Rabu, 23 Oktober 2019

Parade Batik Kece di Pengumuman Kabinet Indonesia Maju

Kalian pasti udah muak kan baca berita soal kabinet Indonesia Maju? Lepas dari pro-kontra menteri-menteri yang mengisi pos, perlu diakui pengenalan anggota kabinet kali ini cukup mencuri perhatian.

Terutama dari sisi batik yang dipakai para pejabat.. cakep cakep bangett. Jadi penasaran kan sebenarnya mereka itu beli di mana?

Gak usah banyak cincong lah ya, kita kupas aja satu satu di bawah ini




Okay, Sebelum Bahas soal batiknya, harus diakui bahwa konsep duduk lesehan di tangga istana ini sangat kreatif! (Meski pastinya panas banget!)

Ini bakal bikin susah presiden di 2024 loh Pak Jokowi, gimana nanti dia harus ngenalin kabinet menterinya. Berdiri biasa, duduk udah.... mungkin 2024 kita bakal liat pengenalan calon menteri dengan gaya kayang atau koprol. Halah!

Baik kita masuk ke pembahasan utama, kita bedah dari yang perempuan dulu ya. 

Sayang sekali di Kabinet Indonesia Maju kali ini ada satu kemunduran, yakni jumlah porsi menteri wanita yang menurun. Dulu di Indonesia Kerja kita punya 7 menteri wanita, sekarang cuma 5. 


Menteri yang dulu bukanlah yang sekarang~~~~~ (jangan nyanyi)
Tapi, tak ada bedanya seperti dulu kala.. untuk urusan batik, jawaranya masih dipegang oleh ibu menteri keuangan kitaaa, Ibu Sri Mulyani. 


sengaja gue gedein banget ini fotonya


Nah bisa dilihat ya, kali ini ibu Sri Mulyani memilih batik semi dress berwarna hitam. Menggunakan celana panjang warna serupa, meski warna dasarnya sama-sama hitam, batik yang dikenakan Sri Mulyani ini keliatan menonjol dan keluar auranya karena kontras dengan warna karpet yang dia injak. Mantul!

(Mohon maaf ini ya, berhubung saya bukan pakar fesyen, jadi kaga bisa banding-bandingin sama yang lain atau ngomongin filosofinya. Soalnya mata kuliah filosofi aja waktu kuliah saya ngulang sampe 2 kali!)

Kalau kalian sering liat Ibu Sri Mulyani, batik-batik yang dia punya emang kece-kece. Bahkan jarang gue lihat dia pake batik yang sama berkali-kali untuk momen penting. 

Saking batiknya bagus-bagus dan banyak, gue curiga Ibu Sri Mulyani ini ngekos di sentra batik Thamrin City. Jadi, dia ga pulang ke rumah gitu. 

Coba buat kawan-kawan jurnalis yang ketemu Ibu Sri Mulyani, sesekali si ibu jangan ditanya soal CAD, defisit, inflasi, utang gitu.. tapi tanya "Bu, beli batiknya di mana? Kasih rekomendasi lah."

Dengan pilihan batik yang udah kece gitu, sayangnya aksesoris lengannya si ibu gak pas. Kudunya jangan jam yang agak sportif gitu karena jadi men-tone down penampilannya.

Biar lebih grande, mestinya si ibu pake jam gadang di tangannya. Pasti jadi pusat perhatian. 

Lanjut...






Selanjutnya adalah batik yang dikenakan Ibu Retno Marsudi. Bagus sih, tapi kok ada yang kurang gitu. Padahal ibunya udah cantik, disanggul, tapi batiknya kurang nendang.

Mungkin akan lebih baik kalau motif bunga-bunganya itu ga ada, karena nda masuk menurut mata saya. 

Tapi Bu Retno ini luar biasa, dia itu baru pulang dari Jepang malamnya menemani dinas Pak Kyai Ma'ruf. Mungkin aja gak sempet beli batik buat pengumuman.

Atau bisa jadi, sebenernya batiknya Bu Retno itu motif bunganya semula kuncup-kuncup. Cuman, karena Pak Jokowi ngenalin menterinya sambil dijemur... mekar lah itu kembang di batik Bu Retno. Sabar ya Bu....

Batik yang keren kedua setelah Bu Sri Mulyani, sebenarnya menurut gue adalah batik milik Ibu Puspayoga, yang warna putih di bawah ini. 




Ini gue mencari-cari foto si Ibu yang sendirian agak susah, jadi dapatnya yang ini. Tapi gue bingung, kenapa Pak Erick Thohir rukuk di foto atas ini?

