Minggu, 08 Mei 2016

Big Bad Wolf Jakarta Haul & Review

Terus terang ini adalah pameran buku yang paling membingungkan buat gue.

Pertama adalah karena gue pikir pameran ini sudah selesai, hahahaa. Seinget gue poster dan pengumuman soal ajang pameran buku terbesar sejagad nusantara udah nongol sejak beberapa bulan lalu, jadi gue pikir ini udah lewat. Sampai akhirnya ada lagi poster yang edisi baru yang nyebut baru berlangsung di Mei ini. Ok.

Kedua …gue lagi-lagi berpikir pameran ini udah habis, sampai akhirnya ada pengumuman perpanjangan dan waktu pameran 24 jam….wow.

Ketiga , karena judulnya adalah Big Bad Wolf Jakarta tapi berlangsungnya di Tangerang Selatan! Jadi gue bener-bener bingung, haha!! Apakah ini tanda akan ada peleburan wilayahnya Airin ke Jakarta ?

Sebagai penikmat buku, yang belakangan lebih hobi menumpuk ketimbang membaca, jelas gak boleh ketinggalan dan harus datang ke pameran. Meski beda provinsi tetap ku sambangi. Apalagi ada iming-iming diskon lebih dari 60 persen, bahkan sampai 80 persen!!

Postingan dan cerita kawan-kawan soal pameran ini pun bersliweran di sosial media. Rata-rata pada mengeluh soal antrian bayar di kasir yang bisa sampai berjam-jam, well buat gue yang pernah antri tiket konser sampe dua hari dua malam …it means nothing. LOL.

Gue lebih fokus pada buku-buku yang berada di sana, karena disebut ini pameran buku impor. Pengen tahu aja buku seperti apa yang ada di sana, gue khawatir jangan-jangan kaya buku-buku impor diskonan yang suka ada di Fx itu. Rata-rata isinya buku lama dan gak jelas-jelas. U know what I mean dah ya.

Teruslah gw searching di instagram siapa dan dapat buku apa di sana. Lebih banyak buku anak-anak, ada yang dapat Sherlock Holmes edisi special dengan gambar timbul (Ini yang gue mau cari!), lalu beberapa fiksi dan non fiksi pas gue lihat-lihat judul dan pengarangnya biasa aja.

Dari hasil riset di medsos, intinya gue mendapat kesimpulan ke pameran ini seperti berburu, kalau beruntung bisa dapat buku bagus. Oke, jadi tetap lumayan layak disambangi.

Tumpukan Hunger Games di Big Bad Wolf

Suasana Big Bad Wolf Jakarta 2016..itu adeknya ngapain ngengkang begitu ?


Minggu, 24 April 2016

Review Lipstick Laneige Ala Kang Mo Yeon

Demam drama Generasi Matahari alias Descendants of The Sun tak kunjung reda. Berakhirnya drama justru melahirkan jemaah baru, jemaah sulit move on dari pesona Kapten Yoo Si Jin.

Judul drama ini memang cocok, generasi-generasi matahari. Soalnya sinar ketampanan dan kecantikan para pemainnya memancar dan menerangi jiwa-jiwa yang hidup dalam kegelapan dan kesepian selama ini (jrit lebay).

Di postingan sebelumnya, sayah cuma cuplikin beberapa kawan yang jadi edan gara-gara efek drama ini. Gak lama, ternyata banyak yang respon dan melakukan aksi-aksi ajaib lainnya. Baik tergila-gila sama akting Kakak Song Hye Kyo maupun Mas Joong Ki.

Yang sayah paling gak nyangka sih respon dari para kaum adam. Ada yang  sewaktu kuliah, yang gue tahu dia ini anaknya alim, bisa lah mengontrol emosi. Tau-taunya….avatar whatsappnya diganti sama foto Song Hye Kyo sewaktu balita. AMPUN!!

Pas gue tanya ngapa itu pake foto artis Korea ? Doi jawabnya selow : Ya masa iya gue pasang poto elu.

OKEH!! (Lo perlu tahu kalo gue emang gak sekece Song Hye Kyo..tapi tinggi gue sama kayak dia!! Bedanya gue lebih lebar aja…ama lebih berbobot..ama iteman lah..ama kurang mancung..ya intinya gue lebih banyak kekurangan aja dibanding dia).

Sementara yang cewek-cewek, mulai berburu apapun yang dipake Yoo Si Jin. Termasuk Sorban ala tentara ini.

Tentara Tampan Berkalung Sorban!! pic cr to : Soompi 

Waktu gambar ini nongol pertama kali di media, yang gue lakukan adalah gugling : Jual Sorban Army + Hijau.

