Senin, 21 September 2020

Review Kdrama Prison Playbook: Wajib Banget Ditonton!

 




Kali ini, gue ingin merekomendasikan drama Korea yang hangat dan cocok banget ditonton di kala pandemi untuk kembalikan semangat kita semua. 

Drama ini berjudul: Prison Playbook , dan bisa dinikmati di Netflix. 

Lebih banyak bercerita soal kehidupan, minim percintaan, tapi maksimal dalam menguras emosi penonton. Ada sedih, kesel, marah, gembira, ketawa sampai ngakak-ngakak, nangis, kaget, smitten pun bisa... paket komplit.

Tapi, sebelum bahas soal dramanya, gue mau bahas soal salah satu lagu yang menjadi soundtrack drama ini. 

Judul lagunya adalah  Bravo, My Life! Dinyanyikan oleh Eric Nam. Lagu ini sendiri merupakan remake dari lagu berjudul sama yang menjadi soundtrack film "Fly Daddy Fly" pada 2006 lalu.. (FYI film ini juga bagus banget, gue sampe termehek-mehek nontonnya). 

Baru kali ini, seumur hidup gue dengerin soundtrack dan lagu Korea, dengerin lagu Bravo, My Life ini gue selalu nangis. 

Awalnya itu sebenernya ringan, lagu ini muncul sebagai background di adegan yang sangat-sangat menyentuh. Lalu, gue mencari tahu, apa sih arti lagu ini... 

Pas gue ketemu artinya, gue nangis. 

Kira-kira ini sebagian terjemahan lirik lagu Bravo My Life





Tuh, coba dibaca deh liriknya.  Buat gue pribadi, dan mungkin kalian semua, tahun ini pasti merupakan tahun yang berat buat dijalani. Buat sebagian orang, bahkan hidup ini seakan-akan melelahkan buat dijalani selama beberapa tahun terakhir. 

Buat gue pribadi, waktu dengerin lagu ini sambil baca terjemahannya..seakan-akan pundak gue tuh ditepuk. "Gus, gak apa-apa kalau capek, nangis aja. Kamu udah hebat kok, jangan bandingin sama orang lain, tapi coba lihat kamu sekarang bisa tetap hidup, bertahan, dan sudah sampai di titik ini."

Lagu ini tuh kaya ngasih tahu kita, iya hidup itu melelahkan, capek, dan kadang-kadang kita ingin menyerah dari perjuangan kita. Itu semua gak apa-apa, pelan-pelan toh kamu sekarang sudah di posisi ini...

Huhuhu pengen nangis bats. 




Balik lagi ke dramanya ya...... (setelah soundtracknya sukses bikin gue nangis). 

Prison Playbook bercerita tentang hidup seorang atlet baseball - ternama, kebanggaan- Korea Selatan bernama Kim Jae Hyuk. 

Jae Hyuk sebagai pitcher termahal di Korea Selatan, memiliki semua di genggaman tangannya. Tinggal di penthouse mewah, uang dan harta bergelimangan, pacar cantik, idola sejuta ummat, dan tinggal selangkah lagi untuk tanda tangan dan menjejakkan karir di kancah global. 

Kalo diibaratkan di Indonesia, Jae Hyuk .. Agnes Monica bangetlah, go global di depan mata!

Tapiiiii... namanya juga drama ya, segala hidupnya yang serba sempurna ini berubah hanya dalam satu malam!

Mending kalo berubah karena cinta satu malam, Jae Hyuk ini justru kayak kena adzab satu malam..tapi dia gak ngapa-ngapain. 

Suatu malam, Jae Hyuk yang besok akan tanda tangan kerja sama global, diminta ibunya buat sebentar saja kunjungin adek perempuannya, Jae Hee. 

Nah, pas dia mau kunjungin adiknya, ternyata sang adik lagi jadi korban aksi kriminal berupa pencobaan perkosaan. Jae Hyuk sebagai abangnya naik pitam dong. Pasti dia naik pitam lah, masa dia naik delman, kan itu bukan hari minggu dan dia sedang tidak turut ayah ke kota. 

OKAY LANJUT...

Jae Hyuk yang naik pitam, mengudak-udak si pemerkosa ini lah dan mukulin sampai babak belur. Akibat tindakannya itu, Jae Hyuk ditahan polisi. 

Hari yang semestinya menjadi momen emas untuk go global, malah jadi momen paling gelap di hidupnya karena mesti mencicipi bui. Menurut aparat, tindakan Jae Hyuk itu kebangetan buat bela diri, soalnya "korban" sampai sekarat. 

