Jumat, 06 November 2015

Jumpa Fans Ganteng Pranowo

Pertama-tama saya mohon maaf dulu sama kawan saya yang baru aja jadi manten, si Ismasav. Bukannya nulis soal momen istimewa dia, saya malah nulis peristiwa ‘jumpa fans’ mendadak yang terjadi di kawinannya.

Vit percayalah, bahwa apa yang bakal saya ulas di sini tidak mengurangi jatah doa untuk langgengnya pernikahanmu dengan Bung Tri… karena di setiap huruf dalam ulasan blog ini ada doa yang terselip dari para rekan-rekan yang mengagumi tamu istimewa dalam acara resepsimu pekan lalu ; Bapak Ganjar Pranowo alias Ganteng Pranowo. #gantengpranowo

Yup, Bapak Ganteng Pranowo yang sekarang menjabat sebagai Gubernur Jawa Tengah itu adalah idola para wartawan wanita. Tubuh tinggi, kulit putih, dan rambut beruban ala Richard Gere itu bikin setiap perempuan yang ketemu dia ibarat Olaf-nya Frozen yang rindu musim panas. Kebelet jumpa dan meleleh pas ketemu.

Saya sendiri pertama kali lihat dia kayaknya 5 tahun lalu, waktu awal-awal jadi wartawan. Pak Ganteng Pranowo masih jadi anggota DPR dan saya kudu hadir di acara seminar yang salah satu narasumbernya adalah Richard Gere asal Karanganyar itu.

Pergeseran agenda liputan membuat saya agak telat ke lokasi seminar waktu itu. Berhubung masih newbie, saya tanyalah wartawan senior yang ada di lokasi. Kebetulan acara udah kelar, tinggal doorstop-doorstop aja. “Mas..Mas,” tanya saya sambil colek seorang wartawan pria. “Kalo Ganjar Pranowo yang mana ya?”

Si Mas nengok terus jawab, “Loe cari aja yang paling ganteng dan lagi dikerubutin wartawan,” katanya. Petunjuk yang abstrak, karena kata orang kan ganteng itu relatif. Saya akhirnya jalan, ada dua kerumunan wartawan ..yang satu lebih banyak perempuannya. Pas saya intip, narsum yang dikerubungi wartawan perempuan itu tubuhnya tinggi menjulang, suaranya lantang- medok, dan wajahnya tampan!

Saya intip satu lagi, kali ini lebih banyak dikerubungi wartawan laki-laki dengan kepulan asap rokok tak henti. Baru tahu belakangan kalo itu Faisal Basri, di situ saya sadar petunjuk si Mas barusan…Sangat Jelas,Tegas, dan mutlak. Hehehehee

Insting saya (tsaelah…) langsung merapat ke Pak Ganteng. Saya gak tahu apa yang dia omongin tapi menatap wajahnya saja saya sudah senang. Sejak saat itu saya masukkan nama Ganjar Pranowo dalam daftar “The Real Fantastic Man That You Dreamed About and Where To Find Them!”… trust me, I have the list …

Setelah jumpa pertama yang begitu berkesan, takdir berulah. Saya terdampar di kompartemen ekonomi dan jauh dari si Pak Ganteng.
Sekian lama gak jumpa, tau-tau undangan resepsi dari kawan sekantor tiba. Acaranya di Semarang, dan dalam hati saya mikir (harusnya sih mikir dalam otak, yah namanya lagi mabuk kepayang)…kira-kira Ganteng Pranowo hadir gak yah.

Ternyata bukan saya doang yang mikir gitu!! Itu kawan-kawan perempuan yang datang rame-rame dari Jakarta ke Semarang pada mikir gitu juga. Ketemu di kereta, di hotel, di gedung kawinan, semua rata-rata berpikir sama…. “Pak Ganjar dateng gak ya?” “Aduh gue kalo dia datang mao poto bareng ah!” “Sama, gue juga mao poto bareng!” “Pokoknya kita foto ama Ganjar dulu baru foto ama pengantennya.”