Lalu ketemu lah link di suatu toko onlen, sebut aja tokopemereka. Terus gue bagi-bagi lah link ini, yang ternyata langsung direspon sama para fans-fans yang kehilangan logika akibat mimpinya dijajah tentara tampan dari Korea.

Tanpa disangka (tapi sudah bisa diterka), salah satu kawan gue langsung pesen pake akun suaminya di toko itu. Waktu gue buka link-nya sih masih available stok-nya, tapiii….dia cerita gak lama kemudian itu stok abis. Ludes. Dan dia pun kebagian warna lain.

Tapi, temen gue melanjutkan, gak lama sorban hejo itu datang dari si empunya toko. Dan dia langsung pamer di grup…Okeh sip!!! Pekan depan gue ke toko oleh-oleh haji di tenabang, nyari tuh sorban!

Penampakan Sorban Hijau ala Song Joong Ki Descendants of The Sun dari toko onlen lokal setempat 

Lanjut….sekarang kita bahas dari sisi gincu sesuai dengan judul (lama amat buat masuk reviewnya!).
Potingan sebelumya gue juga udah singgung sedikit soal gilanya gue sampe beli gincu ini. Eh tapi, ternyata gue gak sendiri. Hohohoho…

Minggu, 17 April 2016

Yoo Si Jin & Takluknya Jutaan Hati Perempuan

Begini. Udah berbulan-bulan sayah gak update blog karena satu hal…kapasitas google drive yang kepenuhan. Kotak masuk email sayah lewati batas dan menyebabkan saya gak bisa upload atau  posting gambar di blog..(yang notabene pake akun gugel).

Hampir berbulan-bulan bimbang mau beli apa gak ?  resikonya kalo beli kena tagihan dua dolar tiap bulan  ke kartu kredit. Akhirnya saya pilih tahan, mending hapus-hapusin aja tuh foto ama email-email gak guna.

Masalahnya  di email saya itu ada puluhan ribu yang belum terbaca. Walhasil, kapasitas tetep penuh…mata aja nambah jereng.

Tapi sayah bertahan, berjuang! Jangan sampai ada tambahan tagihan lagi.
Sampai akhirnya drama si para generasi matahari alias Descendants of The Sun nongol dua bulan lalu….dan pertahanan saya runtuh!!!!

pic cr to : Soompi 
 Tanpa ragu saya klik tombol agree dan sedekahkan dua puluh ribu ke gugel Amerika per bulan supaya saya bisa update blog soal Yoo Si Jin dan kawan-kawannya (yang berdada bidang, rupawan, romantis gak karuan, lelaki idaman, enak dilihat dan dibawa buat kondangan) itu.


Dang! Dramanya Joong Ki yang baru ini meledak. Ratingnya mencapai 35 persen di Korea Selatan. Lalu saya tidak sendirian, banyak wanita tergila-gila sama dia….dan melakukan hal gila. Hohohoho
Di Cina, pemerintahnya bahkan kasih himbauan khusus dalam menonton drama ini. Mereka khawatir para wanita di sana terlena dan menjadikan standar laki-laki ideal seperti Song Joong Ki. Pemerintah khawatir ini akan berdampak pada pernikahan warganya, mereka cerai, lalu gak beranak pinak. Gak percaya ? Gugel it!

Di Korea, si presidennya si Ibu Park Geun Hye sampe mensyen khusus si Song Joong Ki ini dan jadiin dia semacam duta – suami siaga- Korean Tourisme gitu deh.  Dahsyatnya, gara-gara pesona drama ini, ketika semua drama yang tayang di malam itu dihilangkan karena ada pengumuman pemilu, pengecualian berlaku buat para generasi matahari ini ….bah!!

Siapa yang gak baper ngeliat muka begini....
Itu efek global. Efek lokal di kisaran lingkaran pertemanan sayah ternyata tak kalah dahsyat.
Begini, saya punya kawan seorang lawyer ibukota yang sangar membahana. Sebut saja Jume, nama panggilannya. Bertahun-tahun saya temenan ama dia, kaga pernah dia kepincut ama drama Korea. Doi sibuk bekerja, memasak, mengabdi pada suami, dan bekerja lagi.

Ini cewek sangar abis. Saking sangarnya, kalau ada lelaki iseng godain dia, dia bisa minta suaminya buat tonjokin atau kalo perlu bunuh ituh orang. “Tenang aja, kalo kamu sampe dipenjara. Aku bisa keluarin kamu dari situ. Istri kamu ini pengacara!”  Begitu motivasi yang dia berikan ke suaminya, haha!!  (Bisa bayangin betapa sangarnya ini perempuan kan ?).