Tadinya dia berpikir, udah lah paling sebentar aja di penjara ini mah, toh pengacara bisa membela. Tapi, Tuhan tidak berhenti memberi ujian, si pemerkosanya malah meninggal dunia dan belakangan diketahui adalah putra orang penting di negeri ginseng. Amsyong. 

Seumur hidup, Jae Hyuk cuma tahu main bisbol, dari zaman dia duduk di sekolah, berdiri, pulang, tidur, dan ke sekolah lagi.  Dengan masuk penjara, dunianya diambil. Hidup Jae Hyuk pun ibarat kerupuk gendar yang jatuh dari piring terus keinjek temen yang lewat.... hancur lebur. 

Nah, saat masuk penjara inilah, kisah hidup dan perjuangan Jae Hyuk bener-bener dikupas habis. Jae Hyuk kehilangan baseball, tapi bertemu kawan, keluarga, sahabat lama, bajingan, tukang tipu, pemeras, pejabat korup, dan pengalaman hidup yang luar biasa. 

Di penjara, Jae Hyuk bisa kembali bertemu dan dekat dengan sahabatnya semasa sekolah dulu, Jun Ho. Dulu, Jun Ho dan Jae Hyuk sama-sama bermain baseball. Jun Ho jauh lebih unggul dari Jae Hyuk, tapi menyerah di tengah jalan akibat kecelakaan. Jae Hyuk yang terluka lebih parah di kecelakaan bersama Jun Ho, memilih tetap melanjutkan baseball... 

Kini Jun Ho jadi sipir di tempat Jae Hyuk ditahan. Dikelilingin orang asing yang dia ga bisa percaya sama sekali, kehadiran Jun Ho bener-bener kado istimewa buat Jae Hyuk. Jun Ho juga, setia abis sama Jae Hyuk dan ngelakuin apapun untuk melindungi sahabatnya ini... sweet abis!

Junho dan Jae Hyuk 



Jae Hyuk ini dijuluki sebagai phoenix karena fansnya mengenal dia sebagai sosok yang pantang menyerah dan baik banget, dan ini beneran sih digambarin sepanjang drama. Kalau gue jadi Jae Hyuk (amit-amit), bukan cuma menyerah dari mimpi-mimpi tapi juga menyerah buat ngapa-ngapain keknya.

Di penjara, Jae Hyuk yang polos tentu jadi sasaran empuk mereka yang brengsek. Meski belom kenal siapa-siapa, Jae Hyuk memastikan tetap berbuat baik selama orang itu juga baik. 

Salah satunya Jailbird, pemuda yang keluar masuk penjara akibat salah pergaulan. Untung gue cuma sering salah makan doang, jadi cuma keluar masuk toilet aja...itu aja capek. 

Suatu hari, Jae Hyuk menyimak cerita bahwa ibunya Jailbird sedang sekarat dan butuh biaya operasi. Jailbird saat itu gak meminta atau meminjam uang, cuma cerita aja sambil lalu. Jailbird bilang dia mencuri juga untuk cari duit pengobatan ibunya. 

Di saat yang sama, Jae Hyuk diperas sipir senior untuk transfer sejumlah uang ke rekeningnya. Adegannya, Jae Hyuk menghubungi pengacaranya untuk siapkan uang usai ketemu dengan si sipir tadi. Soalnya sipir ini mengancam Jaehyuk sesuatu (gue lupa) dan mau sebarin ke pers intinya. 

Gue pikir, duit itu buat si sipir dong yang ditransfer. 

Ternyata, esok harinya, Jae Hyuk kehilangan sebagian hak-nya dan dimasukkan sel detensi khusus. Tapi, di sisi lain, Jae Hyuk mendapatkan sahabat baru.. yakni Jailbird. Iyap, diam-diam Jae Hyuk transfer uang ke rumah sakit untuk pengobatan ibu Jailbird. 

Jailbird sampe mewek banget, belum sempat dia membalas kebaikan Jae Hyuk, eh dipindah penjara. Tapi Jailbird sempat berterima kasih dan bilang..

"Terima kasih, Hyung. Selama ini belum ada yang memperlakukan saya sebaik itu."

Intinya Jailbird bilang baru kali ini dia diperlakukan tanpa stigma, tanpa harus ngerendahin diri, dan diperlakukan sebagai manusia biasa. Sedih bats yak. Jailbird juga bilang, kalau sampai ibunya meninggal dunia, mungkin dia gak mau hidup juga. 

Jae Hyuk, tanpa sadar menyelamatkan dua nyawa sekaligus.... ya Tuhan, dan selama 16 episode itu kisah-kisah penuh kasih begini banyak bats.



Drama ini juga menyisipkan pesan pemerintah Korsel yang saat itu sibuk kampanye reformasi sistem hukum dan keadilan gitu lah, di antaranya adalah dengan lapas yang semakin manusiawi. 