Percayalah…ini tahap awal seorang perempuan menunggu pria pujaan yaitu tahap penasaran, tahap berikutnya akan lebih menakutkan.

Sekitar setengah jam acara berlangsung, belum ada tanda-tanda kehadiran Ganteng Pranowo. Para perempuan mulai putus asa dan mencari makanan buat pelampiasan. Mulai kepayahan dengan kostum dan selop-selop yang menyiksa.

Akhirnya saya , Ayu, dan Ririn memilih duduk di kursi pojok dan bakso malang untuk di santap. Kami kepayahan tapi radar kami belum mati.

Lagi asik-asiknya menikmati bakso malang yang sueger membahana, kami bertiga tiba-tiba melihat sosok bertubuh tinggi, berkulit putih, dan berambut putih berdiri dekat pintu masuk. Kehilangan akal, sontak kami teriak. “Itu Pak Ganjar….AAAAAAAAAAAAAAAAAA” (lumayan kenceng—soalnya Ganjar Pranowo sampe nengok, dan kami lumayan malu-maluin waktu itu).

Jumpa Fans dengan #gantengpranowo mendadak di kawinan orang





Ibarat fangirl yang ketemu idola, kami langsung abai terhadap segala hal kecuali mengejar si idola. Dan kami masuk tahap dua yang akan dialami oleh fangirl ; Tahap Perjuangan.

Di tahap ini semua berkoordinasi, mulai dari yang paling tua, sampe yang paling muda. Yang single maupun yang dobel. Satu untuk semua, semua untuk satu. Di tahap ini biasanya hal-hal sadis terjadi.
Dalam kasus Ganjar, ini yang terjadi ;

- Semua berkoordinasi dan berkumpul di satu titik untuk menjegat Ganjar
- Perempuan yang tersebar mulai saling kontak untuk memastikan posisi dan mengupdate perkembangan pergerakan Ganjar. Seperti yang terjadi sama Uci…yang biasanya pelit sama pulsa, bisa tiba-tiba telepon karena gak mau ketinggalan. Begini potongan peristiwanya :
“Gus..Gus lo di mana? Gue lihat Ganjar nih, lo pada di mana? Jangan ninggalin gue pas foto bareng ?”
“Gue di depan, deket pintu masuk. Lo ke sini aja, emang lo di mana? Laki ama anak lo kemana ?”
“Gak tahu gue laki gue di mana, ya udah gue ke sana ye…” --- see ?! udah kehilangan akal doi
- Memastikan di mana Ganjar akan keluar dengan mengecek lokasi parkir mobil dan asprinya
- Mencari orang yang mau motion kita-kita

- Mulai muncul kekhawatiran dan ide-ide liar, gimana kalo dia gak keluar lewat depan ? gimana kalo ternyata dia lewat samping terus kita harus bersaing sama emak-emak PKK yang bisa lebih sadis ? Gimana kalo ternyata dia bukan ganjar, tapi orang nyamar aja ? Gimana kalo dia gak mau poto bareng ? Gimana kalo ternyata dia ngondek ? Atau gimana kalo ternyata rambut putihnya itu bukan uban tapi efek karena kekuatannya sebagai mutan kaya Storm di X-MEN? AUK AH GELAP!!!

- Tapi dari segala kekhawatiran tadi, kekhawatiran paling dahsyat dilontarkan oleh Ayu Prima yang tampaknya udah kelamaan berkawan sama saya, jadi efeknya mulai kelihatan. “Mbak-Mbak, gimana kalau dia bawa istrinya ? Masa kita poto bareng sama istrinya ? Kira-kira gimana enaknya biar dia (istrinya) ga ikutan ?” JUAAAARAKKKKKKKKKKKKK!!!!

Setelah kekhawatiran itu berhasil kami atasi, kami masuk ke tahap paling penting ; Tahap Eksekusi!
Di tahap inilah impian yang berhari-hari diidamkan kami coba untuk gapai sebagian dengan upaya foto bareng, karena itu yang paling memungkinkan. Kan gak mungkin lagi kondangan begitu kita minta dia buat transkrip bareng, emangnya kita satu milis satu perjuangan.