Terus tauk-tauk dia jejeritan di grup kampus (yang isinya tukang gosip diva-diva kampus angkatan), dan memuja-muja si kapten Yoo Si Jin. “Ya Alloh, Gustii..kremet-kremet gue nonton nih drama,” kata doi.

Dia bahkan sampai abai sama berkas-berkas sidangnya, melupakan fase dandan dan perawatannya, dan sempet-sempetin streaming di jeda-jeda sidang..demi melihat drama ini. Sungguh tak menyangka.

Kawan saya lainnya adalah Kaka Ira, yang diem-diem ketahuan pasang wallpaper Kapten Yoo Si Jin di tabletnya. Pas ketahuan , dia nyengir..lalu bilang. “Sorry ya, Gus..gue gak tahan soalnya.” Hahahaha!!!

Biasanya wallpaper doi itu foto ponakannya yang setengah bule dan imut. Tapi tampaknya kali ini doi mulai lupa statusnya sebagai tante. Pemasangan wallpaper Yoo Si Jin adalah penegasan statusnya sebagai perempuan lemah iman. Lemah banget malah. Haha.

Atau adalagi, teman saya yang sangat solehah. Yang puasanya Senen-Kamis, Selasa-Jumatnya karaokean. Diam-diam dia mengaku selama ini waktu subuhnya tercuri. “Ya ampun, Gus. Biasanya gue abis subuhan kadang doanya panjang. Ini gue persingkat, gara-gara streaming drama.”

Jeritan Suara Fangirl

FYI, karena ini dramanya tayangnya malam, jadi baru subuh kita bisa liat drama yang ada subtittlenya. Gara-gara Yoo Si Jin, doa terkonversi jadi nonton drama. Semoga Tuhan menerima semua tobat kita. Amin.

Tingkat kegalauan para fans perempuan ini masih banyak lagi sebenernya. Ada yang sampe berilusi tingkat tinggi, sampai sotosop foto doi ama Song Joong Ki. Ada yang bahkan gue sama dia sudah berjanji, bakal stalking sepenuh hati jika Song Joong Ki kemari.

Duh, kalo Patih Gajah Mada tahu generasi penerusnya cuma bisa bikin sumpah sebatas komitmen untuk mengejar idola. Pasti kepala gue ama temen gue itu udah digetok ama satelit Palapa. Bukannya bercita-cita satukan Indonesia, malah berangan-angan menyatu dengan idola. Bahaya emang.
Kalian perlu tahu, fangirl itu punya jargon : Mengejar Idola Kita Bersama, Mengejar Jodoh Pusing Sendiri

Huff…

Masalah makin nambah ketika sayah tahu bahwa kaum laki-laki juga ikutan. Kali ini jelas mereka tergila-gila dengan kehadiran Song Hye Kyo (yang menurut mereka dari zaman endless love, full house, masih imut-imut aja mukanya).

Misal, ada satu kawan pas sayah lagi ngetwit Yoo Si Jin tau-tau dia balas, “Aduhh Rabu-Kamis masih jauh nih.” Dan itu cowok!!! Ampun mak jang.

Atau ada kawan sayah, yang karena kantor barunya ga bisa akses internet kecuali urusan kerjaan…dibela-belain sampe beli B*ltd an beli kapasitas puluhan giga supaya bisa donlod!!

Terus kalian pikir akal sayah masih sehat walafiat melihat si Idola begitu bersinar di layar kaca ? Enggaklah!! Idola itu bisa bikin jatuh hati dan jatuh miskin.

Setelah pengorbanan dua puluh ribu sebulan, selama dua bulan drama berjalan kalo emosi sedang tidak stabil saya bisa impulsif.

Beli gincu mahal yang dipake sama si aktris di drama. Lebay emang.
Contohnya dalam membeli gincu ini. Najis berat saya sampe beli gincu yang dipake sama si Song Hye Kyo di drama itu…bukan gara-gara biar mirip dia atau penasaran sama warnanya. Emang harus punya aja, harus ngerasain…… pokoknya ga penting!

Emang pengen ngerasain apa sih ??

Ngerasain gincunya diacak-acak si Kapten


Noted : Kalo abis posting ini terus ada cowok yang rese komen soal fangirl-fangir. Cuekin ajah, yang penting kita bahagia. Itu tandanya dia itu bukan kurang piknik, tapi emang kurang ganteng aja…terus iri hati.



Sabtu, 07 November 2015

Jumpa Fans Ganteng Pranowo

Pertama-tama saya mohon maaf dulu sama kawan saya yang baru aja jadi manten, si Ismasav. Bukannya nulis soal momen istimewa dia, saya malah nulis peristiwa ‘jumpa fans’ mendadak yang terjadi di kawinannya.