Ini tergambar di episode ke-3, ketika Jae Hyuk dari rutan lalu pindah ke lapas (lupa namanya). Jadi pencahayaan dan citranya di rutan itu gelap, sumpek, horor. Nah, pas Jae Hyuk pindah ke lapas, pencahayaannya lebih terang, hangat, lebih luas, sistem keamanan lebih canggih, program pelatihan yang menumpuk, ini sih sekalian pamer pemerintah Korsel soal fasilitas penjara mereka. 

(beda jauh tentunya sama lapas-lapas yang pernah gue kunjungi di sini)

Di lapas ini, Jae Hyuk bertemu dengan teman dan lawan baru. 

Di sel nomor 6, Jae Hyuk pelan-pelan berkawan dengan; 
Mafia, tukang judi dan tipu, pencuri, pemadat, tukang penggelapan duit kantor miliaran won, tukang bully.

Sosok rekan-rekannya ini dikupas satu demi satu, dan bikin kita bertanya-tanya. "Sebenarnya definisi orang jahat itu yang bagaimana sih?" 

Bener-bener eye opener, bahwa dunia itu ya EMANG KAGAK ADIL ...wkwkwkwkkwkw 
Karena dunia GAK ADIL, makanya orang-orang yang gak punya privilage kek kita-kita yang jelata ini gak boleh menyerah dan mesti terus berjuang. 





Tiap episode pokoknya bener-bener deh ada pelajaran berharga banget dari ini drama, gue belom pernah nonton drama motivasi yang tanpa menggurui dan tetap hangat dan ini semua ada di Prison Playbook. 

Salah satu adegan berkesan buat gue lagi (meski setiap episode berkesan), adalah ketika Jae Hyuk membesuk rekan satu bengkel workshopnya di penjara. Jadi kawan ini masih muda, dan sedikit lagi bisa hirup udara bebas untuk hadiri resepsi pernikahan adiknya. 

Tapi, jelang kebebasannya, dia justru kena fitnah dan kecelakaan. Sempet putus asa, si kawan ini mencoba bunuh diri. 

Waktu dibesuk Jae Hyuk, si kawan ini bercerita bahwa seumur hidupnya dia kerja keras, dia masuk penjara pun juga menanggung kelakuan bos-nya yang gak mau bertanggung jawab. Tidur kurang dari 5 jam, tapi tetep gak beruntung. 

Jae Hyuk terus bilang, kerja lagi lebih keras, bahkan kita-kita gak layak buat bisa tidur 3 jam, kita bukan siapa-siapa. 

Tapi dilanjutin lagi, bahwa ya udah..semua udah kerja keras, sekeras apapun..kalau dunia gak kasih kesempatan mau dibilang apa, yang brengsek itu dunia, bukan kita. 

(NGENA BANGET SIH INI!!!!!!)




Gokil banget lah ini, buat pekerja keras ibukota pasti tertusuk-tusuk nontonnya. 

Sebelum kita akhiri review yang sangat panjang ini (terakhir gue review soalnya diprotes kurang panjang, wkwkwkwkw)..

Drama ini bener-bener ngajarin kita untuk tidak berprasangka atau judging the book by its cover, yang kita jahat ternyata jahat banget wkwkwkkw. Begitu juga yang kita sangka baik, ternyata rusak dan bikin kecewa. Gitulah, siap siap patah pokoknya. 

Nah salah satu karakter yang gueee cinta di drama ini adalah Letnan Peng, sipir di lapas. Dari luar Letnan Peng ini sering berkata kasar, maki-maki, ancam-ancam napi... tapi hatinya kayak pantat bayi baru lahir, halus bangettt. 

Mukenye antagonis bats kan 

Letnan Peng adalah sipir idola, dia satu-satunya sipir yang memperlakukan narapidana sebagai manusia. Tidak berprasangka dengan para penghuni lapas. Di tiap episode, aksi-aksi letnan Peng ini bikin terharu bangett...gimana dia rela berkorban, datang lebih pagi, atau pulang lebih larut demi para narapidana. 

Sampai kepala sipirnya bilang Letnan Peng adalah sosok yang dibutuhkan di lapas supaya lapas dan penghuninya tetap menyadari bahwa mereka manusia, bukan monster. Huhuhu.. TERHARU!

Jadi kalau pandemi ini kalian butuh tontonan hangat dan penuh hikmah, jangan nonton sinetron adzab ya bapak ibu.. tonton saja drama satu ini. Dijamin baperrrr, ngakak, dan tersedu-sedu.

Loph You....

(udah panjang lom nih w reviewnyaaa?)








Tidak ada komentar: