Jumat, 19 Desember 2014

Sarapan dan Curhat Bareng Raditya Dika

Bukan. Raditya Dika bukan gantiin Mama Dedeh buat isi tausiyah dan dengerin curhat emak-emak saban subuh itu.

Di acara yang ini, kita semua sarapan bareng sambil ngobrol-ngobrol sama Raditya Dika soal dunia tulis menulis dan peluncuran buku barunya yang berjudul : Koala Kumal.

Acara ini sendiri rangkaian dari acara Kumpul PenulisPembaca 2014 oleh Gagas Media Group yang berlangsung tanggal 13 dan 14 Desember kemarin.



Nah, kebetulan dan Alhamdulillah banget, editor gue yang baik hati si Kakak Ry mengundang gue untuk hadir di acara “Breakfast with Author” di Soeryo Café. Selain ada Raditya Dika (yang emang udah ngetop banget), ada juga si Bene Dion. Penulis buku ‘Ngeri-Ngeri Sedap’ dan Stand Up Comedian itu.

Kalo dilihat di situsnya, acara ini sebenernya pake tiket seharga Rp 200 ribu. Berhubung dapat undangan gratis, tanpa ragu berangkatlah gue ke lokasi untuk mendapat ilmu dari para senior di bidang penulisan komedi ini.

Sampai sana sekitar jam 10, Raditya Dika udah duduk di depan dan berceloteh soal pengalamannya. Jujur gue bukan penggemar berat Raditya Dika (soalnya gue setia banget sama Super Junior  Iwan Fals) , tapi begitu mendengar cerita Bang Radit…rasa kagum gue kepada dia mulai tumbuh. Seiring dengan tumbuhnya rasa lapar di perut gue.

Dulu, gue berpikir mukanya Raditya Dika itu biasa aja. Pas lihat langsung untuk pertama kalinya, ternyata pikiran gue itu bener. Hahaha.

Dia emang biasa saja. Tapi begitu dia bicara, gue baru paham kenapa karya dia bisa laris manis dan digandrungi banyak orang.

Soalnya, dia emang seperti orang kebanyakan. Seperti temen-temen kita yang kalo lagi kumpul sukanya celain orang atau malah jadi bahan celaan. Seperti temen yang kalo dia gak datang, acara kumpul-kumpul jadi kurang riuh. Layaknya temen yang bisa diajak gila bareng dan sering ketimpa apes. Dia itu dekat.

Raditya Dika emang dekat, tapi gue lebih dekat ke piring-sendok-dan makanan


Lebih menarik lagi karena gue bisa melihat langsung bagaimana seseorang berkarya sesuai passionnya. Begitulah Raditya Dika…aura positifnya terpancar..sepaket sama aura apesnya.
Pasti kalian berpikir, apa sih ilmu yang bisa dipetik dari penulis komedi ? Mereka kan kerjaannya bercanda doang, kayak gak pernah mikir serius gitu.

Eits, jangan salah. Biarpun cuma satu jam setengah bersama Raditya Dika, ternyata percaya atau gak percaya dia banyak kasih inspirasi ke kita-kita.

Lalu dia bilang, “Lingkaran inspirasi itu gak pernah putus.”


Dia jadi penulis karena terinspirasi penulis lainnya juga. Dia bercerita, dulu waktu SMA dia kemana-mana bawa buku ‘Supernova’ Dee Lestari yang susah itu. Pokoknya dia bawa aja dulu, meski dia gak ngerti isi ceritanya. (Ternyataaaa!!! Gue pikir gue doang yang susah ngerti buku-bukunya Dee Lestari ituh!).

Dia penggemar dan pembaca Dee Lestari, sampe akhirnya dia sekarang bisa ketemu sama Dee sebagai sesama penulis  (meskipun beda genre).

Nah, senasib sama si Dika, Bena Kribo juga begitu. Malah katanya dulu si Bena ini pede banget neponin Dika supaya bisa jualin buku dia beserta tanda tangan. Sekarang, si Bena mengikuti jejak Dika menjadi blogger dan penulis kreatif.

Gue sepenuhnya sepakat sama Raditya Dika yang bilang lingkaran inspirasi gak pernah putus. Buktinya, dulu gue juga penggemar mereka-mereka semua dan menikmati karya mereka. Insya Alloh, dikit lagi juga bisa menyusul mereka dan punya karya sendiri. Amin.

Raditya Dika juga bilang, dia inget pesan salah satu penulis yang mengatakan bahwa perjalanan seorang penulis itu adalah perjalanan seorang pembaca. Makin banyak baca maka makin bagus tulisan, karena input gaya penulisannya beragam, diksinya pun makin kaya.

Masalahnya, kalau kalian memilih penulis sebagai profesi, stigma penulis susah jadi kaya itu masih kuat. Tapi jangan menyerah, berusaha aja terus untuk melahirkan karya terbaik. Insya Alloh rejeki mah gak kemana. Jodoh yang kemana-mana mah (curcol!).

“Do it with passion!,” kata Raditya Dika.

Sebenernya banyak banget cerita seru, lucu, dan tips-tips dari Raditya Dika dan kawan-kawan. Tapi berhubung keterbatasan ingatan dan kemampuan baterei laptop untuk bertahan tanpa colokan, gue baru bisa bagi segini dulu.

Semangat untuk terus memberi inspirasi!!!

Thanks Kak Ry dan Penerbit Bukune yang udah kasih saya kesempatan untuk banyak belajar nulis ^^

1 komentar:

TC mengatakan...

gue di Bali dan gak ikutan acara itu, share lebih banyak lagi doooong apa aja dikasi sama RD.. Pleaseee