Semua baris rapi, deg-degan. Berani dan takut jadi satu. Alhamdulillah dengan proses penjegatan yang cukup ampuh (yakni bawa-bawa institusi, meski ga ada hubungannya!) si Pak Ganjar mau berhenti sejenak dan foto bareng.

Satu…dua..ceklik…sampe akhirnya ada perempuan yang tiba-tiba berjalan dengan pedenya ke depan kami karena ketinggalan difoto. Si UTJI!!! (sendirian, gak tahu laki dan anaknya kemana). Muka dia nyengir tapi keki, apalagi ngelihat saya mepet bener di sebelahnya Pak Ganteng. Utji ini orangnya kompetitif dan iri hati. Gak boleh liat temen lebih seneng daripada doi.

Dengan niat menyaingi posisi saya, dia jalan dengan pedenya ke depan arah Gubernur langsung dan hendak menggeser perempuan yang ada di sampingnya, yakni Ibu Gubernur…… Khan Maen emang tuh bocah…sampe semua orang di situ kudu teriak… “Ehhhhhhhhh….itu Bu Gubernur!!”
Diteriaki massa, ini emak-emak nyentrik cuma nyengir aja..sambil bilang, “Eh, maaf bu, hehe…”. Tapi kembali tanpa ragu menggeser perempuan yang diri tepat di samping Bu Gubernur. * puk puk buat Nindy yang kegeser sama Utji *

Oh, iya lupa..ekspresi si Pak Ganteng waktu ada yang mao sabotase posisi bininya itu semacam komen “Lahhhhhhhh…” dengan nada yang bisa ditafsirkan kira-kira begini ; Lah ini perempuan siapa..pede bener datang-datang mau geser bini gue.

Sementara Ibu Gubernur tidak komen apa-apa, dia cuma menatap Pak Gubernur, Utji, lalu Pak Gubernur lagi dengan tatapan yang kira-kira bisa diartikan seperti. “Perempuan seperti ini yang bisa mengancam keutuhan rumah tanggaku, hemmmmm.” – begituh.

Ibu-ibu baju koneng itulah yang mengancam kerukunan rumah tangga Gubernur Jawa Tengah 

Lagi asik foto-foto, tiba-tiba ada anak kecil perempuan belum sampe dua tahun ngeloyor ke arah kami. Anaknya si Utji ternyata, yang gue pikir bakal ke arah emaknya, gak tahunya nyelonong terus ke arah Ganjar Pranowo dan maen nomprok aje minta digendong. Behhhh!!! Like mother like daughter, emaknya kurang sukses, anaknya yang menuai panen, sukses digendung dan dipelok Ganteng Pranowo. Khan Maen!!

Usai meladeni kami, Pak Ganjar pun pamit. Kami semua langsung berbaris rapi untuk foto bareng dengan kedua mempelai (yang sudah ditunggu oleh para kawan laki-laki dengan sabar). Sampai di pelaminan, pas lagi cipika-cipiki sama si penganten perempuan saya berbisik. “Eh Vit, tadi kita abis poto bareng sama Ganteng Pranowo dulu…he he.”

Dan si manten ini dengan santainya membalas, “Aku juga kok di sini tadi poto bareng, terus kepalaku sengaja ku tengklengin ke arah dia. Hihihihi,” jawab Vitri tanpa tersipu.
Bukan Maen memang pesona Pak Ganteng Pranowo ini, semoga lebih banyak politisi berciri fisik seperti dia biar kami-kami gak jenuh pas liputan.



1 komentar:

Tri Astuti Utomo mengatakan...

Hahahahahahahaha.... saya baca postingan ini pas hari senen di tengah dagdigdug mau nyambut taon baru yang tanpa resolusi apa2, dan, Allahu Akbar, ngakak gilaaakkkk.... hahahahahaha. (saya langsung search potonya Pak Ganteng Pranowo tersebut, dan Allahu Akbar gantengnya...)