilang gue bukan tipe loh ?? Terus yang kaya gimana yang tipe kalian ?” 
 
Sontak, 4 raptor itu pun menoleh ke belakang. Mencari sosok paling tampan yang sedang bersembunyi di balik batang kayu…dan menatap wajahnya. Bang Owen. Dengan penuh cinta.
Owen yang ditatap 4 raptor serta satu Indomirex itu pun mulai merasa gak enak. Dia pikir ada persekongkolan di antara hewan purba itu.
 
“Wen, ada apa ?” tanya kawannya.
“Ada yang gak beres, tampaknya mereka lagi berbincang-bincang.”
“Ya iyalah berbincang, lo pikir dari tadi mereka ngapain ? Arisannnnn?” jawab kawannya nyolot.
 
Indomirex gak terima kekalahannya, dia ga sudi dibandingin dengan Owen oleh 4 raptor cabe-cabean itu. “Kalo dia gue telen, kan gue jadi paling ganteng di Jurassic World,” kata dia.
“Berani lo nyentuh dia, gue sunat lo pake gigi gue!!!” Ancam Blue. Perkelahian pun tak bisa dihindari. Semua lari terbirit-birit.
 
Blue, Charlie, Delta, dan Echo mati-matian berjuang melindungi Owen. Satu per satu saudari Blue tewas dibantai reptil bongsor itu. Tersisa Blue, yang kini berjuang sendirian.
 
Tanpa diduga, seorang wanita berambut merah berlari kencang. Menggunakan high heels, ia membawa T-Rex yang mengejar di belakangnya. T-Rex si legenda. Blue menengok ke Owen, memastikan pujaan hatinya aman, namun yang ia lihat adalah kenyataan yang pahit.  Baru kali ini ia melihat Owen sebegitu cemasnya , Owen menatap si wanita berhak tinggi dengan kecemasan luar biasa. Blue pun sadar tatapan itu adalah cinta, dan cintanya…bertepuk sebelah tangan , oke Blue gak punya tangan, ….cintanya gak berbalas.
Rex datang dan mengoyak si Indomisaurus, Blue yang tak punya tujuan hidup, setelah ditinggal saudari-saudarinya dan menyadari cintanya tak mungkin berbalas, langsung melompat ke area perkelahian. Membantu Rex menghabisi reptil bongsor jadi-jadian. 
 
“Tadi gue bilang apa ?? Lo sentuh Owen, gue sunat lo pake gigi gue!!! Sunattttttttt!!!!!!!”
Blue maju pantang mundur..menghabisi nyawa Reptil jadi-jadian. Setelah pertempuran usai, Blue pun menatap Owen untuk terakhir kalinya…….lalu meniti jalan yang sepi, sambil bernyanyi. 
 
“I’d go hungry..i’d go black and blue. I’d go crawling down the avenue..You know there’s nothing that I wouldn’t do….to make you feel my love.”
 
Bye Owen….
See you on the next galaxy

3 komentar:

Christiana Laura mengatakan...

I love your story
II love you Mz pratt

cemara angin mengatakan...

Giling...hihihi...

Gustidha Budiartie mengatakan...

Thank Youuuuuuu @christiana Laura dan @cemara angin