Vit percayalah, bahwa apa yang bakal saya ulas di sini tidak mengurangi jatah doa untuk langgengnya pernikahanmu dengan Bung Tri… karena di setiap huruf dalam ulasan blog ini ada doa yang terselip dari para rekan-rekan yang mengagumi tamu istimewa dalam acara resepsimu pekan lalu ; Bapak Ganjar Pranowo alias Ganteng Pranowo. #gantengpranowo

Yup, Bapak Ganteng Pranowo yang sekarang menjabat sebagai Gubernur Jawa Tengah itu adalah idola para wartawan wanita. Tubuh tinggi, kulit putih, dan rambut beruban ala Richard Gere itu bikin setiap perempuan yang ketemu dia ibarat Olaf-nya Frozen yang rindu musim panas. Kebelet jumpa dan meleleh pas ketemu.

Saya sendiri pertama kali lihat dia kayaknya 5 tahun lalu, waktu awal-awal jadi wartawan. Pak Ganteng Pranowo masih jadi anggota DPR dan saya kudu hadir di acara seminar yang salah satu narasumbernya adalah Richard Gere asal Karanganyar itu.

Pergeseran agenda liputan membuat saya agak telat ke lokasi seminar waktu itu. Berhubung masih newbie, saya tanyalah wartawan senior yang ada di lokasi. Kebetulan acara udah kelar, tinggal doorstop-doorstop aja. “Mas..Mas,” tanya saya sambil colek seorang wartawan pria. “Kalo Ganjar Pranowo yang mana ya?”

Si Mas nengok terus jawab, “Loe cari aja yang paling ganteng dan lagi dikerubutin wartawan,” katanya. Petunjuk yang abstrak, karena kata orang kan ganteng itu relatif. Saya akhirnya jalan, ada dua kerumunan wartawan ..yang satu lebih banyak perempuannya. Pas saya intip, narsum yang dikerubungi wartawan perempuan itu tubuhnya tinggi menjulang, suaranya lantang- medok, dan wajahnya tampan!

Saya intip satu lagi, kali ini lebih banyak dikerubungi wartawan laki-laki dengan kepulan asap rokok tak henti. Baru tahu belakangan kalo itu Faisal Basri, di situ saya sadar petunjuk si Mas barusan…Sangat Jelas,Tegas, dan mutlak. Hehehehee

Insting saya (tsaelah…) langsung merapat ke Pak Ganteng. Saya gak tahu apa yang dia omongin tapi menatap wajahnya saja saya sudah senang. Sejak saat itu saya masukkan nama Ganjar Pranowo dalam daftar “The Real Fantastic Man That You Dreamed About and Where To Find Them!”… trust me, I have the list …

Setelah jumpa pertama yang begitu berkesan, takdir berulah. Saya terdampar di kompartemen ekonomi dan jauh dari si Pak Ganteng.
Sekian lama gak jumpa, tau-tau undangan resepsi dari kawan sekantor tiba. Acaranya di Semarang, dan dalam hati saya mikir (harusnya sih mikir dalam otak, yah namanya lagi mabuk kepayang)…kira-kira Ganteng Pranowo hadir gak yah.

Ternyata bukan saya doang yang mikir gitu!! Itu kawan-kawan perempuan yang datang rame-rame dari Jakarta ke Semarang pada mikir gitu juga. Ketemu di kereta, di hotel, di gedung kawinan, semua rata-rata berpikir sama…. “Pak Ganjar dateng gak ya?” “Aduh gue kalo dia datang mao poto bareng ah!” “Sama, gue juga mao poto bareng!” “Pokoknya kita foto ama Ganjar dulu baru foto ama pengantennya.”

Percayalah…ini tahap awal seorang perempuan menunggu pria pujaan yaitu tahap penasaran, tahap berikutnya akan lebih menakutkan.

Sekitar setengah jam acara berlangsung, belum ada tanda-tanda kehadiran Ganteng Pranowo. Para perempuan mulai putus asa dan mencari makanan buat pelampiasan. Mulai kepayahan dengan kostum dan selop-selop yang menyiksa.

Akhirnya saya , Ayu, dan Ririn memilih duduk di kursi pojok dan bakso malang untuk di santap. Kami kepayahan tapi radar kami belum mati.

Lagi asik-asiknya menikmati bakso malang yang sueger membahana, kami bertiga tiba-tiba melihat sosok bertubuh tinggi, berkulit putih, dan berambut putih berdiri dekat pintu masuk. Kehilangan akal, sontak kami teriak. “Itu Pak Ganjar….AAAAAAAAAAAAAAAAAA” (lumayan kenceng—soalnya Ganjar Pranowo sampe nengok, dan kami lumayan malu-maluin waktu itu).

Jumpa Fans dengan #gantengpranowo mendadak di kawinan orang