Baik, kita balik ke Bu Puspayoga. Lengan panjang agak balon membuat kesan chic si ibu, mungkin karena sesuai dengan pos-nya yakni pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak. Jadi bajunya menampilkan kesan hangat.

Mungkin kalo Bu Puspayoga ditempatin di KKP, lengan bajunya akan jaring-jaring biar sesuai tema kementerian. 

Warna putihnya cakep sebenernya, cuma ibunya mungkin gak tahu kalo dia berujung bakal dijemur di tangga marmer ama Pak Jokowi. Ciyan. Alhasil meskipun masih pagi, sasakannya si ibu udah berantakan :(




Untuk batik Bu Ida Fauziyah (berjilbab atas), ini batik dengan mode yang sangat klasik. Bahkan sekilas sosok Bu Ida ini mengingatkan gue akan Kepala Sekolah jaman dulu. 

Saking keingetnya, gue gak berani untuk komentarin batik Bu Ida, takut kualat. Jadi kita sekip aja.

Terakhir adalah batik yang dikenakan Ibu Siti Nurbaya. Gambarnya ada di atas ya gaes, gue malas banget naroh di sini lagi :D

Ibu Siti Nurbaya tampak kelihatan bahagia sekali di pelantikan dan pengumuman kali ini. Ada dua alasan, pertama karena dia terpilih lagi jadi menteri, kedua karena dia akhirnya batal menikah dengan Datuk Maringgi.

(Yak... kalo lo paham, berarti kita seumuran).

Tapi ini sebenernya berhubungan, karena gagal menikah dengan Datuk Maringgi, Siti Nurbaya akhirnya bisa mengejar mimpi menjadi menteri. 

Dari sisi mode, sebenarnya batik yang dikenakan ibu hampir sama di setiap acara, cuma beda corak aja. Ya mungkin itu karena si ibu gak sempet lah jahit-jahit atau beli baju, soalnya kerjaan dan tanggung jawab dia kan banyak.. apalagi soal isu kebakaran hutan.

Jadi gak apa-apa kok Bu batiknya begitu aja, asal hutan kita nanti gak kebakar lagi :')

Berikutnya buat geng cowok!!!! (Duh Aing capek!)







Pasti kalian udah nungguin nihhh... Pertama tentunya adalah batik Pak Prabowo!

Mohon maaf, tapi berhubung Pak Prabowo ini pegang kementerian dengan anggaran terbesar di APBN dan berhubungan dengan senjata-senjata, ada baiknya kita sekip saja buat keamanan bersama. 

Apalagi kita lihat Pak Prabowo cukup berbahagia dengan pelantikan kemarin. Gambar di atas, kita kan bisa melihat beliau sedang bercengkrama dengan Pak Yasona dan Pak Jhonny Plate... tentunya dua sosok yang sangat kita kenal jejak rekamnya 

Lanjutttt, kita akan memilih batik terbaik di kabinet Indonesia Maju kategori menteri pria dari kalangan profesional. Ini jelas harus kita bedakan, karena kemungkinannya usaha para menteri pria dari jalur profesional ini lebih keras soal urusan membeli batik, sebab;

1. Mereka beli pakai duit sendiri
2. Bukan uang belanja operasional






Coba tebak yang manaaaa?




Yak betul, batiknya Pak Wishnutama.... (ngapain pajang foto Yasona cekikikan di atas, Gus?!)

Menurut gue, batiknya Pak Wishnutama sangat membumi karena warna tanah. Coklat, menunjukkan ia tidak mewakili partai apapun. Tidak corak merah, kuning, hijau.

Pilihan warna tanah sangat tepat di tengah Jakarta yang sedang kebocoran hawa neraka belakangan hari. Akan sangat berbeda jika Pak Wishnutama memilih warna aspal seperti abu-abu atau putih semen. 

Bisa jadi nanti bukannya dilantik oleh Pak Jokowi, Pak Wishnu malah diajak ribut sama presiden. Itu saking bajunya mengingatkan aspal jalanan Jakarta yang belakangan diramaikan demonstran yang meminta segera terbitkan #PerpuKPK.

Sekian dulu ulasan batik kece di kabinet Indonesia Maju kali ini, semoga Bapak dan Ibu yang terpilih menjadi menteri bisa amanah untuk 5 tahun ke depan. Amiin..

Sebagai bonus, berikut saya tampilkan foto di bawah ini. 

foto-foto credit to: foto kepresidenan/sekneg


Untung Mas Nadiem sempet lepas jaket Gojek dulu sebelum foto


Tidak ada komentar: